you're reading...
Thoughts to Share

Pacar Saya Superstar

Sebelum kalian semua berprasangka yang bukan-bukan dan mulai mencurigai saya sebagai seorang perempuan yang cantik mengingat subject blog saya yang cukup bombastis tersebut; saya cuman mo bilang, kalau yang disebut “superstar” itu bukan karena dia itu artis sinetron, fotomodel, pengusaha kaya raya, atau anaknya pak Lurah yang terpandang di kelurahan rumah saya.

Ya, saya menyebutnya Superstar, dikarenakan, dengan tampangnya yang(harus diakui, apalagi saya pacarnya.. wekekeke) lebih di atas rata-rata, dia termasuk cukup lihai dalam mendulang perhatian para lawan jenis dan tidak sedikit pula sesama jenis yang patah hati karena MSS (my super special) lebih memilih saya ketimbang mereka-mereka itu.
….Dan oh ya, kalau terkesan saya terlalu membanggakan pacar saya… well heey… daripada saya membanggakan pacar orang lain, mendingan pacar sendiri kaaann.. wekekeke… Kan lumayan juga kalau dia ikutan baca; paling tidak, acara proposal seperti posting saya yang kemarin sangat mungkin terealisasi dalam waktu dekat… πŸ™‚

Eniwei…
MSS memang punya tampang super manis. Kulitnya tan (okay, okay, item… πŸ™‚ ), tingginya 180cm, badan ga terlalu tipis tapi ga gemuk juga, rambut cepak, senyumnya aduhai, dan suara yang super duper dahsyat — bikin kelepek2, for sure.

Cuman itu aja yang bikin dia tergolong “superstar”?
Nope…
BUkan itu saja. MSS tuh…. baik banget. Royal banget. Perhatian banget. Manjain banget. Humoris banget. Bisa nenangin banget. Dan selalu ada setiap saya butuh (termasuk saat saya butuh uang.. hehehe.. beneran…Β  karena pekerjaan dia yang cukup mapan kalau-kalau saya memutuskan untuk berhenti jadi sekretaris lalu fokus menjadi ibu rumah tangga saja.

Nah repotnya, karena MSS memenuhi cukup banyak kriteria yang diinginkan perempuan kebanyakan seperti saya, muncullah rival-rival dari beragam karakter, suku, ras, adat, budaya, agama, model rambut, bentuk wajah, bentuk tubuh, profesi, dll dsb, dan membuat saya sangat ketir-ketir dan panas dingin.

Berikut adalah daftar para PanasDingin Makers yang saya kelompokkan menjadi dua bagian:
1. Barisan mantan-mantannya
Jujur, sumpah, demi Tuhan dan seluruh alam jagat raya semesta, mengingat nama-nama mantannya seperti mengingat barisan menteri Kabinet Pembangunan yang musti saya hapal menjelang Ebtanas SD 16 tahun yang lalu alias RIBET, KEBOLAK-BALIK, dan MALES (yang terakhir tuh deskripsi yang paling tepat.. wehehe). Ya ya, siapa juga yang mau menghapal nama-nama mantan orang yang kita cintai, kecuali memang sebelumnya sudah suntik imunisasi atau minta suntik bius total ke Dokter Anestesi. Tapi karena kebawelan saya, akhirnya saya terperangkap dengan cerita-ceritanya tentang mantan.
Kenapa saya sebut mereka adalah PanasDingin Makers? Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah bahwa ternyata, perempuan-perempuan itu masih ada di dalam hidup MSS, meskipun status mereka sudah berubah menjadi “teman curhat”. Secara MSS adalah orang yang super baik, dengan sangat “baik” pula dia tetap berakrab-akrab ria dengan mantan-mantannya itu. Rajin melayani telepon-telepon curhat; adalah salah satu contoh betapa baiknya pacar saya. Jujur saja, kalau saya tidak mempunyai sifat narsis yang cukup dahsyat, mungkin panas dingin-nya sudah berubah menjadi malaria akut πŸ˜€

2. Teman-teman perempuan yang bukan mantan dan kemungkinan bisa merebut MSS dari pelukan saya.. (ciiieeeeehhh.. jadul amat La, bahasanya… wekeke)
MSS cukup terkenal di dunia milis, cukup terkenal pula di kantornya, lalu meluas sampai kolega-koleganya. Inbox email sangat ramai dengan cerita; kolom Comment/Testimonial sangat penuh dengan pujian — Mas “X” baik banget… Aku seneng deh cerita-cerita ma dia… ATAU Kangen neeh ngobrol2 ma Mas “X”, kapan bisa ketemuan yaa?
… well, saya cukup normal untuk www.panasdingin.com, kan? Tapi sekali lagi, saya sangat beruntung dianugerahi sifat Narsis yang luar biasa dahsyatnya sehingga saya bisa sedikit terdistraksi dari perasaan cemburu saya.

Nah,
Bisa terbayang, kan, bagaimana “menderitanya” saya harus menggali kenarsisan saya hari demi hari karena MSS adalah seorang “superstar”? Tiap hari berkaca, mengamati senti demi senti wajah saya, mencoba menumbuhkan rasa percaya diri supaya saya berhenti panasdingin setiap melihat kenyataan bahwa pacar saya yang “superstar” itu memang layak dan sepantasnya menjadi pujaan kaum wanita seperti saya ini.

Cukup susah memang, karena saat saya sedang jerawatan, rambut lepek, dan run out compact powder (apalagi kalau ditambah dengan penambahan berat badan beberapa kilo dalam waktu sekejab! oh My!), narsis saya berkurang cukup drastis dan hilang kepercayaan diri, which is a big NO NO. Alert… alert… waspada…waspada… Akibatnya saya jadi gejala-malaria-akut.

Untungnya MSS cukup kooperatif. Kata-kata cinta dan I love you the way you are adalah bujuk rayu yang cukup ampuh untuk menumbuhkan narsis saya. Setiap saya down, dia selalu ada buat saya. Setiap saya merasa tidak cantik, dia selalu bilang kalau bagaimanapun saya adalah perempuan yang cukup sempurna buat dia. Dan setiap saya www.panasdingin.com, dia selalu menjanjikan http://www.setia.co.id

Dan apakah panasdingin itu berakhir saat itu juga?
Waaahh… not that soon baby…

Kenapa?

Karena saya dan MSS termasuk “pasien” Long Distance Relationship, agak berat juga untuk keep on believing that he’s so faithful (Ya, ya.. saya tahu… ini so childish, but I couldn’t help it.. huhu); apalagi “kebolehan” dia sudah diakui oleh sahabat-sahabat saya. Bisa terbayang bagaimana stressnya saya kan?

Akhirnya, setiap saya minus narsis, saya berubah menjadi bitchy girlfriend yang setiap saat “meneror” MSS dengan pesan-pesan di ponsel, telepon-telepon yang berdering layaknya minum obat, yang mengakibatkan dua hal (yang ga ada positif-positifnya sama sekali), yaitu: 1) Pulsa cepat dying young — pasti lah!, dan 2) MSS jadi bete plus senewen.

Waduh… malaria akut, here I come, doongggg…

Untung… untuuunnnggg sekali suatu saat saya “disadarkan” oleh seorang sahabat yang mengatakan hal-hal yang menumbuhkan kenarsisan saya.

