Sebuah pistol menyalak. Sebutir peluru panas pun melesak keluar dengan sangat cepat dari moncong pistol itu dan melukai sosok di depannya.
Beberapa detik berikutnya, pistol yang sama kembali menyalak. Butir peluru yang lain pun melesak keluar dengan sama cepatnya, dari moncong pistol, lalu bersarang ke sosok tubuh yang terdorong ke belakang karenanya.
Pistol yang sama. Butir peluru dengan jenis yang sama. Gaya menembaknya pun sama; tidak yang sambil nungging atau sambil menari balet, tapi dengan sikap sempurna layaknya juru tembak algojo hukum mati.
Tapi anehnya, impactnya berbeda.
Sosok pertama survive di bawa ke rumah sakit, sosok yang kedua meninggal di dalam mobil ambulans yang meraung seperti ibu macan sedang menangisi putranya yang tertembak pemburu liar.
Pistol yang sama.
Peluru yang sejenis.
Kecepatan yang tidak berbeda.
Jarak yang sama pula.
Segala variabel-nya sama persis, tapi kenapa yang seorang selamat tapi yang seorang lagi berdarah-darah lalu malah mengembuskan nafasnya untuk terakhir kalinya?