you're reading...
Thoughts to Share

Why Can’t I Be a Super Hero

Agak terperangah dengan judul di atas? Atau mulai berpikir saya kurang waras dan terpengaruh alkohol, mungkin?

Well…. tidak. Kalian memang benar-benar membaca judul dengan benar dan sumprit, saya sedang tidak bercanda atau lagi mabuk judi. Karena saya memang ingin menjadi seorang Super Hero seperti Batman, Spiderman, Superman, Neckerman… ups, ga boleh sebutin merek ya di sini? Maaf😦

Eniwei…

Memang benar, saya ingin menjadi seorang Super Hero dan bukannya Super Model. Kalau saya bercita-cita ini, bolehlah saya dianggap halusinasi berlebihan atau terpengaruh alkohol 70% yang biasa dipakai untuk membersihkan luka, karena ya ilah Boww…. Super model gitu…. Badan tipis dan tinggi itu bukanlah visualisasi sempurna dari seorang perempuan bernama Lala yang hobi makan tapi bilangnya lagi diet -wekekeke-

Selain cantik dan baik hati, saya cukup tahu diri kok🙂

Kenapa saya kepingin sekali menjadi seorang Super Hero? Bukan cuman karena saya sudah terlambat untuk ikut akademi kepolisian atau hobi ikutan siskamling, tapi karena saya sangat ingin mempunyai kekuatan super untuk memberantas kejahatan!

Terlalu muluk?

Sebenarnya cita-cita yang dibilang terlalu muluk ini diawali oleh rasa tohpati empati yang sederhana saja.

Dimulai karena beberapa kali saya menjadi eye witness orang-orang yang kecopetan (sumprit deh, biarpun sering jadi saksi, tapi saya bukan anggota komplotannya! Beneran! Tampang sih meragukan, tapi hati ini tulus lho.. wekeke). Saya melihat wajah-wajah sedih mereka-mereka yang dompetnya melayang ke tangan orang-orang sinting yang nggak punya hati itu. Pernah saya sampai ingin ikut berlari atau memacu sepeda motor untuk mengejar dan menggebuki orang jahat itu sampai puas, tapi apa daya, bobot tubuh yang kurang luwes untuk kejar-kejaran, juga motor matic yang digeber sampai mampus juga nggak akan terkejar…. saya menyerah dan hanya bisa menenangkan orang yang kesusahan tadi.

Itu soal jambret, pencuri, dll.

Terkadang, ketika melihat orang tabrak lari di pinggir jalan, saya pingin menghentikan waktu lalu mengejar si penabrak dan mengambil mobil/motornya dan saya pinggirkan ke tepi jalan dengan kekuatan super power saya sehingga si penabrak akan terbengong-bengong karena dia berdiri di tengah jalan!

Dengan kekuatan super yang lain, saya akan menyembuhkan luka-luka si korban tabrak lari lalu terbang menghilang setelah semuanya beres, mirip cerita-cerita di komik Marvel.

Hanya itu saja kekuatannya?

Oh tidak. Karena ini mimpi, saya sekalian saja berangan-angan memiliki kekuatan membaca pikiran, sehingga saya bisa tahu niat busuk apa yang tersimpan di masing-masing orang sehingga saya bisa mencegah kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan itu tadi.

Cukup itu saja?

Ada lagi, pasti.

Saya ingin, bisa menggerak-gerakan/memindahkan barang hanya dengan ujung jari saya, sehingga si orang jahat bisa terpelanting jatuh di saat melarikan diri dari amukan massa.

Seandainya saya punya semua kekuatan itu, mungkin banyak sekali yang akan mencintai saya, menunggu-nunggu kehadiran saya, dan pastinya, dunia jadi lebih aman dan seperti taman bermain yang super luas.

Tapi benarkah?

Kalau saya memiliki kekuatan demikian, apakah dunia akan lebih damai? Bagaimana jika saya tidak sanggup untuk menahan emosi? Bukannya yang ada malah saya seenaknya melempar orang sampai mencium aspal? Atau saya malah sok nyembuhin orang dan lupa bahwa takdir adalah hal yang tak bisa ditawar? Bagaimana seandainya saya bisa membaca pikiran tapi akhirnya stress sendiri karena terlalu pikiran yang terbaca?

Saya diam sejenak. Pikiran saya mengembara seperti balon gas yang lepas dari benangnya.

Apa mungkin saya bisa menjadi super hero sedangkan saya menjadi super human saja masih ngos-ngosan?

Masih suka misuh-misuh kalau semuanya nggak berjalan mulus. Masih suka nggak sabaran ketika banyak yang menyela antrian lalu marah-marah nggak karuan. Kurang sabar, kurang ikhlas…. Jauh dari sempurna, masih ordinary human yang sering emosi jiwa….

Makanya, setelah saya pikir-pikir lagi, untuk sampai ke level bisa menolong orang lain dengan kekuatan ala fiksi, sepertinya akan membutuhkan waktu yang sangat sangat lama. Jadi, kenapa tidak dimulai dari hal yang sederhana, seperti… mmmm…. berhenti merasa duit kurang ketika waktunya infak bulanan, misalnya?

Hhmmm….

That’s much better for a brand new start, I guess… ^_^

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

6 thoughts on “Why Can’t I Be a Super Hero

  1. Nah Aunty silahkan jadi WOnderWomen yak hihihi
    *sambil ndegerin lagunya mulan jamahlah.*
    Aku…bukan wonderwomen mu yang bisa berikan segalanya……

    Posted by avy | March 18, 2008, 5:56 pm
  2. eh ganti kulit neh

    Posted by avy | March 18, 2008, 5:58 pm
  3. mas Avy,
    lagunya gini kan:
    ‘akulah wonder woman yang tercipta yang paling seksi…’
    wekekekeke

    Posted by jeunglala | March 19, 2008, 7:35 am
  4. Sumbang ke aku ajah😛
    *lagi males coment*

    Posted by Rere | March 19, 2008, 9:01 am
  5. I am a Super Hero.

    Posted by Sanji | January 17, 2010, 3:38 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: watering the plants | The Blings Of My Life - June 25, 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: