Seorang penulis terduduk dengan gelisah sambil menimang sebuah koran. Dia melesakkan tubuhnya di atas sofa, lalu berkali-kali menyesap cairan kopi yang sedari tadi sudah disesapnya dengan perasaan berdebar. Keringat itu bermunculan, dibarengi dengan rasa kesal yang luar biasa. Oh, bukan kesal atau marah yang berhubungan dengan emosi. Tapi lebih karena dia tak bisa melakukan apapun. Continue reading