you're reading...
Thoughts to Share

kulit

Suatu sore menjelang Maghrib, saya mengantri untuk wudhu di sebuah mushola suatu Mal. Di antara kerumunan orang itu, ada seseorang yang menarik perhatian saya. Dia terlihat berbeda dan membuat saya melamun (bukan jorok), lalu mulai berpikir.

Dari penampilannya yang super stylish dan a bit nyentrik (rambut kriting kruwel-kruwel pendek berwarna merah pirang, baju sport otomotif dan celana jeans belel, gelang-gelang rantai, dan wajah yang garang mirip preman), saya langsung terpesona dan bilang dalam hati, “Ow, ternyata biar nyentrik-nyentrik begini dia masih ingat buat sholat yaaa….”

Sambil menunggu wudhu, ternyata si Nyentrik itu sudah selesai dan masuk ke dalam mushola terlebih dulu.  Saya masih di luar, menanti giliran.

Beberapa menit berikutnya, saya masuk ke dalam mushola. Alih-alih segera mempercepat pemakaian mukena, saya malah terpesona dengan barisan manusia-manusia yang sedang sholat berjama’ah dan dipimpin oleh seorang Imam yang melantunkan kalimat-kalimat indah Al-Qur’an dari mulutnya.

Saya terpesona, sekali lagi.

Ternyata yang menjadi Imam, yang bersuara merdu, dan memimpin sholat Maghrib saat itu adalah si dia, Si Nyentrik, yang tadi sempat saya bilang mirip preman.

Alangkah terharunya saya, ketika dia selesai sholat, masih membimbing mereka-mereka dalam doa yang cukup panjang dan sangat fasih. Rasanya, jika saya menutup mata saya dan bermodalkan pada pendengaran saya saja, mungkin wajah Si Nyentrik itu tidak akan pernah terbayang. Yang terbayang pastilah orang-orang dengan jenggot jarang-jarang, berpakaian panjang-panjang berwarna putih, pembawaan yang tenang, dan rambut yang terpangkas rapi. Sulit bisa membayangkan bahwa yang bersuara merdu tadi adalah laki-laki yang tadinya saya pikir “hebat, ya, masih ingat sholat…”

ehhh.. ternyata dia malah jadi Imam…🙂

Dari situ, saya akhirnya sadar, bahwa kulit bukanlah segalanya. Keimanan dan kecintaan seseorang terhadap Tuhan tidaklah diukur dari penampilan semata. Kita tak pernah tahu sedalam apa rasa cinta seseorang terhadap Sang Pencipta, karena itu ada di dalam hati mereka dan hanya Tuhan yang bisa mengetahui kedalamannya.

Ibadah tak perlu dibuktikan kepada manusia yang lain.

Bagaimana kita mensyukuri hidup, tak perlu kita tunjukkan pada orang lain.

Belum tentu mereka yang berpenampilan nyentrik, cintanya tak sedalam orang-orang yang berpenampilan santun, kan?

Bagi saya pribadi, mereka memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan rasa cinta mereka… Dan Tuhan memang tak pernah tidur. Dia lebih tahu, dibandingkan kita semua…

Don’t judge a book by its cover.

Kini, saya baru benar-benar mengetahui maknanya🙂

 

mungkin ada yang tidak setuju,

but, hey… it’s just my thought ^_^

 

 

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

2 thoughts on “kulit

  1. ibu saya pernah bilang begini, ” kamu mau kelakuan kayak apa terserah kamu, tapi jangan pernah kamu tinggalkan sholat”
    dia cuma bilang sekali, tapi saya terus ingat seumur hidup

    Posted by niaalive | April 23, 2008, 7:06 pm
  2. nice story la,emang jangan dipandang remeh,kita gak pernah tau,bisa jadi dia lebih baik dari kita,atau ahli surga,bisa jadi kita yg doyan ibadah malah ahli neraka,naudzubillah.

    oh ya,kalo saya ada tampilan kayak ustad gak la? meskipun gak berjenggot panjang2 hehehe,jenggot sih punya tapi gak terlalu panjang sampai bisa dikepang sih,hahaha…

    btw kata ustad saya sholat itu ibarat kita menceburkan diri ke sungai yg lewat di depan rumah kita,jadi kalau sholat 5 waktu nyeburnya 5 kali,jadi pasti hati kita akan terkena cahaya kebersihan ilahi,makanya sholat dulu deh,insya Allah jiwa kita ikut bersih sedikit demi sedikit,hehehe:D

    Posted by didot | March 17, 2010, 11:40 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: