you're reading...
daily's blings, precious persons

buat mami

Mami…

Maaf, lama tak bercerita. Waktu Lala habis untuk memikirkan hal-hal lain, merindukan hal-hal lain… padahal, hanya Mami yang selalu merindukan Lala, yang selalu memikirkan Lala, tepat di sisi Dia, sang Segalanya, yang sedang duduk persis di samping Mami.

Ketika sedang sendiri begini, Lala ingat Mami, kangen Mami. Apalagi ketika melihat banyak sahabat yang berlari memeluk Mamahnya, Ibunya, Bundanya, ketika hati mereka sedih dan air mata menderai tanpa henti. Sedikit iri karena Lala tak bisa berlari memeluk Mami. Sedikit iri karena Lala harus mencari Mami di dalam hati, berjuang keras untuk memunculkan imaji sosok Mami, lalu menangis karena tak bisa menyentuh Mami… disentuh Mami.

Ternyata sudah enam tahun ya, Mi, sejak terakhir kita bertengkar… sejak terakhir menolak keinginan Mami untuk tidur siang di hamparan kasur di bawah tempat tidur Mami *seandainya Lala bisa memutar kembali sang waktu, lalu melakukan semua yang Mami pinta*… sejak terakhir kali Mami menatap Lala sambil mencoba untuk memberitahu soal waktu yang menghabis tapi anakmu ini tak peduli (dan tak tahu)….

Enam tahun berlalu, banyak yang sudah terjadi.

Mami pasti tahu kalau Q sudah semakin besar, gendut, lucu, pintar, dan bandel kan Mi? Kulitnya agak menggelap sekarang. Maklum, sering main. Padahal Mami ingat kan, ketika lahir dulu, dia adalah bayi paling gemuk dan paling bersih di seluruh rumah sakit yang lahir pada hari itu?

Oh iya. Qe sekarang makin mirip dengan Mami lho. Iya. Rambutnya keriting, seperti Mami. Wajahnya pun cantik, sama seperti Mami. Seringkali kami, anak-anakmu ini, merindukan Mami hanya karena melihat wajah mungil Qe. Mungkin karena kangen yang berlebihan, sehingga kami berhalusinasi, ya… πŸ™‚

Mbak Pit lagi asyik menjajal kepiawaian masaknya, Mi. Sekarang dia sibuk jadi ‘bos’ buat usaha masakannya, sekaligus menikmati karir yang mulai menanjak. Alhamdulillah, semuanya lancar… Pasti berkat doa Mami juga, kan? Hayooo.. ngaku aja deh, Mi.. ^_^

Kalau Bro…
Sekarang kalau pergi kemana-mana, Lala numpang di mobil barunya Bro, Mi. Akibatnya jarang ada di rumah 😦 Nggak apa-apa ya, Mi, daripada Lala bengong di rumah…
Bro tambah sukses aja, Mi. Karirnya bagus, gajinya juga… Wah, bangga deh Mi, punya kakak seperti Bro. Dan seperti biasanya, Mami juga pasti bangga kan sama Bro… Abis, satu-satunya anak Mami yang super cerdas itu kan Bro, Lala mah biasa aja.. hehehe…

Nah…
Kalau Lala…
Duh, sekarang Lala makin nggak jelas aja hidupnya πŸ™‚ Putus cinta berkali-kali, dibohongin laki-laki berkali-kali. Kalau Mami masih ada, mungkin Mami sudah bosan setiap kali Lala curhat soal cinta, cinta, dan cintaaaaaa melulu. Sampai sekarang, belum ada laki-laki yang berhasil Lala ‘perangkap’ untuk jadi suami nih, Mi. Kapan ya, ada lelaki yang ‘khilaf’ dan bersedia jadi suami Lala? hehehe….

Mmm…

Ternyata enam tahun bukan waktu yang cukup panjang untuk bisa menghapus kesedihan akan kehilangan Mami ya? Karena baru Lala sadari sekarang, ketika Lala sedang sedih begini, yang Lala butuhkan adalah peluk tangan Mami, mengusapi punggung Lala, dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja…

Enam tahun juga tidak cukup lama untuk membuat Lala berhenti merindukan Mami dan merasa Mami masih ada di sini. Tidak bisa membuat Lala berhenti membayangkan indahnya hidup ketika Mami masih ada dan kalau Mami masih ada.

Kini,
hari ini,
Lala ingin Mami tahu.
Bahwa dalam segenap nafas Lala…. selalu ada doa untuk Mami.

I love you, Mom…
Semoga Lala bisa menuju Surga dan menemani Mami di sana..

(amien)

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

2 thoughts on “buat mami

  1. hiks,, aq jadi terharu,, aq masi punya Ibu yang cerewet setenga mati, tapi belakangan, karena tekanan kerjaan, aq galak sekali dengan beliau, aq mesti minta maap kayaknya,, sebab emang hanya buat dia lah aq hidup…

    mmm.. like that saying “We don’t know what we’ve got till it’s gone… ” Right?

    Posted by niaalive | April 21, 2008, 12:24 pm
  2. tante, kenalin ini rere. tante, kemarin katanya anak tante ini kangen. harusna kalo kangen, ya harusnya diluangkan waktu buat ke tempat tante yah. kayakna anaknya mesti ‘dipentung’ tuh.. rere bantu doa ajah deh..

    Posted by Rere | April 22, 2008, 5:36 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: