you're reading...
Penting Ga Penting...

Mellow Syndrome

Minggu, tanggal 9 Maret 2008, pukul 1.30 siang… saya terserang sindroma mellow-isme yang amat sangat nggak penting atau terlalu hiperbolis. Well, I know, biasanya saya memang begitu. Apalagi kalau sudah menjelang masa-masa menstruasi, saat menstruasi, setelah menstruasi (halah, ini artinya setiap saat setiap waktu dong..wekeke… jadi inget lagu jaman baheulanya si Java Jive ^_^), walaaahh… perasaan jadi super sensi tanpa sebab yang hakiki *sambil mikir-mikir, hakiki itu artinya apa ya? hehe*

Ya.
Yang disebut sindroma Mellow-isme dadakan ini adalah sikap yang nggak jelas, gampang terharu, bawaannya pingin nangis, dan susah berkata-kata yang dikarenakan oleh satu hal yang sebenarnya sederhana tapi seolah-olah luar biasa.

Ok. Kalau saya bilang sederhana… mungkin ada yang bilang, ini hal yang patut bikin air mata menetes. Tapi kalau saya bilang, wajar ini bikin saya nangis, saya takut malah ada yang akan bilang, “Plis deh, La, gitu aja lu nangis bawang bombay…”

Dan untuk menghindari argumentasi-argumentasi yang nggak perlu itu, saya ingin tanya pendapat kalian saja. Ini ilustrasinya, nanti saya berikan pilihan jawabannya.

Ilustrasi:
Keponakan Anda, 5 tahun, ternyata sekarang sudah bisa naik sepeda roda doa, reaksi Anda:
a. Biasa aja, sudah waktunya kaleee
b. Terharu, tapi nggak sampai nangis
c. Terharu, emosional, masuk ke dalam rumah, nangis sebentar, lalu keluar lagi untuk memeluk keponakan tercinta

Kalian yang mana?

Kalau saya, sih…. apalagi kalau bukan ‘C’?
Karena jujur saja, tadi siang, saat pertama kalinya saya melihat Q mengayuh sepedanya tanpa bantuan dua roda kecil yang selama ini ikut ‘ngintil’ di roda belakangnya, saya sampai speechless, nggak bisa berkomentar apa-apa, lalu menangis karena bangga.

Mmmm…
Menangisnya bukan karena bangga aja, ding.
Tapi juga karena … mmm..malu sih sebenarnya untuk diungkapin… tapi… nggak apa-apa deh…
Jadi begini. Selain menangis karena bangga, tadi siang saya menangis karena….
saya merasa TUA!
Otomatis dong, kalau keponakan sudah semakin besar, berarti saya semakin uzur… yaiks!
Ingat umur deh jadinya…
*kedip-kedip*

….. pasti si “Bawel” bakal bilang gini, “Baru nyadar ya Aunty?”
Wekekeke

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

4 thoughts on “Mellow Syndrome

  1. Ini bukan mellow jeung …
    Ini sangat wajar …
    Hawong saya saja kalo liat anak bungsu saya bisa menghafal surat hafalan pendek baru aja … terharunya setengah mati …
    Tapi .. nggak tau juga ya .. kalo bapak/ibu yang lain apa seperti aku apa tidak …

    Salam

    Posted by nh18 | March 11, 2008, 10:10 am
  2. Entahlah…..
    Saya lebih pilih abstain…
    karena saya juga enggak tahu rasanya, karena belum pernah punya keponakan secara langsung, secara saya anak pertama 🙂

    Posted by Rere | March 11, 2008, 4:05 pm
  3. aq si gak bisa komen, belum punya keponakan sebabnya, tapi aq biasanya nangis kalu :

    1. sendal putus
    2. keabisan tiket nonton bioskop
    3. berantem sama mami

    Posted by niaalive | March 12, 2008, 9:28 am
  4. Biasa aja, tapi bakal langsung kasih pujian.
    Karena agar bisa berjalan itu membutuhkan 100 kali kegagalan hingga bisa berdiri dan berjalan.
    Cuman lupa jumlahnya 100 apa enggak ya….pokoknya ada jumlah.
    Saya pernah denger di Metro ata eTV gituh.

    Posted by V66 | March 12, 2008, 12:21 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: