you're reading...
Penting Ga Penting...

…so glad it’s you

Saat iseng bermain-main dengan Ms Notey, saya mendengar sebuah lagu lama yang liriknya saya cintaaaaa sekali. Judulnya Anyone At All, penyanyinya Carole King, dan jadi soundtrack untuk film You’ve Got Mail, one of my favorite movie.

Liriknya sendiri benar-benar menjadi jantung untuk film itu (La, plis deh, namanya juga soundtrack! hehe), menggambarkan dengan detil inti cerita film yang sukses dimainkan oleh Meg Ryan dan Tom Hanks bahwa memang kita tidak pernah tahu siapa yang menjadi orang yang penting dalam hidup kita nantinya. Mereka sendiri tidak pernah menyadari bahwa orang yang selama ini menjadi musuh mereka dalam kehidupan sehari-hari, yang tiap harinya selalu hadir tanpa romansa, tapi ternyata adalah orang yang sungguh membuat mereka saling merindu di dunia maya.

…funny how I feel more myself with you
than anybody else that I ever knew…

Dan ternyata… mereka kemudian jatuh cinta. Lalu memutuskan untuk bertemu. Lalu merasa… they are meant for each other (deskripsi lirik lagunya sangat jelas kan? I’m so glad it was you.. hmmm). Setelah itu, film tersebut diakhiri dengan ciuman panjang di taman kota… dan seperti biasa, Meg Ryan menangis dengan lugunya… Waw.

Setiap saya mendengar lagu itu, saya teringat dengan kisah cinta di film You’ve Got Mail dan akhirnya mulai terjejali dengan suatu keyakinan bahwa cinta hanya butuh media untuk tumbuh. Tidak harus di media tertentu. Tak melulu harus melalui proses pertemuan secara fisik, tapi lewat sentuhan tidak kasat mata di dunia virtual saja, cinta bisa tumbuh dengan membabi buta… asal.. ya, asal lahannya subur saja.

Banyak yang bertanya-tanya soal kekuatan cinta virtual slash dunia maya slash cyber world. Banyak yang mempertanyakan, apakah mungkin cinta tersebut bisa benar-benar ada dan apakah mungkin bisa sejati? Karena dalam dunia maya, kita bisa menjadi apa saja, sesuai dengan keinginan jari jemari mengetikkan kata-kata di keyboard atau bualan mesra lewat telepon dan sms. Cinta yang tumbuh tanpa pertemuan yang sejati, biasanya dipisahkan oleh jarak, lalu bertahan sampai menikah….bisakah?

Banyak kasus kejahatan cinta terjadi di dunia maya, sehingga akibatnya membuat ngeri dan mengamini bahwa cinta tersebut adalah semu, bukan hal yang nyata, bukan sebuah relationship yang sesungguhnya. Cemooh sadis dan sinis, sudah menjadi makanan sehari-hari buat seseorang dengan kekasih yang dia temui di dunia maya.

Saya pun pernah. Sempat harus bersusah payah meyakinkan banyak orang bahwa saya dan Andy *terpaksa saya samarkan, ya* adalah sepasang kekasih yang ‘serius’, walaupun akhirnya kecewa karena ternyata Andy hanya memanfaatkan kenaifan saya. Dia memang pacar pertama saya, tentu saja saya terpuruk sekali pada saat itu, lalu memilih untuk meyakini bahwa cinta virtual itu tidak akan pernah terwujud nyata sampai ke pelaminan.

Hingga saya bertemu dengan beberapa teman yang mengembalikan saya pada suatu fakta bahwa: cinta tumbuh karena ada lahan yang cukup subur untuknya. Tak peduli siapa dia, bagaimana caranya, seberapa jauhnya, tetap saja, cinta adalah cinta yang bertumbuh karena lahan yang subur… hmm… karena kita menginginkannya, itu lebih tepat.

Mereka selalu bilang, awalnya bukan untuk mencari pasangan kok, La. Awalnya hanya berteman, lalu merasa cocok satu sama lain, lalu mencoba untuk jalan bareng, sambil tetap plirak plirik kiri kanan pastinya, dan kalau memang sudah jodoh, mau lewat cara apa saja, pasti ketemu kok.

Jujur, saya antipati dengan cinta virtual sejak Andy mempermainkan perasaan saya (sampai sekarang saya ingin ketemu dia lagi, lalu ngobrol banyak tentang apa yang ada di dalam pikiran dia saat itu, selama tiga tahun yang saya anggap penuh arti). Saya tidak mempercayai lagi akan cinta yang benar-benar cinta, jika medianya hanya internet, bukan dari proses pertemuan yang ‘wajar’, alias bertatap muka dulu, baru jatuh cinta kemudian… bukan sebaliknya.

Sampai kemudian, saya bertemu dengan MSS. Laki-laki yang tadinya hanya menawarkan persahabatan, yang bersedia menjadi bahu untuk tumpahan kesedihan saya, yang tiap malam dengan setia mengucapkan selamat malam, membangunkan saya tiap subuh untuk sholat, selalu mengingatkan bahwa dia selalu ada kalau saya butuh teman untuk ngobrol, curhat, atau apa saja.

Saya ketakutan. Saya ingat, inilah awal mula saya jatuh cinta dengan Andy. Perhatian yang berlebihan akan membuat saya terperangkap lagi dengan cinta virtual. Oh My.. jangan… jangan… saya nggak mau sakit hati lagi. Not again. Not now. Not ever!

Berjuang untuk tidak mempedulikan MSS adalah perjuangan yang sungguh hebat. Di satu sisi, dia adalah satu-satunya orang yang kenal betul siapa saya (yep, we’ve become bestfriends, ever since), orang pertama yang tahu kalau saya sedang sakit dan terluka, orang terakhir yang berbincang-bincang dengan saat –di telepon– menjelang tidur malam. Tapi di sisi yang lain…. saya takut.
Sangat…. sangat….. takut.

Saat saya memutuskan untuk membiarkan MSS ‘mengacak-acak’ hidup saya, sungguh, itu adalah keputusan yang cukup berat. Saya sibuk menimbang-nimbang, mungkinkah ini nyata? Mungkinkah MSS benar-benar lelaki yang dipilih untuk saya? Atau mungkinkah dia akan datang lalu memporakporandakan keyakinan saya akan cinta dan pergi setelah melakukan itu semua?

Dengan hati yang terus bertanya-tanya, saya menjalani hubungan saya dengan MSS. Semakin lama, saya semakin menyadari bahwa dia adalah lelaki paling baik yang pernah hadir dalam hidup saya. Dia banyak mengajari saya tentang hal-hal yang selama ini belum pernah terjamah oleh otak saya. Dia adalah satu-satunya lelaki yang datang dalam kehidupan saya tanpa membuat saya ketakutan… Ok. Saya memang takut kehilangan dia, tapi saya tidak pernah takut dia akan melukai saya…

Hingga detik ini, saya masih bersama-sama dengan MSS. Menjalani suatu hubungan that only God knows akan menggulir kemana. Percaya sajalah, daripada repot-repot berburuk sangka dan menguras energi.

Karena itulah, setiap saya mendengar lagu Carole King itu tadi, saya langsung diam, mendengarkan dengan seksama, dengan potongan-potongan frame wajah MSS silih berganti seperti slide presentasi.

… you could’ve been anyone at all
a stranger’s calling out of the blue
I’m so glad it was you…

…yeah Beib, I’m really really glad… it was you… I mean every words ^_^

Cinta virtual… cinta nyata… dua-duanya ternyata sama.
Sama-sama bahagia jika akhirnya indah.
Sama-sama sedih jika akhirnya harus berpisah.
Dan semoga…. cinta yang diawali dengan proses pertemuan di internet ini bisa berakhir di dalam sebuah rumah mungil idaman kami nantinya.
Amien.

ps. reti, you’ve inspired me to keep on believing. Thank you!!

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

8 thoughts on “…so glad it’s you

  1. Amien Jeng,
    Partner bisnis saya sekarang tinggal di Malang dapat istrinya juga via virtual.Tapi ini pacar keduanya.
    Pacar pertama dapatnya virtual juga malah bela-belain dari surabaya ke batam menyatakan cinta. sedangkan yang kedua untungnya kok lebih dekat di Malang.
    So Waktu bilang ke saya mo Merrid, saya kira yang di Batam huahahaha, ternyata belum bilang kalo ada yang baru.

    Mo Virtual kek mo offline kek, itu sudah jadi Rahasia Allah swt.
    Kalo dah Jodoh gak akan kemana-mana.

    Posted by V66 | March 12, 2008, 12:08 pm
  2. *mencoba untuk berusaha ikhlas nih… ternyata susssyyaaaahhhhh* hehe
    tapi…. makasih buat info-nya ya. PD booster baru… wekeke

    Posted by jeunglala | March 12, 2008, 3:50 pm
  3. ketika kita ketakutan, maka ketakutan itu yang akan datang. Bagi saya, kita tidak perlu membuktikan apapun. Hanya kata-kata, tak akan membuat orang lain percaya. Hanya seiring waktu, akan terlihat dengan sendirinya.

    Jodoh, apapun medianya, kapanpun jamannya, satu yang pasti, kalo udah tertulis di diary-NYA akan berjodoh, so apapun yang terjadi, kapan terjadinya, maka akan jadi jodoh kita. Mungkin orang yang menikah dengan kita saat ini, bukan jodoh kita. Jodoh selalu jadi misteri. Mungkin itulah yang membuat pencarian menuju jodoh (jodoh di dunia dan dunia setelahnya) menjadi penuh kejutan dan pastinya indah, pada waktunya 🙂

    Posted by Rere | March 12, 2008, 5:26 pm
  4. wehehe… teringat 5 tahun lalu ketika saya menjalin hubungan jarak jauh via mIRC, dan itu bertahan selama 2 tahun. akhir ceritanya si dia yang berada di medan itu mau dinikahkan orang tuanya. dia rela datang ke surabaya untuk bertemu saya untuk yang pertama sekaligus yang terakhir…

    hm… kalo jaman blog ini, ada juga temen kita blogger surabaya berkode Mrs.49 yang menjalin hubungan asmara dengan blogger luar kota berkode Mr.49..

    cinta bisa datang di mana saja dan kapan saja, tanpa bisa kita duga sebelumnya… datang tak diundang, pulang tak diantar…

    Posted by deteksi | March 13, 2008, 1:23 am
  5. @ all : iya yaa… jodoh memang misteri… merasa dag dig dug, h2c (harap harap cemas), dia bukan ya, dll dsb… well, those are parts of the fun! tapi… kehilangan seseorang itu… ga fun juga rasanya ya… *tuing tuing.. mikir*

    @ det : hehehe… datang tak diundang, pulang tak diantar… kamu bicara soal cinta, apa jelangkung? 🙂 Tapi Pak… buener kok… asli, sumprit… emang cinta kayak gitu ^_^

    Posted by jeunglala | March 13, 2008, 7:36 am
  6. kalo kita enggak pernah merasakan kehilangan, kita enggak pernah bisa menghargai apa yang telah kita miliki, ya kan. kalo kita sudah pernah tau rasanya kehilangan dan sakit hati, akan membuat kita tidak egois, lebih peduli perasaan pasangan kita, karena tidak ingin menyakiti hatinya. bukankah demikian, aunty? 🙂

    Posted by Rere | March 13, 2008, 9:07 am
  7. lala, kamu sepertinya sangat mencintai MSS, carefull honey, when ur relationship doesnt work, there’s nothin left but the miserable pain…

    jadi,, stay calm,,

    Posted by niaalive | March 13, 2008, 4:18 pm
  8. Laa, pernah baca komik ‘Topeng Kaca’ ga?

    Kalau belum, you’re gonna love that one, komik dengan cerita yang paling otree, penokohan yang kuat, pokok’e ciamik bangets dhe aww!!

    *dua jempol kayanya ga cukup :D*

    Tokoh utamanya Maya and Masumi juga awalnya gontok2an mulu tapi ternyata diam2 cinta tumbuh di hati keduanya tanpa yang satu mengetahui perasaan pihak lain, huhuhu, mengharu biru bangets dhe baca komik yang satu ini, Laa :’)

    *kok jadi promosi ‘Topeng Kaca’ yaa?*

    Ahahahaha 😀

    Posted by Indah | December 25, 2008, 8:31 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: