you're reading...
Penting Ga Penting...

nasehat

Mudah ya, untuk menasehati orang lain sampai mulut berbusa-busa dan kita begitu kreatif merancang susunan kata-kata sampai membuat lawan bicara termehe-mehe saking terpesonanya atau saking tersudutnya?

Ini yang selalu saya rasakan ketika beberapa sahabat datang mengadu. Bertanya ini itu, bagaimana mencari jalan keluarnya, bagaimana kalau melakukan ini saja, itu saja… Dan segala pertanyaan lainnya yang ujung-ujungnya akan terdramatisir dengan nasehat-nasehat super beautiful dari mulut saya.

Oh No.

Betapa mudahnya untuk memberikan nasehat, seolah kita adalah makhluk yang bijaksana, seolah kita bisa memberikan solusi yang terbaik untuk orang lain, padahal ketika kita sedang terpuruk lalu nasihat itu terdengar kembali di telinga kita tetapi melalui mulut orang lain, kita malah merasa “Ini orang sok tahu bener, sih…” atau ini “Ya ya, it’s easy for you to say… Lo nggak tahu apa yang gua adepin, sih…”

Itu biasanya.

Dan itu yang sering terjadi pada saya.

Saya pernah bergabung di suatu milis yang kebanyakan membernya adalah perempuan-perempuan, mungkin seumuran atau yaaa… 20 s/d awal 30-an lah. Di sana, saya sering menjadi member pasif yang hanya membaca, menganalisa, dan merangkum semuanya dalam bentuk tulisan. Lama kelamaan, saya mulai mencoba untuk berinteraksi dengan mereka. Mencoba memberikan pendapat dan ternyata… they liked it. Beberapa masih berkomunikasi dengan saya (Hi, Nia. Yes, it’s you I’m talking about! hehe), beberapa juga ketemu sekali dua kali di yahoo!messenger… Intinya sih, saya sempat merasa menjadi orang yang bermanfaat buat orang lain, karena ada beberapa pendapat saya yang mereka anggap baik.

Ketika teman sedang patah hati dengan dahsyatnya, saya pernah bilang, “Hey, nikmati saja dulu lukanya. Percuma runaway, karena luka itu sebenarnya masih ada. Cuman waktu yang bisa mengobati dan kamu tidak berdaya melawan waktu… Percayalah, everything happens for reasons, hikmah memang tidak bisa dilihat sekarang, ketika kita sedang fokus pada kesedihan. Tapi suatu saat kelak, ketika kamu mulai bisa menata diri lagi, kamu akan tahu, bahwa ada suatu pelajaran yang sedang kami pelajari. Dan tahu-tahu, kamu malah sudah pintar saat itu :)”

Dan oh ya, saya juga pernah bilang begini:

“Setiap lelaki yang datang dalam kehidupan kamu, tidak akan datang tanpa misi, Jeungs. Setiap sentuhan mereka dalam hidup kamu, tidak akan percuma. Mereka datang membawa misi. Mungkin, untuk membuatmu lebih dewasa. Mungkin juga, untuk membuatmu belajar. Mungkin dia malah datang untuk menunjukkan bahwa ada lelaki yang jauh lebih sempurna dari dari… Misi itu, akan kamu ketahui kelak. Tidak sekarang. Tidak saat kamu masih terbelenggu dengan rasa sakitmu ini…”

Dan..

“Berhentilah memanjakan rasa sakitmu. Berhentilah menaburi garam di atas lukamu sendiri. Cobalah untuk menghadapinya. Memang sakit, memang butuh kekuatan, tapi percayalah.. it will feel so damn good when it ends.”

Itulah sekian dari beberapa ‘nasehat’ yang saya berikan pada sahabat-sahabat atau pada siapapun yang datang untuk mengadu. Biasanya, saya menyelipkan kata-kata ini “I know it’s easier said than done, but believe me, you better try it… It’s worth a shot.” Karena memang, lebih mudah mengungkapkan kata-kata semanis mutiara kepada orang lain, daripada mengaplikasikannya sendiri saat hati sedang dirajam gundah gulana.

Seperti yang terjadi sekarang.

Ketika saya sudah sampai pada kondisi ‘terkapar’, nasehat-nasehat serupa tapi sama terngiang-ngiang di telinga saya lewat mulut para sahabat. Intinya sama, bilang, untuk mengambil semua hikmah. Bilang, Tuhan punya rencana indah. Bilang, ini semua karena ada alasannya. Dan juga bilang, jangan terlalu larut dalam duka. Fight, kata mereka. Be strong. Be tough.

Tapi….

Saya nggak bisa😦

Hmmm… entahlah.

Saya jadi berpikir, sombong sekali saya pada saat itu, ketika mereka, Para SakitHatiers, yang datang mengadu dan meminta petunjuk bapak Presiden.. ups, meminta nasehat pada saya, lalu saya dengan lancarnya menasehati mereka dari A sampai Z. Bilang bahwa semua ini pasti akan berlalu, tapi saya lupa, mereka yang sedang mengadu ini, hatinya sedang berperang sendiri. Mungkin mereka memiliki keinginan yang tak tersampaikan, mungkin mereka hanya ingin dibenarkan saja.

Dan saya ingat, bahwa nasehat… adalah nasehat… kalau memang sedang dibutuhkan.

Dan nasehat… akan menjadi omong kosong… kalau memang sedang tak diinginkan.

Hm.

Bukannya saya sudah ogah-ogahan lagi kalau ada sahabat yang minta pendapat, tapi mungkin, lain kali, saya akan lebih berhati-hati dan tidak arogan ketika mengungkapkan pendapat.

Eh, siapa tahu yang diingat bukan nasehatnya,

tapi gaya bicara saya yang super arogan dan menganggap nasehatnya adalah te-o-pe be-ge-te???

Ah sutralah……… Capppeeee….🙂

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

3 thoughts on “nasehat

  1. nasehat kamu berguna kok untuk aq…
    tapi aq payah sekali dalam memberikan nasehat..
    kamu kasi berikan lelaki baru saja ya, mau??

    Posted by niaalive | April 23, 2008, 7:08 pm
  2. maksutnya, kamu aq kirimin lelaki baru aja ya dari jakarta, mau gaaak??

    Posted by niaalive | April 23, 2008, 7:09 pm
  3. Hahaha..

    Kalau gua malah kadang berpikir ketika kita menasihati orang lain, in away yaa ± itu kata2 yang ingin kita dengar ketika kita dalam posisi mereka, Laa😉

    Tapi emang benar seeh, kadang yaa must learn to shup up a bit juga kalau ga dimintain nasihat, hehehe😀

    Posted by Indah | February 26, 2009, 8:18 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: