you're reading...
Thoughts to Share

Mr Big

Ya.
Judul posting di atas memang benar-benar Mr Big. Bukan karena kalian salah baca, perlu nambahin minus lensa kacamatanya, atau parahnya, sampai kalian menganggap saya perempuan bodoh yang nggak bisa menulis Mr Right, karena sumpah, saya benar-benar menulis Mr Big.

Tapi kenapa Mr Big?

Ok. Kalau Mr Right, pasti semuanya sudah tahu dong, apalagi buat pecinta cerita-cerita super romantis dan kebetulan belum tercatat di kelurahan rumah sebagai perempuan dengan status “MENIKAH” dan boro-boro “JANDA” (nikah aja belum!). Tapi kalau Mr Big?
Well… sebentar, sebentar.. saya jelaskan dulu.

Buat yang tergila-gila dengan serial Sex and The City atau paling tidak sempat nonton beberapa episod film serial yang sukses sampai 6 musim dan tahun ini akan dibikin versi layar lebarnya, pasti tahu siapa Mr Big. Lelaki ganteng yang diperankan oleh Chris Noth inilah yang akan saya ulas kali ini.

Why him?
Kenapa bukan karakter Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker), seorang penulis artikel seks mingguan di New York Star, pecandu kopi dan sakit hati? Selalu pedih setiap ditinggalkan kekasih, tapi malah menjerit ngeri ketika dilamar seorang kekasih?

Atau Miranda Hobbs (Cynthia Nixon), seseorang yang sinis terhadap cinta sekaligus bunga-bunganya serta perempuan yang berdiri paling depan dalam barisan Kaum Pembenci Pernikahan, tapi lucunya, dia akhirnyanya menikah, memiliki anak (ok, ok, punya anak duluan baru menikah… beti lah), dan hidup bahagia dengan suaminya?

Mmm.. atau Samantha Jones (Kim Cattrall)? Penggila seks, pembenci komitmen, tapi akhirnya ‘terperangkap’ dengan monogami di akhir episod? Perempuan yang telah tidur dengan seluruh pria di kota New York itu adalah gambaran wanita metropolis yang sukses, seakan-akan tidak butuh lelaki kecuali untuk kebutuhan seks, tapi bisa mellow yellow juga ketika sudah benar-benar jatuh cinta atau kedatangan lelaki yang menganggapnya sangat berharga, lebih dari sekedar seks tapi cinta. Kenapa bukan dia saja?

Ok. Ok. Ada satu tokoh lagi. Kenapa bukan Charlotte York-Goldenblatt, “Park Avenue Princess” yang seolah-olah hidup dalam imajinasi ala Disney, sangat percaya akan cinta, waktu, dan Mr Right yang akan datang mengetuk pintu? Tokoh yang kolokan, tergila-gila pada pernikahan, sangat sensitif, punya banyak teori tentang cinta — termasuk theory of healing yang akan saya ceritakan kapan-kapan– ini diperankan apik oleh si cantik kalem Kristin Davis.

Nah.. kenapa saya malah ingin bercerita soal Mr Big?

Saya jatuh cinta dengan karakter Mr Bigh sejak pertama menonton serial ini. Dia sudah muncul sejak episod pertama dan entah kenapa, saya selalu punya ‘feeling’ kalau dia akan menjadi yang terakhir buat Carrie (the movie’s version of myself…*kedip2*).

Mr Big adalah business man yang kaya, tinggal di apartemen mewah atau terkadang di Four Seasons Hotel, punya kekhawatiran terhadap komitmen (tapi sempat menikah mendadak dengan Natasha, perempuan muda 20-an yang cantik, dan membuat Carrie patah hati dahsyat karena sebelumnya dia mempertanyakan kesungguhan cinta Mr Big), datang dan pergi dalam kehidupan Carrie, sampai akhirnya menemukan bahwa Carrie adalah ‘The One’.
…setelah 6 tahun memporakporandakan hidup Carrie, tentu saja.

Itu yang membuat saya ingin bercerita soal dia?
Ow.. bukan.. bukan. Bukan itu.

Saya ingin bercerita ini.
Dalam kehidupan saya, ada satu orang Mr Big. Tiga tahun belakangan ini, dia datang dan pergi dalam kehidupan saya, mengganggu pikiran saya dengan sms-sms dan telepon yang intinya sama, menanyakan kabar. Dia pernah hadir dan membuat saya jatuh cinta, tapi kemudian dia pergi dan menerbitkan luka.

Dalam rentang waktu itu, hidup saya dibuat seperti jet coaster. Naik turun, nafas memburu, dan segera ingin tahu seperti apa rasanya jika ini selesai. Terkadang sms-nya membuat saya kangen, tapi terkadang pula sms-nya membuat saya marah karena saya pikir “Nggak penting banget, sih!”

Tapi herannya, dia seperti tidak bisa pergi dalam ingatan, meskipun hingga saat saya menulis posting ini, sudah ada MSS yang seperti mencintai saya seperti saya mencintai dia. Entah kenapa dan pastinya bukan karena saya masih mencintai dia. Mungkinkah ini karena unfinished business (karena dia pergi sambil melukai hati)? Mungkinkah juga karena sebenarnya dia adalah my Mr Big, yang nantinya akan jadi yang terakhir buat saya?

Oh.. My.. God.

Bahkan saat memikirkan kemungkinan bahwa bukan MSS yang akan menjadi pasangan saya kelak sudah membuat saya miris dan ketakutan😦

Saya sih berharap, kalau kehidupan saya tidak akan sama persis seperti tokoh Carrie Bradshaw yang sebenarnya kalau diperhatikan lagi, ada beberapa kemiripan dengan saya, misalnya:
1. Dia penulis/jurnalis…. saya? Yaaa…. bisa dibilang ‘bisa’ nulis juga lah, walau belum berpenghasilan dari tulisan
2. Kehidupan cintanya amburadul…. saya? 3 bulan bertahan dengan orang yang sama tanpa menangis-nangis darah saja sudah world record!🙂
3. Ingin settle down, tapi terkadang takut komitmen… saya? Ingin settle down sih iya, tapi takut komitmen… pernah juga dan hal ini terjadi malah saat saya sedang cinta-cintanya sama seseorang dan takut kehilangan, karena saking cintanya, saya malah jadi overpossessive! Huaaa…
4. Ada Mr Big… saya? ada juga.

Dengan banyaknya kemiripan itu terkadang bikin saya ketar ketir ketakutan, kalau-kalau hal ini juga akan berwujud nyata dalam kehidupan saya. Ok. Ok. Ini halusinasi berlebihan, kecemasan yang sama sekali tidak penting. Tapi… wajar dong kalau saya takut hal ini jadi kenyataan, karena di satu sisi saya benar-benar mencintai MSS dan takut kehilangan dia?

Kalau sudah begini, ada satu penghiburan luar biasa yang bisa bikin saya lebih tenang, karena sesungguhnya, saya berbeda dengan Carrie dan mungkin saja, saya tidak akan berakhir dengan Mr Big.

Ya.
Carrie dan saya sangat berbeda.
Carrie: cantik, langsing, mungil, fashionable, shoe-gal, clubber heboh, dan terkenal.
Saya?
Hmm… cukup berhenti di cantiknya aja deh… (wekekeke.. maunyaaa…)

Ya. At least, saya masih punya kesempatan untuk berakhir dengan MSS kan? Yuk mareee… ^_^

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

2 thoughts on “Mr Big

  1. Karep e disama2kan ya?
    pancet ae, Aunty iki, seleb wanna be😛

    Posted by Rere | March 11, 2008, 9:13 am
  2. Duhh.. Jadi makin pengen nonton ‘Sex & The City’, abis baca postingan ini, huehehehe😀

    Sejak kapan, La, mulai suka ama serial ini?

    Posted by Indah | December 25, 2008, 8:39 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: