Mendadak ingin menimang seorang jabang bayi di pelukanku. Menyanyikannya lagu nina bobok untuk mengantarkan tidurnya. Mengusap dahinya, lalu turun ke tengah-tengah alisnya, agar dia cepat terlelap. Menggoyangkannya dengan perlahan, ke kiri, ke kanan, dengan irama teratur, konstan, sampai ia tertidur dengan mulut terbuka. Mulut mungil yang seharian mengoceh tanpa pernah kutahu apa artinya. Continue reading