you're reading...
daily's blings

4 Anak Manusia — novel terbaru Lala Purwono

4 Anak Manusia; dan cinta mereka yang salah tempat

 Judul buku: 4 Anak Manusia
Jenis: Novel
Penulis: Lala Purwono
Harga: Rp. 40.000,-
Tebal: 141 Halaman
Ukuran: 11 x 17.5 cm
Dibantu cetak oleh: http://www.nulisbuku.com

 “Ketika kamu melihat masa depanmu di dalam
kedua biji matanya,
Ketika kamu merasa sempurna hanya dengan berada di sisinya,
Tidakkah kamu ingin tahu apakah dia merasakan hal yang sama?”

“Ketika kamu tahu kalau kamu tidak berhasil menemukan masa depan di dalam kedua matanya,
Masihkah kamu bertahan?
Apakah kamu bakal pergi, atau memaksa terus tinggal meski sakit hati?”

“Ketika cinta berbelok ke arah yang tidak kita inginkan,
Apa yang harus dilakukan;
Membunuhnya?
Atau merelakannya berbelok arah?”

“Kepada Cinta.
Tempat semua ini berawal,
Lalu bergerak mencari muaranya,
Entah di hati siapa.”

Saya

 Hujan turun sangat deras di luar sana.

Tapi gemuruh di hati saya jauh lebih kencang daripada gemuruh rinai hujan yang turun begitu lebat malam ini.

Apa yang harus saya lakukan?

Memacu mobil saya untuk menemuinya di kafe? Menemaninya yang sedang kesepian dan terdengar desperate?

Atau mengabaikan pesannya karena memang itu yang seharusnya dilakukan oleh seorang calon istri yang setia?

 Gua

Gua nggak pernah berencana untuk membuatnya semakin sulit. Tapi hidup yang menggiring gua sampai pada hari ini: ketika gua mencari-cari alasan untuk bisa menghabiskan sedikit waktu bersama perempuan yang tadinya nggak pernah gua cintai.

 Siapa yang menyangka kalau gua bakal jatuh cinta sama perempuan ini?

 Perempuan hobi mabuk, merokok seperti lokomotif,  tidur dengan lelaki lain, menikahi gua hanya karena alasan finansial ini?

Mencintai perempuan ini bukanlah rencana.

Mencintai perempuan ini,

Rupanya,

Adalah takdir.

Yang musti gua jalani.

 Gue

 Gue bukan perempuan yang pantas berada di sampingnya. Gue seperti pelacur yang dia sewa untuk menemani hari-hari di ujung pekannya.

 And this is so damn hurt.

Karena bagaimanapun brengseknya gue, hati gue tetaplah hati seorang perempuan yang rapuh karena cinta.

I demand something bigger than just a breakfast in bed.

I demand him to stay with me.

Not just for breakfast,

But for lunch, for dinner,

Forever.

Aku

“Kita sudah memiliki segalanya tanpa harus menikah. It’s only a marriage certificate, for God’s sake. Selembar kertas yang nggak berarti bakal bikin hidup kita lebih bahagia.”

Lalu kekasihku pergi. Seolah tak pernah peduli.

Ketika hubungan sudah menginjak pada tahun ketujuh, apakah salah kalau salah satu dari dua orang yang terlibat itu merasa ingin menyudahi petualangan gila mereka dan hidup tenang di dalam pernikahan?

 Ataukah cuman aku yang gila karena terlalu menginginkan hal ini?

 —

4 Anak Manusia, lebih dari sekadar novel tentang cinta biasa. Ini adalah cerita tentang cinta yang berlabuh di tempat yang salah lalu berjuang untuk menentukan takdirnya: mati, atau terus bertumbuh. 

 –

order:

Email me –> order.bukulalapurwono@gmail.com

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

December 2011
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers

%d bloggers like this: