archives

Archive for September 2011

Saya Nggak Pernah Bilang

Saya nggak pernah bilang saya bakal mencintai kamu seumur hidup saya.

Yang saya selalu katakan sama kamu, bahwa saya akan berusaha untuk bisa melakukannya, di sepanjang umur saya, bukan umurmu.

Saya nggak pernah bilang saya bakal setia, sehidup semati sama kamu.

Yang saya selalu katakan sama kamu, bahwa saya akan berusaha untuk selalu menempatkanmu menjadi yang terbaik di hati saya. Dan berusaha selalu mengingatkan saya sendiri betapa beruntungnya saya bisa mendapatkanmu.

Saya nggak pernah bilang bakal menjadi kekasih yang sempurna, yang selalu meluangkan waktunya untukmu, denganmu.

Yang saya selalu saya katakan sama kamu, bahwa saya berusaha memberikan seluruh waktu yang tercerai-berai di antara waktu-waktu tersibuk saya untukmu. Saya bahkan akan berusaha memperbanyak waktu untuk bisa memelukmu selagi kamu ingin.

Dan satu hal lagi.

Saya nggak pernah berjanji untuk tidak akan meninggalkanmu.

Tidak, tidak pernah.

Karena yang saya selalu bilang sama kamu, bahwa saya tidak memiliki umur ini. Tidak memiliki hidup ini. Tapi memiliki keinginan untuk bisa hidup ratusan tahun, jika perlu, untuk membuatmu bahagia.

Ya. Bahagia. Yang, saya nggak janji pula, bakal selamanya bisa membuatmu seperti itu.

Karena bisa jadi, dalam perjalanan hidup nanti, justru kamu malah bahagia kalau tidak bersama saya.

Jadi, simpan saja semua janji-janji muluk itu.

Biarkan saya dan kamu menikmati hari, mencintai apa yang bisa dicintai hari ini.

Semoga esok tiba, dan rasa itu masih sama.

Rasa cinta yang menggebu, buat kamu, utuh.

**

Kamar, 29 September 2011, 9.20 Malam

Buat kamu
Yang berada ratusan kilometer dari hati saya

Jodoh

Pernahkah bertanya, siapa jodohmu?
Siapa lelaki yang tengah melakukan kembaranya, mencarimu?

Pernahkah bertanya, seperti apa rupanya?
Lelaki sederhana dengan kaos berantakan, atau dia yang rapih dengan kemejanya?

Pernahkah bertanya, darimana ia berasal?
Sedang apakah dia sekarang, di malam-malam kamu menyelipkan doa untuk bertemu dengannya?

Pernahkah bertanya, bagaimana kalau dia tersesat dalam kembaranya, dan berharap bisa memberinya alamat menuju hatimu?

Pernahkah sempat marah karena dia tak kunjung datang padamu dan kamu mulai lelah menunggu?

Pernahkah menangis karena merasa sendirian dan bertanya, “Apakah dia juga sedih karena tak kunjung bersamaku?”

Pernahkah kemudian meragu kalau garis jodoh tak pernah terlukis di telapak tanganmu?

Pernahkah kamu ingin mengintip nama yang tertulis di tulang rusukmu, milik siapakah itu?

Pernahkah kamu memimpikan seseorang, yang tak pernah kamu kenal, tapi kamu tahu kalau kamu mencintainya dengan sungguh?

Hey,
Kamu tak sendiri.

Aku pernah membayangkan rupa lelaki yang bakal bersamaku, kelak.

Dia bukan lelaki rapi dan rupawan, tapi aku mencintai kaosnya yang berantakan dan harum tubuh tanpa parfumnya.

Dia bukan lelaki yang romantis, tapi selalu berhasil membuatku merangkai kata-kata romantis yang manis. Untuknya.

Dia bukan lelaki yang kuat, perkasa. Tapi dia akan memelukku hangat, erat. Dan aku merasa sangat aman di dalamnya.

Dia adalah lelaki sederhana, yang membuat setiap hal kecil menjadi istimewa.

Ya,
aku selalu bertanya-tanya, mungkin saja dia kini ada di tengah kembaranya. Kami akan bertemu, di titik yang sama. Nanti.

Jadi, aku tak akan berhenti melangkah. Biar ia tak lelah, lalu berhenti. Biar kami bertemu, tepat saatnya nanti.

Semoga kembara kami akan segera berhenti. Dan kami saling menyapa. Lalu jatuh cinta. Sisanya? Biar sejarah yang akan menulisnya.

Siapapun kamu, Jodohku. Kuselipkan selalu doa untukmu. Jangan lelah mencariku, seperti aku yang tak lelah mencarimu.

Aku percaya, kembara kita akan segera usai.
Segera.
Percayalah.

Catatan Harian

September 2011
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Celotehan Lala Purwono

  • @CakBOW karepe yo utango trus kekno aku, Wo :) 2 days ago
  • @nonawiina hai momo... Alhamdulillah baik :) kamu juga kaannn... 3 days ago
  • Moga2 urusan di Jkt cepat kelar dan suami bisa cepet balik ke Surabaya. Kangen sudah meluap2 ingin dilampiaskan dlm satu pelukan lamaaa bgt! 3 days ago
  • Kangen makan indomie goreng midnite sama suami.. Biar gendut, asal hati bahagia.. Hihi.. 3 days ago
  • Kangen bikinin kopi dan nyiapin masakan buat suami... (ceritanya suami lagi kerja di Jakarta, nih) 3 days ago
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 105 other followers