archives

Archive for

yuk, hepi-hepi…

Saya punya stock lagu lumayan banyak, entah itu di laptop atau di handphone Sony Ericsson seri walkman milik saya. Sebagai mantan vokalis dan wedding singer yang sekarang sudah gantung mic lalu beralih kembali ke aktivitas penyanyi kamar mandi (atau ruang karaoke), saya memang tak pernah bisa jauh dari musik. Mungkin, saya tidak terlalu ngeh dengan lagu-lagu terbaru *bukan pecinta radio, soalnya, apalagi TV*. Kalau kebetulan dengar dari seseorang, atau kebetulan ada radio yang terputar, atau kebetulan-kebetulan yang lain, saya akhirnya jatuh cinta dan mendownload lagunya di situs internet atau memaksa teman untuk mengirimkan ke HP saya *thanks to Bluetooth, it makes everything easier!* Continue reading

just believe. period.

Ketika kamu memiliki keinginan… imanilah, yakinilah. Niscaya, keinginan itu bisa terwujud, selama memang baik untukmu….

Itulah yang sempat dikatakan oleh sahabat saya, Yun, ketika kami ngupi sampai midnite di Starbucks. Menjelang pukul dua belas malam, dia mulai mengutarakan apa yang sedang bergumul dalam hatinya.

Sahabat saya, Yun, memang jarang sekali berpacaran. OK. Nge-date sana sini memang boleh dibilang tidak jarang, tapi untuk akhirnya terlibat dalam satu komitmen serius, sepertinya jarang. Lelaki-lelaki kutu kupret itu hanya datang sebentar, bikin hati berbunga-bunga, lalu mengacaukan suasana, dan memilih pergi. Padahal Yun susah jatuh cinta, sehingga ketika cinta itu tak lagi terasa, dia yang kesakitan karenanya. Continue reading

till midnite, at starbucks

Akhir pekan kemarin, usai datang ke pesta pernikahan Els, sahabat saya, kami (saya, Yun, dan Lin) memutuskan untuk ngupi di Starbucks sebelum akhirnya tepar karena capek dan ngantuk.

Pulang dari acara, kami pulang ke rumah Lin untuk mengganti kostum. Ini harus dilakukan karena kostum kami sungguh tidak layak untuk menghadiri Starbucks yang berkesan casual. Bayangkan kami dengan sepatu hak tinggi, selendang, dan baju bling-bling. Kami cukup tahu diri untuk tidak mengenakan pakaian ajaib itu di tempat nongkrong minum kopi itu. Pertama: karena memang tidak nyaman. Dan kedua: karena kami tidak ingin menjadi tontonan. Hey, kami bertiga ini kan masih butuh tebar pesona dan plirak plirik kanan kiri kan… hehehe… Continue reading

Allah Menjawab Doa Dengan CaraNya

Ini adalah sebuah cerita yang telah berhasil menguatkan saya. Sederhana saja, tapi usai membaca cerita itu, perlahan-lahan saya menemukan kekuatan untuk menghadapi segala pernak pernik hidup yang tak selamanya indah, atau selamanya sedih.

Sengaja saya bagi pada kalian, dengan harapan kalian menemukan kekuatan yang sama, seperti saya….

Allah menjawab Do’a dengan cara-Nya….. Continue reading

my bestfriend’s wedding

Sudah tahu kan, kalau saya punya lima orang sahabat atau teman terdekat? Saya pernah menyinggung mereka di berbagai judul, salah dua-nya *hehe, karena ada dua, bukan satu* adalah those were the days part 6 (apa 7 ya?) My True Bestfriends dan Makasih, Om. Kalau kalian pernah membacanya, saya yakin kalian kenal dengan orang-orang yang saya cintai itu: Lin, Ly, Tat, Yun, dan Els.

Kelima orang sahabat inilah yang selama ini telah berhasil menerbitkan senyum di tengah segala gundah yang pernah ada. Ya, tingkah mereka yang ajaib itulah yang miraculously *bener ga? — sambil garuk-garuk dan nyari kamus yang ga ketemu-ketemu.. damn!* bikin saya senyam-senyum seperti orang sinting πŸ˜€ Continue reading

Catatan Harian

May 2008
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono