you're reading...
Surat Cinta

Someday, We’ll Know

“90 miles outside Chicago
Can’t stop driving
 I don’t know why
So many questions
 I need an answer
 Two years later
You’re still on my mind…”

 

Pernahkah kamu menyempatkan untuk bertanya kenapa kita harus bertemu? Kebaikan atau kesalahan di masa lalu yang mana yang menakdirkan kita akhirnya harus saling bertemu? Kenapa aku harus duduk di depan bar itu, memesan kopi yang ketiga, sampai kemudian kamu datang dan menyapa? Kenapa aku harus berkunjung ke kantormu lalu kita berbagi oksigen di dalam tabung lift yang sama, sampai berkali-kali?

Lalu, pernahkah kamu bertanya, mengapa kita harus berpisah? Mengapa setelah semua kebetulan-kebetulan kecil yang akhirnya mengantarkan kita berdua di sebuah kafe dan saling menyapa, menukar nomor telepon, dan berjanji untuk bertemu seminggu kemudian, tapi kita malah memutuskan untuk saling menempatkan jeda? Mengapa setelah kita bersusahpayah membangun our castle of sand, lalu kamu berubah menjadi seperti ombak yang menjilati pinggiran pantai; meruntuhkan istana pasir kita dalam sekejab saja?

I can’t stop asking all those questions. Kenapa kita harus bertemu, lalu berpisah? Kenapa kita hanya diberi jatah sebanyak seratus dua puluh hari saja untuk menikmati cinta yang merah muda, lalu kebahagiaan itu direnggut terpaksa?

Sambil menikmati secangkir kopi, di pantry kantor, sahabatku pernah bilang, “You’ll never know the answers. You’re living the answers. Hidup lo nanti, adalah jawaban dari segala pertanyaan-pertanyaan ‘kenapa begini, begitu’ lo itu.”

Dia benar. Setelah semua ini usai, harusnya aku tahu kenapa kita dulu harus bertemu untuk kemudian berpisah tak lama setelah itu. Setelah semua ini usai, aku akan tahu kenapa dunia susah payah berkonspirasi untuk mempertemukan kita lalu mengacaukan semuanya. Ya, setelah semua ini usai, katanya, aku bakal tahu.

Tapi, itu kalau ‘usai’.

Bagaimana kalau sampai hari ini aku tidak pernah merasa ‘usai’ denganmu?

“Someday we’ll know if love can move a mountain
 Someday we’ll know why the sky is blue
 Someday we’ll know why I wasn’t meant for you
 Someday we’ll know why Samson loved Delilah
 One day I’ll go dancing on the moon
 Someday you’ll know that I was the one for you…” 

Masih kubaca email-emailmu.

Masih kudengarkan CD kompilasi lagu-lagu favoritmu, yang kamu hadiahkan untukku di kencan kesembilan kita.

Masih kusimpan satu buah fotomu di selipan dompetku.

Masih kulihat film Serendipity kesukaanmu, sekadar untuk mengulang kebersamaan kita di depan televisi apartemenmu, di suatu masa lalu.

Masih nelangsa saat tahu kamu menangisi perpisahan kita, waktu itu.

Masih kulakukan semua kebiasaan yang tidak membawaku beranjak dari masa lalu. Like doing some traveling to the future with you inside my suitcase. Aku seolah ingin berlalu, tapi masih mengajakmu di dalam setiap jengkal ingatanku.

Jadi, kapan bisa kujawab pertanyaan itu? That someday I’ll know why I wasn’t meant for you? That someoday you’ll know that I was the one for you? Kalau kamu masih tinggal di setiap jengkal hidup dan ingatanku.. Kalau kamu masih menjadi segalanya untukku?

Di saat aku tahu, kembali jatuh di pelukmu,

Lalu terluka kembali olehmu,

Takkan menjadi keputusan terbaikku…

About these ads

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

3 thoughts on “Someday, We’ll Know

  1. :'(
    tiba” ada butterfly effect di perut,

    Posted by Dieta | January 26, 2012, 9:39 am
  2. Hehehe…lagu ini juga pengantar patah hati gw jaman dulu…makin didengar makin galau =p

    Posted by bella sirait | February 21, 2012, 6:18 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: If I Never Get To Heaven | 30loveletters - January 26, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Celotehan Lala Purwono

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers

%d bloggers like this: