you're reading...
daily's blings, Thoughts to Share

a slap in the face

Pagi ini dimulai dengan ritual seperti hari-hari sebelumnya. Sampai di kantor pagi-pagi *sampai saingan dengan office boy kantor..hehe*, menyapa OB yang sedang sibuk mencuci gelas di dapur, naik ke lantai dua buat setor jempol (absensinya pake sidik jari, jadi ga ada cerita nitip absen segala….mmm..kecuali mau nitipin jempolnya sih..🙂 ), terus langsung berlari-lari kecil ke lantai 3 — sambil usaha menurunkan berat badan, duduk di belakang meja.

Aktivitas berikutnya, mengaktifkan komputer, sambil mengaduk-aduk laci, mencari dimanakah kopi-instan saya bersembunyi (maklum, tinggal satu biji). Setelah ketemu, segera berjalan ke pantry, meracik kopi, lalu kembali ke meja, dan duduk di depan komputer yang sudah aktif.

Ritual setelah itu…. pastinya, membuka internet. Karena sedang hobi menulis blog, setiap hari kerjaannya blogging dan sempat menganggap bahwa pekerjaan utama sehari-hari di kantor adalah blogging dan lainnya adalah intermezzo semata.. malah mengganggu🙂

Sebelum ‘ngomel’ di blog, saya selalu berdebar-debar menunggu komentar dari teman-teman dunia maya saya (duh, guys, have I thank you enough for this simple, but special attention from you? a comment is like the air for me, keeps me alive and believing that there’s someone outthere DOES listen! Huuaaahh.. *nangisss, kucek2 mata*). Dari komentar satu, ke komentar yang lain… sampai akhirnya saya merasa ‘tertampar’ dengan komentar ibu satu ini.

Sederhana saja apa yang dia bilang dan poin-poinnya adalah sebagai berikut:
1. Bosan
2. Ayo cerita yang lain

DOEEENNGGG!
Sebagai penulis blog yang sensi dan mellow, komentar itu seperti menampar muka saya. Siapapun pasti akan merasa panas-dingin kalau dengan santainya seseorang menilai blog yang ditulis dengan hati itu malah dinilai membosankan?

Jujur, sempat merasa sensitif.
Tapi setelah saya pikir-pikir lagi….. hey, she’s right!
Belakangan ini blog saya jadi ‘nggak banget’. Curahan hati yang mellow, sensitif, berkutat di masalah yang itu-itu saja. Melupakan bahwa ada banyak hal yang sebenarnya bisa ditulis tapi tetap saja yang ditulis hanya masalah cinta, luka hati, dan tidak jauh dari itu.

Belakangan ini memang saya ada masalah. Biasa, kalau sedang serius berhubungan dengan lawan jenis, lalu sedang tersandung kerikil, tetap saja efeknya cukup dahsyat. Apalagi yang tersandung adalah perempuan bawel, cerewet, tapi hatinya mirip lagu-lagu jaman 80-an alias cengeng seperti saya ini, wis thah… benar-benar sempurna deh sendunya. Karena itulah, beberapa hari sempat kehilangan ide menulis. Hilang, lenyap, kabur-kaburan entah kemana. Buntutnya aja nggak kepegang, jadi karena yang tersisa adalah remah-remah sakit hati, itu yang terpampang dengan sombongnya di blog.

Ehhh…
Padahal itu jelek, nggak bagus. Memang, pencurahan hati itu penting.  Bahkan tragisnya, kadang ada yang bisulan *ini perlu penelitian lebih lanjut, karena asal denger aja.. hehe* Tapi kalau akhirnya membuat orang bosan, berarti kadarnya sudah berlebihan kan?

Sama seperti kalau kita curhat dengan sahabat. Masalah yang diceritakan itu-itu aja. Sudah panjang lebar dinasehatin. Terus mengerti. Eh, nggak lama kemudian, nangis lagi. Curhat lagi. Dinasehatin lagi. Lalu tenang… ehhhhh… nangis lagi.

MAU SAMPAI KAPAN? Itu pertanyaannya.

Dan untunglah, she gave me a slap in my face. Tamparan dari seseorang yang perhatian. Mungkin dia tidak merasa. Mungkin dia malah tidak sengaja karena itulah dirinya, karakternya. Tapi karena ‘tamparannya’ itulah, saya harus berhenti memanjakan sakit saya, lalu berjuang menemukan karakter saya sendiri, seorang Lala yang bawel, cerewet, sensi, tapi baik hati dan tidak sombong ini🙂

Jadi…
Mulai sekarang, saya mencoba untuk stand in my feet again. Ada banyak hal yang perlu saya pikirkan selain soal hati yang mellow dan banyak cerita yang musti saya bagi tanpa perlu bikin orang lain merasa bosan tapi malah bikin mereka tertawa atau mengernyitkan dahi karena tidak sepaham.

Saya sudah kembali lagi… memang sempat ‘salah jalur’, tapi sedang ngos-ngosan ‘mengangkat gerbong’ lalu ‘kembali ke rel’ ^_^

……oh ya
Untuk kamu, teman-teman saya, yang mungkin sedang terluka atau sakit hati… atau merasa sendiri… merasa tak berdaya… merasa kecil *bukan fisik, tapi perasaan… awas kalo nggak ngerti.. hehe*…
ada teman baik saya pernah bilang, di tengah diskusi panjang beberapa hari yang lalu.
Dia bilang begini:
“Emang cuman kamu aja yang punya masalah? Aku nggak, gitu? Jangan egois dong…”

Karena memang……
Kita tidak sendiri.
Ayo, tetap semangat! Ganbatte!🙂

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

5 thoughts on “a slap in the face

  1. Hey km digaji perusahaan bkn bwt ngeblog…ha3x.

    setelah ada revisi yang terbaru, ternyata jobdesc saya emang blogging, Mas..🙂

    Owkey…sekarang keluar dr ruangan liat sekeliling abis itu balik ada yg bs diceritain gak.asli gak bosen dtg.

    aduh… komentarnya dahsyat! bikin mbrebes mili ^_^ tenkiu..

    Posted by Avy | April 2, 2008, 2:11 pm
  2. Satu ciri bloger tipe blogry (blogdiary), akan sangat mudah untuk termehe-mehe berkepanjangan.:mrgreen:

    Terutama dengan komentator yang cenderung “membelai-belai”

    tapi justru disitu “trap”nya, para komentator yang tadinya niat menghibur, bersimpati kebanyakan cuman numpang koment akan mulai merasa bosan, dan segera berlalu.. kecuali beberapa yang ada dlm komunitas maya kita.

    Baguslah, si mbak cepet sadarnya (halah bahasane)

    Keep blogging yak. SEMANGAT!!🙂

    udah sadar maaaasssss……..🙂
    Mmm.. tapi saya tanya, boleh ya?
    Mas termasuk yang mana? Yang numpang nampang.. atau yang bener-bener pingin ngebantu nih?
    wekekekeke

    Posted by lainsiji | April 2, 2008, 3:49 pm
  3. hey,,, is this sumthin bout my comment? because if it is, I’m so flattered =)
    you’ve heard me =)

    yeah,, keep writin’ yaa,,, =)

    cup cup

    gimana yaaaa…..🙂

    Posted by niaalive | April 2, 2008, 4:26 pm
  4. yang mana ya

    kalau soal nampang (ngapain aku anonim:mrgreen: )
    and kalau soal ngebantu, it depends.. i’m not an angel, jadi aku hanya mo bantu kalau yang mo dibantu itu merasa butuh bantuan

    so.. si mbak butuh bantuan ga???😉

    mmm… butuh sih… tapi duit. Gimana?🙂
    tapi ga kok.. someday, kalau emang butuh konsultasi, saya pasti cry for help ^_^

    Posted by lainsiji | April 2, 2008, 5:27 pm
  5. Kalem La … kaleemm …
    Let it flow …
    Don’t push your self too hard …

    Where is my Nice’n Sexy Lala … ???

    can’t help it to say: “Thanks a lot ya, Mas…”
    and…. i’m here….🙂

    Posted by nh18 | April 3, 2008, 10:46 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: