Nasib kerja di perusahaan pelayaran yang kantornya dekat pelabuhan adalah musti rela jadi pemandangan gratis buat para supir truk yang asyik mangkal di posko mereka, di sebuah gardu kayu, dekat truk-truk kontainer yang parkir. Gardu tempat mangkal itu berada di mulut gang — jalan masuk menuju kompleks ruko– dengan akses jalan yang lumayan ajrut-ajrutan, sehingga Bro, kakak lelaki yang setiap hari mengantarjemput, selalu menurunkan aku di mulut gang, yang jaraknya sekitar 100 meter dari kantor. Maksudnya adalah supaya shock breaker mobilnya nggak berantakan dan tentunya, dia memang lebih sayang mobilnya ketimbang adik perempuannya yang cantik jelita ini. Tsah!
Continue reading