Entah apa formula Tuhan ketika menciptakan lelaki itu.
Lelaki yang, kutebak, bisa jadi ia terbuat dari cahaya. Tengok saja senyumnya; seolah menerangi setiap hati setiap kali melihatnya.
Bisa pula ia terbuat dari serbuk candu. Tengok saja tatapan kedua biji matanya; seolah memerangkap setiap pasang mata yang bertukar pandang dengannya. Terperangkap selamanya, dalam pesonanya.
Ah, mungkin saja ia terbuat dari rindu menggebu. Cium saja aroma tubuhnya; kamu akan merasa ingin menghirup nafasmu kuat-kuat, menyimpan aroma tubuhnya banyak-banyak di paru-parumu. Lalu disimpan baik-baik di situ, bekal untuk mengobati rindu yang menggebu.
Aku tak tahu formula apa yang Tuhan rumuskan saat Ia menciptakan lelaki itu.
Aku tak tahu; cahaya, candu, ataukah rindu yang menggebu.
Tapi yang aku tahu, Tuhan merumuskan formula cinta di dalam hatiku.
Yang kupersembahkan untuk lelaki itu.
Dan membuatku bakal selalu membiarkan lelaki itu singgah di dalam hatiku.
Selalu.
**
Kamar, 8 Oktober 2011, 10.54
wow..manis…
selamat ya..kamu menang tantangan @nulisbuku #11….
Kereeennnn
Salam kenal
Posted by Arr Rian | October 9, 2011, 11:27 am