Aku terbiasa menunggu. Menunda. Menggampangkan segala sesuatu. Seringkali jika ada sesuatu, aku selalu bilang, “Kan bisa nanti? Nanti saja, deh!” Dan sering pula, sekalipun keinginan itu sudah mendominasi isi ruang di kepala, aku malah mengabaikannya dengan melakukan hal yang sama; menanti, menunda, menggampangkannya, dan akhirnya malah tidak melakukannya sama sekali.
Lalu, apa yang terjadi ketika aku tidak melakukannya sama sekali? Ketika aku mengabaikannya? Ketika aku menundanya? Continue reading