you're reading...
daily's blings, Thoughts to Share

yang tak pernah bermimpi

Ketika banyak teman bermimpi untuk melihat dunia, saya malah tak pernah bermimpi muluk tentang pergi dari rumah lalu berkelana dan mengembara ke negeri lain yang menawarkan pelangi sejuta warna.

Ketika mereka begitu terobsesi untuk membentangkan sayap lebar-lebar dan terbang kemana sayap mereka membawanya, saya malah tak pernah berkeinginan untuk terbang dan menyimpan rapat-rapat sayap saya dan mengelus-elusnya sambil membayangkan betapa sakitnya jika saya harus terbang lalu jatuh dan terluka.

Ketika saya tanya, mengapa harus merasa keinginan yang menggebu tentang menjauh dari rumah dan berteduh dengan tenaga yang mereka punya, jawabnya hanya karena aku ingin terbang… karena aku ingin mencecapi hal-hal baru…juga supaya aku dewasa… juga supaya aku menjaga diriku dari semua keputusan yang sudah aku ambil…

Lantas artinya… tidak dewasakah saya?

Yang ingin tetap di sini, dikelilingi cinta yang sudah seperti selimut tebal ketika tubuh menggigil kedinginan?

Yang tak ingin terbang jauh dan kembali pulang, yang tak ingin pergi kemana-mana?

Kata mereka:
karena kamu orang rumahan

tapi saya jarang di rumah….

Kata mereka:
iya, tapi kamu terlalu dekat dengan keluarga sehingga membunuh keinginanmu untuk pergi, mencari remah-remah bahagia di tempat berbeda

salahkah saya jika keluarga adalah hal terbaik yang pernah saya miliki? dan sudah cukup saya kehilangan Pelita Hati saya lalu memutuskan untuk dengan sekuat tenaga bisa tetap di sini?

Kata mereka:
atau karena kamu takut?

takut ya? hh… entahlah….

Kata mereka:
kalau bukan takut, jangan bilang kamu bukanlah manusia yang tak pernah punya mimpi…

atau mungkin, iya?

Kata mereka:
karena kami tahu, kamu punya mimpi indah soal jadi penulis terkenal suatu saat nanti…

lantas apa? kalau bukan karena saya penakut… kalau bukan karena saya tak berani bermimpi…

Kata mereka:
mmmm… kami tahu…. mungkin karena…. kita berbeda…. bukan karena kamu tidak dewasa… tapi karena prioritas dalam hidup kita adalah tidak sama…

Masih kata mereka:
dan mungkin… karena belum ada suatu kondisi yang membuat kamu harus meninggalkan semua kenyamanan ini?

*langsung ingat pada dia yang pernah bilang, bahwa kelak, kemanapun kakinya melangkah, harus ada saya di sisinya*

Kata mereka:
sudahlah, jangan terlalu dijadikan beban. Pergi atau tinggal, tidak menjadi patokan bagi kami untuk menilai kamu. Karena kita tidak sama. Toh, kita juga tidak pernah bermimpi untuk menjadi penulis, tidak seperti kamu yang menganggap bahwa menulis seperti pemuasan dahaga batin, kan?

Kata mereka, masih kata mereka lagi:
tak ada manusia yang sama persis, bahkan si kembar identik sekalipun. Entah fisiknya, entah keinginannya. Itulah yang membuat hidup lebih berwarna, bukan monokromatik.
Dan apakah kamu tidak penasaran, siapa yang sesungguhnya tidak dewasa. Orang yang tetap tinggal bersama dengan keluarga yang dicintai dan mencintainya, atau orang-orang seperti kami ini yang tak betah ada di rumah lalu melakukan segala cara untuk terbang ke dunia dengan langit yang tak akan pernah sama terang?
Bukankah ini seperti melarikan diri dari suatu kondisi, mencoba untuk mencari kenyamanan yang tak didapat?

Lalu, di ujung sebuah percakapan semalam, seorang sahabat bilang begini:

jangan takut untuk merasakan pahit di dalam sebuah bongkahan gula. Karena lidah kita tidak sama, karena indera kita diciptakan dengan spesifik dan rapi oleh Tuhan. Jadi berhentilah bertanya ini itu. Kamu tahu, pencarian terhadap keinginan diri sendiri akan membuat kamu lelah dan mungkin kamu akan tidak pernah berhenti meskipun kamu telah berteriak kesakitan.
Dan…
asal kamu tahu. Siapa bilang aku nggak ingin tetap di sana sementara sayapku terlalu egois untuk menurut?
Nikmati saja seorang dirimu. Tak perlu kamu banding-bandingkan dirimu dengan yang lain, karena di situlah kamu akan menemukan betapa uniknya dirimu dibanding orang lain.. lalu berbanggalah, bahwa kamu adalah one of a kind.

Dan…

Saya mencoba untuk berbangga dengan diri saya yang one of a kind ini. Damn it’s not easy!🙂

 

 

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

4 thoughts on “yang tak pernah bermimpi

  1. hmmm.. agak gak ngerti ini dalam hal apa ya? asmara or karier or life itself?
    kalu aq emang punya jiwa petualang, pin nya kemana-mana, hidup cuma sekali, uang bisa dicari, tapi pengalaman? gak akan pernah keulang lagi,,
    aq taru mimpi aq tinggi-tinggi, supaya aq bisa liat yang indah-indah dan punya semangat untuk menggapainya,,

    hidup aq sekali lagi cuma sekali, maka aq nikmati sampe gak ada yang tersisa =)

    it’s easy lho,,, =) dan menyenagkan pastinya

    it’s about life itself.
    Hmmmm… I envy those who have huge dreams… like I envy you, nia!

    Posted by niaalive | April 21, 2008, 12:34 pm
  2. apa kalo orang rumahan tidak bisa ‘terbang’? kalo lebih dekat dengan keluarga apa berarti tidak punya mimpi?picik sekali jika hanya berpikir demikian. mimpi orang bisa berbeda, dan konyol jika lewat mimpi bisa mengidentifikasi kedewasaan seseorang. kadang tidak semua masukan orang mesti kamu terima, dengarkan, filterlah, kalo sesuai terima, kalo tidak lepaslah. toh ini hidupmu. kendalikan hidupmu, jangan orang lain yang mendiktemu.

    Posted by Rere | April 22, 2008, 5:26 am
  3. apanya yg terinspirasi dari GWnya ini post???
    kukurkukurkukur
    🙂 Lilyana

    Sebentar… sebentar…
    Apanya yah???
    hihihi.. lupa!

    Posted by lily | October 13, 2008, 12:08 am
  4. Hmm..

    Apa kedewasaan berarti harus meninggalkan tempat selama ini dia dibesarkan?

    I don’t think so.

    Walau memang benar ketika jauh dari rumah memang memungkinkan tempaan yang mau ngga mau seharusnya bisa lebih mendewasakan seseorang.

    Impian tiap orang beda.

    And gua rasa ngga ada mimpi yang terlalu besar and terlalu kecil, semua yaa balik lagi ke orang yang memimpikannya😀

    Posted by Indah | February 26, 2009, 8:40 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: