“Apartemenmu sudah ready, James,” kata Erica di ujung telepon.
“Oh ya? Hmmm…” kata James.
“Hey, what’s wrong? Kok kamu nggak antusias sih, James? Is everything alright?”
“Nope, nope. Everything’s fine, Erica. Bagaimana sponsornya?” James mengalihkan pembicaraan.
“They’re fantastic, James. They’re so excited. Kamu kan tahu kalau mereka sudah menunggu-nunggu maha karyamu setelah bertahun-tahun kamu menghilang di Indonesia, kan? Mereka nggak sabar untuk melihat bagaimana reaksi pecinta seni Eropa nanti, James. Mereka optimis kalau pameranmu kali ini akan jauh lebih sukses daripada pameranmu yang terakhir di Melbourne itu.”
“You really think so?”
“Yeah… Kenapa? Kamu ragu?” Read the rest of this entry »