you're reading...
Thoughts to Share

Jika Suatu Hari Nanti Saya Dilamar

Sudah beberapa malam ini saya kecanduan nonton (again and again) serial Ally McBeal, which I believe that you all knew about this movie series. Orang yang pintar, ceroboh, sering berada di posisi dan waktu yang salah, dan punya love life yang lumayan tragis — bahkan sampai episod terakhir ketika dia musti ninggalin segala cinta demi anak perempuannya, yang baru dia ketahui di ujung episod.

Eniwei… Kemaren saya sampai di satu episod tentang tiba-tiba dia dilamar oleh seorang kekasihnya. Sang kekasih sudah merancang detil acaranya dengan sangat sempurna dan romantis, ditambah pula perasaan yang berbunga-bunga karena merasa Ally adalah perempuan yang super special. Sungguh mengejutkan buat Ally karena dia tidak menyangka sama sekali bahwa secepat ini seseorang akan melamar, mengajak dia living together, lalu arrange their perfect wedding. She should have been very happy, but…

Okay, okay. Let’s save the best part for last 🙂 Sabar yaah…

Intinya, karena nonton episod itu kemarin, saya jadi teringat kembali dengan satu obsesi (atau ambisi ya? hehe) saya, bahwa someday, jika suatu hari nanti saya dilamar oleh kekasih saya, saya ingin kalau cara melamarnya seperti kisah-kisah drama romantis ala Hollywood dan bukan seperti kakak-kakak saya yang melamar dan dilamar oleh kekasihnya dengan cara standar seperti berikut ini:
“Kayaknya kita udah lama pacaran deh, Sayang..”
“Iya…”
“Sudah waktunya kita menikah, kayaknya…”
“Iya juga, ya…”
“Nanti saya ajak Mamah Papah dan keluarga besar ke rumah kamu ya?”
“Ok. Nanti aku bilang Mami Papi kapan bisa nyiapin acaranya…”
Lalu mereka saling berpandangan penuh arti.

Tapi apa yang terlewat? The excitement, hati yang kaget plus senang plus bahagia, terus anggukan kepala setuju dan merasa dunia milik berdua. Itu yang membuat saya bermimpi tentang lamaran ala Hollywood, di mana sang kekasih tiba-tiba berlutut di tengah acara late romantic dinner, atau menyembunyikan cincin di dalam dessert dan si perempuan terkaget-kaget karena menggigit sesuatu yang keras di dalam tiramisunya, atau banyak cara yang membuat saya cukup ngiler.

Jadi akhirnya, di tengah rasa ngantuk yang luar biasa, saya malah melek abis dan mulai merancang skenario “Bagaimana Lala Ingin Dilamar”.
Pastinya harus melibatkan band favorit saya, Maliq n d’Essential (namanya juga mimpi yaa.. jadi ga boleh protes.. hehehe). Ceritanya cukup sederhana. Saya dibikin marah sama pacar, ngambek, trus tiba-tiba pas on the way home, pacar mengajak saya mampir resto sebentar karena perutnya kelaparan. Saya yang masih marah pastinya makin marah; sudah tahu lagi marah masih diajak mampir-,mampir. Oh My…
Nah, ternyata di dalam sudah ada Angga dkk, siap di stage, dan langsung menyambut saya. Surprise surprise, pas Angga ngebawain lagu favorit saya Finally Found Someone, eehhh pacar tiba-tiba ngajak saya berdansa… trus tiba-tiba, in the middle of the song, dia menyelipkan cincin di jari saya…. Dan melamar saya, right in that second!

Cukup dramatis kan? Sebenarnya ada detil-detil lain yang membuat ceritanya semakin seru, tapi berhubung saya takut dicontek (wakakaka), makanya saya kasih sedikit sneak preview aja 🙂

Nah, itu adalah bocoran tentang bagaimana seorang Lala ingin dilamar oleh sang Pacar (a.k.a MSS or My Super Special). Pasti romantis, pasti memorable, pasti sangat indah…. Tapi, what if MSS ga punya duit lebih untuk menyewa band favorit saya, ya?
Okay, okay. Maliq bisa dicoret dari daftar… asal ada band lokal yang okei…
Ehhh… tapi, tapi.. Kalo masih ga punya dana, bagaimana?
Hmmm… band dicoret, ganti pemain electone dan singernya.
Uppss… dana sudah mepet buat beli peningset dan segala macamnya…
Dan menyewa resto selama satu jam adalah tidak mungkin (masih karena dana.. wkekeke)
then how???

Akhirnya saya berpikir-pikir lagi dan teringat dengan scene demi scene Ally McBeal tentang peristiwa proposal dia yang super romantis itu.

Ya.
Sebagai layaknya seorang perempuan yang haus romantisme macam Ally dan saya, tentunya, adalah sangat indah jika dilamar dengan cara yang lain daripada yang lain karena itu adalah bukti bahwa sang Kekasih menganggap kita teramat istimewa.

Tapi pada kenyataannya… Ally tidak merasa apa-apa. Dia hanya terkejut, deg-degan, flattered, but that’s it. Tidak ada perasaan berbunga-bunga… atau sedikit bahagia.
Karena apa?
Because she just doesnt into him… that much.
So, proposal seromantis apapun tidak akan pernah menyentuh hatinya dan membuatnya saying, “I Do”.

Saat itulah saya sadar, bahwa satu-satunya faktor paling penting yang musti ada dalam setiap skenario proposal romantis adalah calon pasangan hidup yang benar-benar kita cintai dan mencintai kita, bukannya cincin mahal, resto romantis, band favorit yang membawakan lagu-lagu kenangan… Hanya orang yang benar-benar istimewa, yang bisa membuat sesuatu yang sederhana, menjadi sangat extraordinary…

Meskipun saya tetap berharap MSS punya rencana spesial untuk saya (seandainya dia melamar… dan semoga saja dia memang ada rencana begitu! AMIEN), tapi saya tetap akan sangat sangat bahagia jika ketika kami makan sate kambing di tempat favorit, tiba-tiba dia berkata:
“Sayang…. aku cinta sama kamu…”
I love you too, Beib…”
“Mmm… kita nikah, yuk…” Lalu dia memegang tangan saya, tanpa mengeluarkan cincin di dalam sakunya, lalu mencium punggung tangan saya dan memandang saya dengan lembut.

Well… saya jamin.
Tidak butuh Maliq, resto mahal, atau cincin berlian untuk membuat saya menangis bahagia saat itu… ^_~

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

4 thoughts on “Jika Suatu Hari Nanti Saya Dilamar

  1. hmmm pertamax™
    Wah seru juga ya™ dan panjang juga ya™
    makan-makan™

    Posted by Supermoto | February 29, 2008, 1:36 am
  2. Supermoto…. TM… piye nulisnya? wekekeke
    Panjang? Ciri khas, saking bawelnya sampai nggak bisa berhenti nulis.
    Seru? ya pasti laaahhh… hihi

    Posted by jeunglala | March 8, 2008, 8:10 am
  3. Iya …
    Ini seru sekali …
    Asik … asik …

    Posted by nh18 | September 10, 2008, 4:24 pm
  4. mba’ Lala..yang paling terakhir justru kynya yang paling bikin surprise deh. *mupeng* 😀

    Posted by Bieb | October 27, 2011, 5:39 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2008
M T W T F S S
    Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: