archives

Daddy

This tag is associated with 2 posts

Sebuah Catatan : 27-28 Januari 2010

Rabu.
27 Januari 2010.
Pukul enam sore lewat sedikit.

Sedan hijau Bro melaju perlahan menuju kamar VIP yang memiliki pelataran parkir di depannya sehingga kami bisa langsung masuk ke kamar tanpa harus melewati lorong-lorong rumah sakit yang sepi. Sebelum sampai ke rumah sakit, ponselku berdering pendek. Ada sebuah SMS yang masuk. Dari sahabatku.

Dia menyampaikan kabar baik kalau Papi sudah bisa buang air besar. Pas aku tanya, “Seberapa banyak?”

Dia langsung bilang, “Meneketehe. Tanya ndiri gih, nanti kalau udah nyampe.”

Dan tidak lama kemudian, sedan hijau Bro sudah terparkir rapi di pelataran parkir, persis di depan beranda kamar tempat Papi menginap sejak hari Minggu malam. Aku melihat wajah-wajah orang yang kukenal; Om, Bulik-Bulik, Sepupu-Sepupu, sahabat-sahabat, seorang kakak perempuan, dan seorang Ayah yang sedang terbaring di atas ranjang tanpa banyak bicara. Continue reading »

Lelaki Bernama Edi Purwono

Kalau ada yang bertanya, siapa yang menginspirasi saya untuk menulis, tidak lain dan tidak bukan adalah: EDI PURWONO, lelaki usia 59 tahun, yang penglihatannya sudah rabun, bertubuh ringkih, yang kupanggil Papi atau “Dad” ketika saya merajuk manja padanya.

Ya. Edi Purwono, Papi saya, adalah orang pertama yang meyakini bahwa saya bisa menulis. Beliau memang tidak pernah sangat serius menelateni untaian huruf-huruf  yang saya ketik. Beliau bukan penikmat tulisan saya seperti almarhumah Mami yang selalu membaca karya-karya cerpen yang saya tulis sejak SMP. Edi Purwono, Papi saya, hanya tahu kalau puteri bungsunya yang selalu sibuk berkutat di depan komputer itu sedang menulis cerita-cerita pendek yang kebanyakan isinya cecintaan saja. Dan entah kenapa, sekalipun demikian, Papi selalu meyakini, “Suatu saat kamu pasti punya buku. Ayo, kapan mulai ngirim karya-karyamu ke penerbit?”

Kata-kata penyemangat yang keluar dari mulut Papi memang seolah mantra yang menghantui pikiran saya. Bagaimana tidak, almost each and every day, di kala sempat, Papi selalu menuturi saya bahwa di dalam hidup yang hanya sebentar ini,  paling tidak, kita harus mengisinya dengan lebih bermakna. Dan, it may sound selfish and all, tapi kata-kata Papi tentang saya harus membuktikan ke semua orang bahwa saya bisa, jelas telah menantang adrenalin saya untuk mencoba, terus dan terus.

Dan Papi ternyata benar Continue reading »

Catatan Harian

May 2013
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Celotehan Lala Purwono

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 92 other followers