you're reading...
daily's blings, Thoughts to Share

the break up

Setelah sekian tahun sejak pemutaran perdana film the break up di putar dan menimbulkan banyak gosip soal hubungan Vince Vaughn dan Jennifer Aniston yang katanya berlanjut di luar script (apalagi saat itu Jen sedang berduka karena Brad Pitt memilih untuk mencintai perempuan lain — dan bikin saya sempet ilfeel sama Angelina Jolie.. hehe… sok ngerasa sehati…), saya menonton lagi filmnya lewat media dvd, di televisi depan tempat tidur saya, di kamar yang sudah sering saya tinggalkan itu, semalam tadi.

Oh ya, ini bukan review soal filmnya (walaupun sebenarnya, ini adalah termasuk film yang bagus, menggambarkan hubungan manusia secara jujur, dan memiliki makna yang dalam), tapi saya ingin mengambil sedikit inti ceritanya, membaginya pada semua orang, bahwa sebenarnya, kita harus berhati-hati dalam menanggapi suatu permasalahan.

Mereka, Brooke (Jennifer) dan Gary (Vince) adalah pasangan yang serasi, kompak, dan lucu. Sudah memiliki sebuah apartemen yang cukup mewah lalu tinggal di sana selama beberapa tahun. Uniknya, mereka berdua mempunyai karakter yang saling berlawanan. Brooke yang terbiasa dengan kerapian luar biasa dan Gary adalah laki-laki yang dodol surodol alias tak bisa meletakkan kaos kaki di tempatnya, baju berserakan, suka main games di depan LCD teve mereka, dan acuh tak acuh saat Brooke minta a little favor yaitu mencuci piring.

Cerita yang bergulir setelahnya sangat menarik (agak mengenaskan, lebih tepatnya).

Hanya karena beragurmentasi soal berap jeruk yang seharusnya dibeli, kenapa Gary tidak berinisiatif untuk membantu membereskan piring kotor dan menunggu disuruh, lalu kenapa Brooke seolah tidak memberikan waktu sebentar saja supaya Gary bisa istirahat setelah dari pagi hingga malam menghabiskan waktu untuk menafkahi kehidupan mereka berdua… akhirnya mereka memilih untuk berpisah.

Padahal mereka masih saling mencintai. Padahal mereka masih saling membutuhkan tapi terlalu egois untuk mengungkapkan semua perasaan mereka. Dan mereka menunggu yang lain untuk mengerti, tanpa mereka melakukan sesuatu untuk menghangatkan kembali hubungan yang semestinya tak perlu berakhir.

Percakapan yang mengguncang hati saya semalam adalah ini:

Brooke: I just don’t know how we got here. Our entire relationship, I have gone above and beyond for you, for us. I’ve cooked, I’ve picked your shit up off the floor, I’ve laid your clothes out for you like you’re a four year old. I support you, I supported your work. If we ever had dinner or anything I did the plans, I take care of everything. And I just don’t feel like you appreciate any of it. I don’t feel you appreciate me. All I want is to know, is for you to show me that you care.
Gary
: Why didn’t you just say that to me”
Brooke: I tried. I’ve tried.
Gary: Never like that, you might have said some things that meant to imply that, but I’m not a mind reader…

Hanya itu.

Pengakuan dari kekasih bahwa kita dibutuhkan, diperhatikan, dan disayangi, tapi karena kesalahan intepretasi, penggunaan kalimat-kalimat tak perlu yang menyakitkan hati, tindakan-tindakan berlebihan seperti membanting telepon, pintu, dan berteriak histeris tak jelas, akhirnya hubungan yang indah itu harus berakhir.

Dan semuanya seharusnya bisa terantisipasi oleh komunikasi… oleh penyampaian dari hati ke hati dengan hati-hati… semuanya bisa terjembatani oleh keterbukaan, bukan menyimpan segala sesuatunya sampai semuanya terlambat.

Film itu berakhir dengan perpisahan. Meskipun masih saling mencintai, ternyata luka yang terjadi saat mereka saling ‘membunuh’ hati satu sama lain, memaksa mereka untuk tak bersatu lagi.

Ternyata, cinta bisa terbunuh hanya karena keegoisan kita. Hanya karena kita berhenti mensyukuri keberadaan pasangan. Hanya karena kita terbiasa dengan kehadiran pasangan sehingga lupa berterimakasih kepadanya yang tetap setia. Hanya karena kita merasa kitalah yang berjuang dalam mempertahankan hubungan cinta ini, padahal kita tak pernah tahu, apa yang sudah ia lakukan demi menjaga kita tak pernah pergi.

Inilah yang akhirnya membuat saya menangis.

Karena saya pernah begitu egois dengan dia. Berkata bahwa hanya saya yang ingin mewujudkan mimpi kami, sementara dia hanya diam saja tanpa melakukan apa-apa, sampai akhirnya dia lelah… Padahal akhirnya saya tahu, dia telah melakukan banyak hal untuk saya, tapi saya melupakannya…

Film ini seperti menjadi klimaks dalam hubungan saya dan dia. Membuat saya sadar bahwa cinta tak harus membuat kita menjadi egois, tapi menjadi lebih dewasa….

Saya sedang belajar….. dan semoga kalian juga.

don’t take your love for granted… I mean it 🙂

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

6 thoughts on “the break up

  1. Nice..
    Never take anythin’for granted actually.. not only love..

    setujjjuuuhhh…. 🙂

    Posted by niaalive | April 14, 2008, 11:54 am
  2. kita lupa bahwa laki-laki dan perempuan punya cara yang beda dalam mengekpresikan cinta. karenanya Tuhan menciptakan saling berpasangan agar melengkapi. tanpa tulang rusuknya, kita tak mungkin berdiri tegak.

    Posted by Rere | April 14, 2008, 2:59 pm
  3. *hiks sentrup sentrup hiks*
    mengharukan
    *mata melek*
    panjang juga ya
    akhirnya aunty mendapatkan pelajaran dari movienya Vince ama jeni 🙂
    Saya juga belajar deh…

    Posted by avy | April 15, 2008, 1:46 am
  4. setuju komen rere

    *aku juga pernah ngrasa hal ky gt 😦 *

    Posted by masmoemet | April 15, 2008, 10:40 am
  5. perempuan katanya punya 9 perasaan dan 1 akal…
    dan laki-laki punya 9 akal 1 perasaan…

    Posted by Menik | April 17, 2008, 10:50 pm
  6. saya minta tolong movie scriptnya dikirim ke email saya, coz untuk bahan thesis saya

    Ah, Novi.. kebetulan saya nggak punya tuh… kalo quotesnya, bisa cari di google yah… sorry ga bisa bantuin…

    Posted by novi | July 10, 2008, 10:49 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: