there’s something about tattoos…

You have no idea how much I love tattoos.

For some people, tattoo adalah kreasi seni yang nggak banget karena musti merajah tubuh sendiri dengan jarum yang berisikan cat warna warni, merusak lapisan kulit, demi mendapatkan sebuah ‘luka’ cantik yang sifatnya permanen.

But for some other people, tattoo adalah sebuah kreasi seni yang so very artistic, karena tidak sembarang orang bisa membuat lukisan di tubuh orang lain tanpa membuat orang tersebut menyesal karena ‘lukisan’ di permukaan tubuh yang tidak akan pernah bisa hilang. Malah, banyak faktor psikologis yang membuat seseorang begitu teradiksinya dengan tattoo.

“Karena tattoo bakal gue bawa kemana-mana… Tattoo yang bertuliskan nama Mama gue ada di ‘hati’ gue, karena memang she’s always there…Kata seorang teman yang memiliki tattoo yang sungguh cantik di tubuh mulusnya.

OK. Mungkin tidak perlu sampai merajah tubuh sendiri untuk membuktikan bahwa Ibunda tidak akan pernah hilang dalam hati. There are some other ways to show how much we really adore our mothers, but…. let her do whatever she wants to do. It’s her body, it’s her privilege.

…just like my privilege to adore tattoos :D

Don’t you wanna know why I adore tattoos? (kedip-kedip)
Mau ya? (mulai maksa)
Mau aja, deh! (terpaksa mengancam.. hehe)

I love tattoos because I love how it teaches me about how worthless fights could be.

Tahu, kan, kalau tattoo (yang permanen) akan membekas selamanya? It’s a kind of ’scar’ that will remain forever in your body and only a great yet expensive surgery to remove it. 

Dengan kondisi yang seperti itu, memutuskan untuk merajah tubuh membutuhkan pemikiran yang tidak sedikit, juga tidak sebentar. For the sake of everlasting scar and expensive surgery, setidaknya ada beberapa hal yang harus dipikirin:

Are you sure that having tattoos won’t change people’s perspective? Saat menjadi menantu, misalnya. Saat berada di dalam komunitas agama, misalnya. 

Are you sure that having tattoos won’t put you in ‘trouble’? Saat melamar pekerjaan, misalnya. Atau malah disangka preman? Hehe… pis, ah, Don… I love your tattoos, kok…

And are you sure that you’re going to carry around this scar for the rest of your life?
Do you really.. REALLY want to do it?

Apakah selesai?
OH TIDAK!

Ada pertanyaan-pertanyaan berikutnya yang mengikuti.
Tattoo artist mana yang bagus.
Steril atau tidak.
Gambar seperti apa.
Bagian tubuh mana yang ingin dilukis.
and so many other questions that will make this decision is so diffiicult to take.

Dan musti diingat sekali lagi; it’s not removable. It will stay forever and need a great deal to remove it. Bukan hanya uang, tapi tenaga. Mondar-mandir ke dokter bedah, konsultasi ini itu, memastikan jadwalnya dengan kesibukan di kantor…. it will waste your time, your energy, and not to mention, your money.

Lantas filosofis apa, La?

Well, saya menganggap proses memilih untuk merajah tubuh sama dengan memilih untuk bertengkar dengan orang yang saya cintai. I need careful consideration to decide whether I should have a fight with those lovely people or not. Saya harus berpikir jernih sebelum menyulut sumbu peledak itu, karena saya tidak pernah tahu, how explosive it could be. Dan setelah pertengkaran itu, everything will never be the same again

That scar will remain in my heart… in their hearts.
Dan proses untuk ‘menghilangkan luka’ itu tidak akan mudah… tapi berliku-liku… rumit… with hope that everything is gonna be okay,
dengan harapan bahwa luka itu akan hilang, tanpa bekas, not even a single scratch.

Hh, susah kan?

Pemikiran tentang tattoo ini muncul ketika tadi siang saya ditanya oleh Indah, teman blogger yang sering sepaham, sepemikiran, dan berada di level kegilaan yang sama, apakah pernah saya bertengkar dengan GangGila, I said, “Pernah. Sekali dalam sebelas tahun.”

Dia melongo.

“Hebat… Kok bisa gitu, ya?”

Karena saya memang tidak suka bertengkar. I hate to pick up a fight with my best friends, families, best buddies at the office, atau dengan orang-orang terbaik yang saya tahu sekali, saya bakal menyesal karena telah membuat luka di hati mereka….

Not just theirs…
But mine, also.
Karena melihat mereka marah, sedih, kecewa, bahkan menangis, adalah hal terakhir yang ingin saya lakukan.

So, pick up a fight with my dearest people is never in my list.

“Katanya persahabatan baru terasa sebagai persahabatan kalau kita pernah bertengkar?”

Mungkin yang membuat quote itu nggak pernah tahu bahwa indahnya persahabatan bisa terasa tidak melulu saat bertengkar, tapi saat sahabat saya membutuhkan bahu untuk menangis, pelukan untuk menenangkan, atau hanya telinga untuk mendengarkan…

“Dan berantem adalah bumbu percintaan?”

 Bagaimana dengan sentuhan? Pelukan? Ciuman? Dan berbicara dari hati ke hati? Saya tahu, sebuah badai tidak hanya bisa mengamuk dan membuat berantakan, tapi bisa jadi, setelah berantakan, sepasang manusia akan menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.

But why bother to invite a huge storm to come and mess everything we have? Kalau dengan bercanda, bermesraan, berbicara, mendengarkan… sepasang manusia itu juga akan tahu bahwa mereka memang saling membutuhkan?

Ya, 
saya memang perempuan aneh yang punya pemikiran ajaib.
Tapi satu hal yang harus kamu tahu, saya mencintai sahabat-sahabat saya, saya mencintai keluarga saya, dan saya mencintai semua orang yang dekat di hati saya…. so f**king much…  dan buat mereka, spesial untuk mereka, I put my ego aside and let me be a naive girl for a moment, for asking them apology… sekalipun mereka yang melukai saya…

Ya.
There’s something about tattoos.
And all I can tell you is.. I can’t have it, but I don’t less love it.
It’s the most beautiful scar, it’s maybe good for a moment, but if I’m not ready, I will end up looking at the mirror and asking what the hell was I thinking…

 

*** 

Kantor, 3 Maret 2009, 18.oo
Sesaat setelah Bro bilang, “Turun, Mbul! Aku sudah di bawah!” :D  


30 Responses to “there’s something about tattoos…”

  1. Oemar Bakrie Says:

    Sesaat setelah Bro bilang, “Turun, Mbul! Aku sudah di bawah!”

    Kok seperti saya kalau jemput istri di kantor, biasanya saya SMS yg isinya sama terus tinggal di re-send ajah … (sorry komennya OOT .. hihihi) :)

  2. okta Says:

    pengen buat tatto juga sih, cuma blm kesampaian..mbehee

  3. Puisi Cinta | Lirik Cinta Says:

    i have a tattoo, tapi waktu buat bilang ma ortu and mantan cewek gua dulu dan tahu apa jawaban mereka? it is okay selama kamu memang telah bertanggung jawab sepenuhnya untuk hidupmu sendiri, so i have a tattoo now :-)

  4. Dewi Says:

    Same here with me…love it but can’t have it..

  5. joicehelena Says:

    tatto???
    pengen sichhh…tapi belum siap ma konsekuensinya…
    :-)

  6. mangkum Says:

    tattoo…
    sama la, tattoo bagus dan nyeni tapi jangan ditubuh gw…

    liatin bule2 di pantai hampir semua punya tattoo kecil di bagian tersembunyi dr kulitnya. mungkin tattoo buat mereka adalah bukti bahwa mereka adalah anak pantai.

  7. nh18 Says:

    Tattoo ???
    Noup …
    Kayak ndak ada yang lain ajah …

  8. miSSiSSma Says:

    As always, nice perspective, Mbak… ^_^

  9. DV Says:

    jadi pengen

  10. Indah Says:

    Psstt.. Laa, khan ada tattoo tempelan, ahahahaha :D

    Gua sebenarnya pengen bikin tattoo juga tuh, cuman masalahnya gua takut jarum, huehehehe :p

    Belum lagi gua ngga yakin bakal tetap menyukai tuh tattoo setelah sekian tahun berlaluu, ahahaha.

    Btw, hehehe, sebelum postingan ini, never think that way about a tattoo, ahahaha ^o^

    Satu forward message yang paling membekas buat gua soal kemarahan itu adalah tentang pagar kayu dan paku, yang mana walau pakunya udah dicabuts tapi bekasnya akan selalu ada di sana :)

    Jadi yaa kadang emang harus bisa nahan diri juga karena one’s broken, susah untuk direkatkan kembali.

  11. ipi Says:

    tatoo?hmm..sayang sakit lgpula ga boleh dlm hukum islam jeung hehhee
    tp klo tatoo temporary saya sudah prnh dung..
    bsk di jogja tatoan yuk jeung??

  12. Billy Koesoemadinata Says:

    tato?
    wah.. udah banyak..
    tanda lahir maksudnya.. :P

    ribet jeung,, kalo pake tato pasti ntar langsung dicoret dari daftar warisan.. :P kekekekek… *becanda deng..

    tapi yang pasti, ga perlu pake tato pun kita bisa inget koq. sepanjang benak masih ‘nyala’ dan mau untuk mengingat.. ;-)

  13. p3ny0 Says:

    tattoo…?? wah, kurang menarik mbak..

    ga boleh dalam agama sih.. :)

  14. Jay Says:

    Apa-pun alasannya tato no-no
    Emang ngak ada kain kanfas lagi, ampe- ngelukis dibadan…

  15. edratna Says:

    Jadi…keputusannya..tato apa nggak?

    Tapi setiap orang memang punya pendapat berbeda…..Tatoo di kulit mulus? Hmm..kayaknya menarik….coba yang nggak permanen aja…seperti yang dikatakan Ipi di atas

  16. Huang Says:

    Ahaaaaaaaa… saya jadi inget temen saya yang rela menato badannya…

    (http://coffeeoriental.wordpress.com/2008/08/15/nge-tatoo/)

  17. gwgw Says:

    tato….??? gg gw banget deh….:-)

  18. Pungky Says:

    gw bikin tato gak permanen alias abal2 di bali. katanya bakal ilang dalam 1 minggu, bahkan laki gw tatonya ilang dalam 3hari doank! but guess what happened with my tattoo.. masi ada nempel di lengan gw ampe sekarang!!! geezzzz… ternyata gw alergi berat sama bahan yg dipake. jadilah tu tato permanen.. (sigh)

    ps: gw bikin tato itu d bulan september 2006…..

  19. bluethunderheart Says:

    blue masihkan engkau ingat, jeunglala heheh………..
    kan bulan ini u yg dapat arisannya datang dong ok
    salam hangat slalu

  20. wisnuwardhana Says:

    tatoo yaa.. hmm selama gak permanen se okay okay aja , tapi kalo sampe permanen and melukai badan sendiri seh gak deh..

    lam kenal ya =)

  21. imoe Says:

    saya suka ngeliat cewek ber tatto, tapi dikit aja…bagus tuh…nyeni…kalo bisa yang non permanen aja..biar bisa ganti-ganti…salam kenal mbak…boleh di link kan….

  22. Ndre Says:

    Saya suka tattoo Mas Tony Q Rastafara yang bergambar Kalajengking dan tattoo nya Ello yang bergambar 4:20 yang artinya saat matahari mulai terbenam – sore yang indah.

    Tattoo tidak mululu soal seni tapi juga identitas dari bermusik – membuat orang yang di tattoo semakin berkarater.

  23. kejujurancinta Says:

    hai jeung
    ga usah tatto tattoan
    kasiah ma anggota tubuh yg mo ditatto
    lagian ga ada manfaatnya :)

  24. nda Says:

    saya suka liat cewe bertato yg dikit aja,ga ekstrim bgt,kayanya sexy deh…
    tapi kalo disuruh bertato mikir dulu seh

  25. sandi Says:

    tato ya cukup indah tapi saya blom tergerak hati untuk membuatnya ditubuh

    salam kenal

    sandi

    kunjungi blogku juga ya

    http://sandiarya.blogdetik.com/2009/04/15/the-excelusive-story-part-2/

  26. elindasari Says:

    Aduch, ditatto, dibagian tubuh ?. hem, takut & sayang Jeung…nanti kalau kenapa2 gimana, takut ah….

    Jeung Lala…tetap eksis nulis kan ?….Sip dech kalau gitu…tak tunggu novel berikutnya :) :) :)

    best regard,
    Bintang

  27. okke Says:

    ah! Gue baru aja mau bikin entri tentang ini.
    Gimana tattoo di badan gw sendiri, telah dengan sukses membuat orang lain terluka :) Dan, kalo orang2 terdekat punya potensi terluka karena ini (dan apapun) mending jangan, karena biar badan (dan hidup) punya kita, tapi kita nggak hidup/berdiri sendiri, pasti ada keterkaitan dengan orang lain.

    but i still love tattoos.

    Love this entri.

  28. ayuratna Says:

    tattoo, enggak deh….


Leave a Reply