“Ayo, Sayang, agak cepat sedikit!” Seorang lelaki berkata sedikit keras sambil menggamit lengan istrinya. Mereka sedang menyeberangi jalanan yang agak ramai dengan lalu lalang kendaraan dan pejalan kaki.
Perempuan itu mencoba melangkah seirama dengan suaminya. Agak tertatih-tatih memang, karena stiletto setinggi sebelas sentinya bukan alas kaki yang bisa membuat seorang sprinter menjuarai pertandingan atletik.
“Sebentar, dong… Aku, kan, nggak lagi pakai sepatu keds seperti kamu…” Dia merajuk manja.
Suaminya menoleh sambil tersenyum sembari tetap melangkah menyeberangi jalan, dengan posisi melindungi istrinya yang melangkah tergesa-gesa di sampingnya. Continue reading