Dia bilang begini:
“Lala… memangnya dia nggak khawatir sama kamu? Nggak cemburu akut seperti kamu? Kamu tuh La… punya temen cowok yang nggak habis-habis buat dipakai malam mingguan… Mau minta anter kemana aja, temen-temen cowok kamu selalu siap sedia. HP nggak pernah berhenti berdering karena sesi curhat temen-temen cowok kamu. Teras rumah bukannya jadi saksi bisu kalau banyak temen-temen cowok kamu yang datang ke rumah buat sekedar makan bakso yang lewat di kompleks?
Ada lagi. Kamu tuh sekretaris. Kamu deket sama bos… juga temen-temennya… dan anak-anak temen-temennya bos yang not only God knows kalau mereka tajir-tajir semua.
Terus terus…
Kamu tuh supel beraaattttt… Siapa juga ayukkk mareee bertemen sama kamu. Dimana-mana bisa make friends. dari sekedar ngobrol di acara pesta, tuker telepon, telepon2an, lanjut hang out bareng.
Still denying that?”

— saya masih bengong… tapi sementara narsis bar saya makin meningkat… wehehehehe —

“Laaa… kamu panasdingin dan takut dia kenapa-kenapa adalah sangat wajar, karena kamu sayang dan takut kehilangan dia. Tapi pernah nggak, even once, kamu berpikir bahwa kamu sangat spesial dan dia juga takut kehilangan kamu?”

— masih bengong —

“…kalau dia nggak takut kehilangan kamu, kalau dia ngga sayang sama kamu, kenapa dia harus bertahan dengan jarak yang jauh kalau di sana banyak perempuan perempuan yang bisa dia manjakan dengan cara yang lebih mudah tanpa perlu meribetkan diri dengan hotel dan tiket pesawat?”

— mulai terharu —

“Laa… you’re special. Itu adalah alasan paling esensi kenapa seseorang jatuh cinta sama kamu dan memilih untuk ‘bertahan’ dengan kamu. Kalau orang bisa menghargai betapa spesialnya seorang Lala, kenapa kamu sendiri masih harus mengkhawatirkan bobot tubuh yang naik sekilo dua kilo atau jerawat yang tumbuh sebiji di hidung?”

— sudah sampai tahap nggak bisa ngomong apa-apa kecuali kangen sama MSS dan pingin cepet-cepet booking tiket pesawat buat terbang ke Jakarta… —

“Asal tahu aja, Laa… Bukan kamu aja yang takut kehilangan, tapi Masmu juga. Buktinya, dia pernah minta tolong aku buat jagain kamu supaya nggak pindah hati…”

OH MY GOD!!!
Saya melting-ting-ting-TING!

Karena terlalu disibukkan dengan perasaan cemburu berlebihan, perasaan rendah diri dan tidak spesial, juga termabukkan dengan “keindahannya” dan kebaikannya, saya malah menyangsikan bahwa saya termasuk perempuan yang bisa dicintai juga. Saya jadi melupakan bahwa seorang Lala memiliki alasan yang cukup untuk bisa membuat MSS jatuh hati dan tidak ingin kehilangan saya. Ahh.. saya lupa, bahwa selama ini, dia memang terbukti setia dan tidak macam-macam…

Duuuuuhhhhh…
Setiap saat saya inget kata-kata sahabat, saya jadi merasa bersalah sendiri. Tapi memang sejak saat itu, saya mengalami perubahan yang cukup dahsyat.

Pertama….
Saya tidak lagi menjadi Bitchy Girlfriend yang bikin pacar senewen.
Dan kedua…
…mmm….
malu neeh…
karena.. mmmm… sejak saat itu…
saya merasa… mmm….
jadi…,….mmmmm…

Superstar juga! wakakakakaka…

About Lala Purwono

Published writer (or used to be, darn!). A wife. A mom. A friend that you can always count on.

Discussion

2 thoughts on “Pacar Saya Superstar

  1. pertamaxβ„’
    wah seru juga yaβ„’
    kalo yang ini ngakak deh
    berasa baca cerpen.

    Posted by Supermoto | February 29, 2008, 1:55 am
  2. Wah La …
    Pacar kamu kalau mblusuk dan baca ini bisa klepek-klepek nih …
    Pasti dia makin sayang sama kamu …

    Salam saya …

    Posted by nh18 | September 10, 2008, 4:20 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2008
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: