archives

Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.
Lala Purwono has written 830 posts for The Blings of My Life

Hey, Dad!

Daddy and Me

Daddy and Me

Hey, Dad!

It’s your (not so) little girl, Lala. And I am missing you like too much.

Today is your birthday. You are supposed to be here, celebrate this beautiful day with us; your daughters, sons, and the grandkids. You are supposed to be here and blow the birthday candle with us. Cut the birthday cake, spoon it to your little baby grand daughter and son, and kiss them gently in the forehead. What a perfect birthday, ah Dad?

But, life is not perfect, isn’t it?

You are not here. You are no longer here.

You are now spending the rest of your times in Heaven while I am still here; saving all the good deeds as a one way ticket to your place someday.

You’re in heaven.

I’m in too far from heaven.

Life is never perfect. It is just beautiful, sometimes. Messy, most of the times. But every moment we have shared for 30 years of my life been unforgetable. I won’t replace them for anything, except that guaranteed one way ticket to heaven so I can be with you and spend the rest of our waiting days together.

Dad,

Since we are now too far apart, let me just send you the prayers. Wish we could be together someday with the rest of our family. Celebrate not just your birthday, but any ordinary days together.

I love you, Dad.

I miss you so much.

Take care. And I’ll see you again, someday.

Or I’ll see you again… any minute now, in my dream.

*peluk cium*

I’m getting married!

I’m getting married. Setelah sekian lama, saya akhirnya menemukan lelaki (khilaf) yang akhirnya mampu melihat kelebihan-kelebihan saya… Ok, selain lemak-lemak yang sering salah tempat itu. Hehe.

Kali ini, saya tidak menjebak kalian dengan cerita-cerita yang saya pelintir sana sini, sehingga di ujung tulisan kalian merasa: “Dem! Kirain Lala kawin beneran…” Because my friends… this time it’s true. I met a guy, he proposed, and we are finally getting married in a few months. Super yey! Continue reading »

Perempuan Biasa

Apa istimewanya dari perempuan seperti aku? Cermin manapun, di belahan dunia manapun, tidak akan lantas serta-merta berbohong hanya demi menyenangkan hatiku saja.

Aku adalah perempuan kebanyakan yang tidak pernah merasa istimewa. Tidak cantik, atau menarik. Tidak pintar, atau merasa lebih unggul dari perempuan lainnya. Aku, perempuan biasa yang butuh untuk dicintai dengan cara luar biasa.

Olehmu.

Oleh lelaki sempurna sepertimu. Continue reading »

Siapa Bilang Saya Baik-Baik Saja?

Saya tidak pernah merasa baik-baik saja ketika harus meninggalkanmu, pulang kembali ke kotaku.

Saya tidak pernah merasa baik-baik saja ketika harus membuatmu merasa bersedih karena takut saya tidak akan kembali pulang, ke kotamu.

Saya tidak pernah merasa baik-baik saja melihat kamu, perempuan yang saya cintai, sedang meragukan kesetiaan saya hanya karena kamu ingin meladeni ledakan hormonal tiap bulanmu.

Siapa bilang saya baik-baik saja? Continue reading »

Kekasih yang Jauh

“Apa artinya kekasih yang tak bisa kamu kecup bibirnya setiap kali kamu mau?”

Aku diam saja.

“Apa artinya kekasih yang tak melihat warna lipstick terbarumu dan mengomentari flat shoes warna kesukaannya saat pertama kali kamu memakainya?”

Masih, aku diam.

“Apa artinya kemana-mana sendiri, dengan jari-jemarimu yang tak terangkum mesra oleh jari-jemari kekasih?”

Aku tak bisa bicara apapun juga.

“Apa artinya kekasih yang tak bisa kamu peluk sewaktu-waktu kamu butuh, karena hanya pelukannya yang mampu menumbuhkan keberanianmu?”

Perlahan, hatiku mulai ngilu. Continue reading »

Pulang

Taksi, di pagi buta.
Ponsel saya berdering, taksi sudah menunggu di lantai bawah. Siap membawa saya pergi.

Seonggok tas ransel sudah siap di pintu depan; ransel yang sudah terisi penuh oleh pakaian, laptop, dan tumpukan kenangan yang baru saja kita ciptakan dua minggu penuh, sebelum pagi ini. Siap saya bawa pergi lagi, siap saya bawa terbang lagi, menuju kota yang sebenarnya tak ingin saya tinggali. Saya hanya ingin tinggal di kota ini, bersamamu. Tahu? Continue reading »

bagaimana kita bisa sampai di sini?

“Bagaimana kita bisa sampai di sini?” tanyamu di suatu malam, saat kamu bebas memeluk dan menciumku di atas sofa empuk, persis di depan televisi, di ruang tengah apartemenku.

Aku makin menyusupkan tubuhku di pelukanmu. Membuatnya semakin hangat dan seolah punya keinginan untuk meleburnya menjadi satu. Lalu menoleh, memandangmu, dan menjawab, “Kamu membeli tiket pulang. Aku mengambil cuti panjang. That’s how we get here.” Continue reading »

Bukan Sekadar Cinta

Ini bukan sekadar cinta.

Ini adiksi.

Pada senyum dan tertawanya.

Pada lelucon-leluconnya yang membuatku tertawa terbahak-bahak.

Pada gaya bicaranya yang serius saat bercerita soal dunianya.

Pada elusan tangannya di punggungku.

Pada ingin dan mimpinya yang selalu ia bagi bersamaku.

Pada genggaman tangannya yang menguatkanku.

Pada penghiburannya yang menghapus gelisahku.

Pada rayuannya yang selalu kutertawakan meski aku butuh.

Pada setiap tarikan nafasnya.

Pada bunyi degup jantung yang kucuri dengar saat bersandar di dadanya.

Pada setiap senti wajahnya dan kedua matanya yang setiap memandangku, aku lantas merasa menjadi perempuan cantik yang layak dicinta.

Ya,

Ini bukan sekadar cinta.

Ini adalah adiksi,

Yang tak ingin kuobati.

Sampai seumur nafas diberi.

Pada seorang kekasih.

Yang akan segera kembali ke kotanya, sebentar lagi.

Meninggalkanku, mencanduinya tanpa ingin berhenti…

 

**

 

Kamar, Kamis 30 Agustus 2012

11.14 Malam

Buat yang kelak semoga menjadi selamanya

 

GIRLTALK ada di tokobuku!

Setelah menjadi salah satu buku laris di http://www.nulisbuku.com, akhirnya anak perempuan saya, GirlTalk, dipinang oleh penerbit major! Cihui banget!

GirlTalk telah resmi menjadi ‘menantu’ Stiletto Books, penerbitan yang concern dengan isyu dan penulis-penulis perempuan. Cocok banget, kan?

Nah, mulai 1 Juli nanti, kalau main-main ke tokobuku (Gramedia, Gunung Agung, TogaMas, Rumah Buku, dll), sempetin deh nyari buku saya yang covernya genjreng inih. Eye catching banget, kok. Kalo nggak ngelirik artinya kebangetan! Hahaha.

Ini nih, covernya…

GirlTalk by Lala Purwono. 60 perempuan. 30 kisah. Yang manakah kisahmu?

Keterangan cover:

Judul              : Girl Talk – 60 perempuan. 30 kisah. Yang manakah kisah hidupmu?

Penulis              : Lala Purwono

Editor               : Herlina P. Dewi

Desain cover   : Ike Rosana & Felix Rubenta

Tebal               : x + 188 halaman

Harga              : Rp36.000

Credit photo    : Titi Kharisma

Model photo   : Yenny Puspita

 

Mau beli dengan edisi khusus? Boleh banget! Saya buka PO pertama yang tutup sampai 28 Juni alias besok sore pukul 5. Selain dapat diskon (jadi 30rb saja!), kamu juga bakal dapat satu kecupan di halaman pertama GirlTalk, lho. Big red lips! Haha. Sungguh kegilaan yang hanya akan terjadi selama masa PO.

Gimana caranya?

1. Kirim email kamu ke jeunglala@gmail.com

2. Tulis NAMA, NO HP, ALAMAT PENGIRIMAN, JUMLAH BUKU

3. Tunggu balasan dari saya untuk mengetahui berapa jumlah yang harus ditransfer.

4. Duduk manis di depan teras rumah sampai paketnya datang.

Gampang banget, kan?

Ayo, segera order. Karena untuk yang PO dan membayar sebelum besok pukul 5 sore, bakal dapat 1 buku tambahan. GRATIS! Yuk, yuk. Be the lucky one. Saya tunggu!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan

Workshop Menulis Seru di #WritingCampBintan, yuk!

Workshop Menulis Seru di #WritingCampBintan, yuk!

It’s more than just a writing workshop, it’s a SUPER FUN WRITING CAMP with TWIN DESTINATIONS holidays. Yuk, ikutan!

Catatan Harian

May 2013
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Celotehan Lala Purwono

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 92 other followers