you're reading...
Blings of My Novels, Novelet Bersambung: Mei & June

Mei and June (2)

Suara lembut Frank Sinatra mengalun dari cd rom komputernya. Dia memang pecinta penyanyi legendaris itu. Bahkan dia mengkoleksi beberapa buah piringan hitam Frank Sinatra yang dia pasang hanya dalam waktu-waktu tertentu. Saat dia sentimentil, saat dia ingin memanjakan kupingnya sebentar sebelum terjebak lagi dengan alunan lagu-lagu up to date yang harus dia dengarkan demi kenyamanan pengunjung cafe tempatnya mendulang rejeki.

Saat me-review hasil laporan keuangan, sebuah ketukan perlahan membuatnya mengangkat wajahnya dari balik lcd monitor. Di balik pintu yang terbuka separuh itu, ada James di sana. Menunggu dengan sabar, sambil tersenyum. Sangat manis. Dia menahan pintu dengan tangan kirinya yang kokoh.

 

Sorry…. five more minutes…”

James mengangguk. Take your time, June. Aku tunggu di bawah, okay?”

Don’t do anything bad, will ‘ya?” June mengedipkan matanya. Laki-laki itu hanya melemparkan senyum manjanya, seperti biasa.

Saat James berlalu, June menghempaskan tubuhnya di punggung kursi kerjanya yang super empuk dan nyaman. Dia mengangkat kedua kakinya di atas meja lalu menggigit ujung pulpennya. Bayang-bayang kabur tentang masa depannya seperti terentang dalam satu kelebatan pandangnya.

Ada James.

Ada dirinya.

Dan…

Seorang lagi.

June mengelus-elus perutnya dengan sayang. Sebuah letupan kecil membuat hatinya bergetar. Air matanya mengalir perlahan tanpa sempat ia hapus lagi dengan ujung jarinya.

“Hi you little one…” June membisik dengan air mata tumpah. “Wait until Mommy tells your Daddy… okay?”

Dan getaran tak biasa itu menggetarkan dinding hatinya lagi. Apa yang harus June katakan pada James? Mungkinkah lelaki itu mengurungkan niatnya untuk pergi setelah mendengar cerita June? Mungkinkah segala maha rencana yang telah dipersiapkan James enam bulan belakangan ini menjadi gagal karena sebuah noktah tanda cinta mereka berdua telah tumbuh di perut June?

 

Your Daddy is leaving, Anakku… Mommy nggak tahu harus bagaimana lagi…

Setelah lima belas menit dia menghabiskan waktu dengan deraian air mata dan suara Frank Sinatra yang mengalun lembut, June memutuskan untuk menemui James. Lelaki yang mencintainya… tapi June tak tahu, apakah cintanya buat June cukup besar untuk membuatnya tetap tinggal di sini.

to be continued…

mei and june (3)

 

 

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Mei and June (1) « the blings of my life - April 7, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: