you're reading...
Blings of My Novels, Novelet Bersambung: Mei & June

mei and june (11)

Everytime we say goodbye, I die a little,
Everytime we say goodbye, I wonder why a little,
Why the Gods above me, who must be in the know.
Think so little of me, they allow you to go…

 

Mei di sana.
Dalam belahan bumi yang berbeda, di mana langit tak sama gelap dan matahari tak akan bersinar sama terang. Dunia di mana ia dua belas jam lebih awal, di sanalah seorang perempuan cantik dan lugu itu kini berada.

Apa yang sedang dipikirkannya?

Mungkinkah ada dirinya dalam setiap sentimeter ingatannya?

Matt sendiri, di tepian Pier 39 yang kini anginnya meniup dengan sakit di sekujur tubuhnya. Biasanya ada Mei di sampingnya, bercerita tentang hal-hal tak penting yang akhirnya malah bisa membuat mereka tertawa. Kini kebersamaan itu telah hilang lenyap dari hari-hari Matt. Tak ada lagi senyum Mei. Tak ada lagi sentuhan ragu-ragu Mei atau juga pandangan malu-malu perempuan dengan mata kucing yang sangat cantik.

Mei tak lagi bisa terjamah olehnya.

Kini perempuan itu terbang kembali ke pelukan negeri yang sudah sekian tahun ditinggalkannya.

Kenapa selalu tak cukup waktu untuk cinta?
Kenapa cinta datang ketika ia telah berjanji pada perempuan lain untuk selalu terus mencintai dan menjaganya, sampai maut memisahkan mereka?

Pier 39 yang dingin seperti membekukan air mata Matt. Meskipun hatinya sakit dan merintih terus, dia hanya bisa duduk diam di bawah pelukan langit yang semakin menggelap. Kini ia tahu bagaimana rasanya sunyi di tengah keramaian. Kini ia tahu seperti apa rasanya ingin berlari, tapi kakinya terpasung.

Ia tak bisa meninggalkan Sybil.
Tapi ia juga tak ingin kehilangan Mei.

Matt tersadar kembali karena sebuah suara memanggil namanya. Dia mengangkat wajahnya dan melihat Gaby, waitress muda sedang mengulurkan telepon di depannya.

“Mrs Robinson is on the line…”

“Oh, okay. Thanks, Gaby.”

Gaby tersenyum sambil berlalu dari pandangan Matt. Lelaki itu menarik nafas sebentar sebelum akhirnya mulai berbicara dengan istrinya.

“Yes, Hon, what’s wrong?”

Dan ingatannya tentang Mei pun menguap seketika.

to be continued

mei and june (12)

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: