archives

Archive for

sempurna

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan selalu memujamu

Kan saya sudah bilang? Kamu sempurna. Tak perlu kamu jelaskan bahwa kamu masih manusia yang tak sempurna, yang punya banyak kekurangan seperti layaknya seorang manusia yang lain, yang masih tertatih-tatih mencari kenyamanan, yang berjuang sampai berkeringat demi membahagiakan diri kamu, keluarga, atau saya… Continue reading

silent mode

Terkadang, atas nama hati, perasaan, dan ketakutan kita terhadap reaksi orang lain, kita memilih untuk diam. Menerima saja. Tidak mengeluarkan segala rasa yang mengganjal, menganggu, dan malah membuat kita perlahan-lahan tidak nyaman.

Lalu ketika itu terjadi, perasaan sakit itu menggerus kenyamanan kita terhadap seseorang. Mungkin malah membuat sebuah rasa menjadi keropos dan perlahan-lahan hilang.

Dan akibatnya, suatu hal yang niatnya baik, yang niatnya tidak untuk mencari masalah, malah ujung-ujungnya membuat semuanya berantakan, karena akumulatif perasaan kesal, marah, tidak suka, dll, dsb.

Akibatnya malah muncul hal-hal yang tadinya tidak perlu terjadi.

Akibatnya malah terbit kata-kata yang jauh lebih kasar… atau malah air mata yang tak seharusnya mengalir…

Dan saat itu…

Semuanya terlambat.

Menyesal? Pasti. Minta maaf? Oh, jelas. Tapi apakah itu akan mengubah segalanya, dalam satu kedipan mata, misalnya? Ow… saya meragukannya. Luka hati tak bisa diobati begitu saja dengan maaf. Butuh waktu untuk mengeringkan luka yang memerah basah, butuh waktu untuk menghilangkan rasa perihnya, baru kemudian tinggal menunggu tindakan kooperatif masing-masing pelaku untuk menyembuhkannya.

….hhhhhh…..

*menghela nafas super berat*

*damn you, silent mode! 😦 *

Andai waktu bisa terputar kembali dan saya bisa jadi paranormal untuk tahu apa yang ada di isi kepalamu saat itu…

Catatan Harian

May 2008
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono