you're reading...
those were the days

those were the days (part. 6 — True Bestfriends)

 I will never forget this song…

Once upon a time, there was a tavern
Where we used to raise a glass or two
Remember how we laughed away the hours,
Think of all the great things we would do

Kalian inget, nggak, waktu kita masih culun-culunnyanya dulu? Lihat photo kita dulu deh, wajah kita bener-bener wajah orang jadul kaaann… Masih yang oh-so-innocent gitu.

Kalian inget, nggak, pas kita sering-seringnya hang out pulang kuliah di excelso apa sekedar nongkrong dan brisik berat di warungnya Pak Djo? Menu standar Nasi Ayam-Nasi Sayur-Mie-apa all mixed up (hehe) ditambah mbanyolin mas-masnya yang bilang kita cuman bisa diem kalo dikasih makan aja?

Kalian inget, nggak seeh, kita tuh selalu jadi the center of attention atau paling nggak, kita seperti hidup di dunia kita sendiri.. Bodo amat sama what other people think, yang penting kita hepi?

Atau.. yang ini.. nih..

Pas kita jalan berenam, eh ralat.. naik motor berenam, boncengan, dan di bawah hujan rintik-rintik (kok jadi mirip lagu2nya Obie Mesakh gini ya? hehe), kita ngelencer ke Pandaan dan makan ayam di Pak Sholeh dan akhirnya Linda jadi ‘ibu2 abis aborsi’?

Then, the busy years went rushing by us
We lost our starry notions on the way
If, by chance, I’d see you in the tavern,
We’d smile at one another and we’d say

It’s hard to imagine.. that we’re all grown up. Yang paling kliatan tuh fisiknya, cara dandan, how we done our hair.. walaupun yang intinya dan saya yakin nggak pernah bisa hilang itu ‘sifat kekanak2an’ kita berenam.. yang masih dan akan selalu jadi ‘stempel abadi’.

But, you see. I’m proud of it. Meskipun kita sudah di atas seperempat abad, meskipun kita semuanya punya kerjaan bagus, tapi kita selalu punya waktu untuk gila-gilaan bareng dan ketawa-ketawa… dan seneng-seneng… dan akhirnya, kita bisa nggak terlalu sedih setiap ada masalah…

I admit.. mungkin kita sudah seharusnya mature, dewasa, dan nggak kebanyakan haha-hehe.. but, honey.. I’m enjoying my life like this. I’m proud of having you, Guys, and proud of being myself — a woman with nice best friends.

Just tonight, I stood before the tavern
Nothing seemed the way it used to be
In the glass, I saw a strange reflection
Was that lonely woman really me?

Through the door, there came familiar laughter
I saw your face and heard you call my name
Oh, my friend, we’re older but no wiser
For in our hearts, the dreams are still the same

Hari ini saya kangen sekali dengan kalian, ingin sekali merasakan kebersamaan itu lagi dan lagi. Ingin sekali tidur di pelukan kalian dengan mata basah, atau merasakan jitakan-jitakan kalian yang mulai keluar kendali kalau sedang gila, atau bercanda-canda dengan kalian sampai perut sakit dan mata berair🙂

Untuk Ly, yang sedang berjuang di negeri nun jauh di mata, yang biarpun jauh tapi tetap terasa dekat (thanks to technology ya Say)…

Untuk Tat, yang kini sudah berubah menjadi ibu-ibu yang meskipun agak sadis *karena sering ninggalin anaknya buat kumpul-kumpul sama kita-kita.. hehehe* dan jadi ibu kepala yang pengertian…

Untuk Lin, yang sedang berusaha memahami perasaannya sendiri, menghilangkan segala gundahnya terhadap pencariannya akan cinta yang terasa sombong buat dia…

Untuk Yun, yang sedang sibuk menata perasaannya, yang berjuang untuk keluarganya, yang tak pernah berhenti berperang untuk kebahagiaannya…

Untuk kamu juga, Els… yang sekarang sedang sibuk dengan persiapan pernikahan akhir minggu ini sampai-sampai kami nggak tega mengajak kamu kumpul-kumpul untuk wisata kuliner… selain takut mengganggu, juga takut ntar baju pengantinnya nggak cukup… hehehe…

Segala cinta ini, saya persembahkan buat kalian semua, para sahabat-sahabat saya.

Kalian adalah segala pelita ketika saya sedang gelap.. Kalian adalah jaring-jaring penyelamat ketika saya berbuat bodoh dan ingin ‘terjun bebas’ *masih ingat soal Joe sinting itu, kan, Lin, Tat?? Betapa kalian harus kerepotan membuat saya tersenyum lagi?* Kalian adalah mata ketika saya membuta, telinga ketika saya menuli, dan kaki-kaki yang menjejak tanah ketika saya melumpuh..

Terimakasih untuk sepuluh tahun persahabatan yang penuh liku tapi membuat saya menyadari bahwa kalianlah penguat saya. Terimakasih untuk sepuluh tahun yang penuh tawa dan canda. Terimakasih untuk sepuluh tahun kehadiran kalian dalam hidup saya, menyemarakkan hidup saya dengan tingkah kalian yang konyol, aneh, dan sering nggak penting itu.. hehehe…

Thank you Guys… Thanks banget…

Memang, tak selamanya kita akan bersama seperti sekarang. Kelak, entah kapan, tapi pasti, kita akan sibuk dengan hidup kita masing-masing. Kita akan merindukan hari-hari ketika kita masih lengket berenam dan gila-gilaan sampai lupa waktu.

Dan sebelum saat itu tiba, ketika kita harus merelakan masa-masa ‘gila’ kita untuk berakhir… Saya cuman ingin bilang, saya sayang kalian semua… Saya percaya, meskipun kelak jarak membuat kita harus menahan rindu sebelum bertemu, no matter how far we will be apart… i will always have you all in my deepest heart.

Those were the days, my friend
We thought they’d never end
We’d sing and dance forever and a day
We’d live the life we’d choose
We’d fight and never lose
Those were the days, oh yes, those were the days

Girlz…

You’re all my true bestfriends… I love you! Mmmuuaccchhh!!!🙂

cerita lain: lala, si pembangkang ; cinta monyet ; I can write nostalgia SMA kita ; my sister, my idol ; somethings are better left unsaid

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

2 thoughts on “those were the days (part. 6 — True Bestfriends)

  1. (sedikit) terharu..

    Posted by Rere | May 6, 2008, 5:15 pm
  2. Laa.. print nih postingan gih terus kasihin ke semua yang namanya elo sebutkan di atas😉

    Posted by Indah | March 10, 2010, 11:07 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: