how do you know when to stop?

Life’s about reading a sign.

Ya, membaca semua ‘petunjuk’ yang tersebar di semua tempat; petunjuk-petunjuk yang bisa saja tersembunyi dan membutuhkan analisa yang luar biasa hebat agar mengetahui apa maksudnya. But no need clever ones to read those, cuman orang –orang yang mau lebih peka saja yang bisa mengetahuinya.

There are a lot of signs in my life.

Betulkah pilihan-pilihan yang saya ambil?

Apakah keputusan saya tepat?

Kenapa semua ini terjadi?

Kenapa harus bertemu dengan siapa dan di mana letak pertemuannya? Read the rest of this entry »

Why Married?

Percakapan nggak penting di atas ranjang yang mendadak protes dan menjerit-jerit nelangsa karena saya dan Lin asyik ngelesot di sana :)

“Lin?”
“Ya?”
“Kenapa menikah?” Read the rest of this entry »

there’s something about tattoos…

You have no idea how much I love tattoos.

For some people, tattoo adalah kreasi seni yang nggak banget karena musti merajah tubuh sendiri dengan jarum yang berisikan cat warna warni, merusak lapisan kulit, demi mendapatkan sebuah ‘luka’ cantik yang sifatnya permanen.

But for some other people, tattoo adalah sebuah kreasi seni yang so very artistic, karena tidak sembarang orang bisa membuat lukisan di tubuh orang lain tanpa membuat orang tersebut menyesal karena ‘lukisan’ di permukaan tubuh yang tidak akan pernah bisa hilang. Malah, banyak faktor psikologis yang membuat seseorang begitu teradiksinya dengan tattoo. Read the rest of this entry »

it has nothing to do with it…

Suasana ruang IT ketika pagi tadi saya masuk ke sana untuk scanning beberapa gambar dan mentransfer data absensi untuk laporan harian cukup hening. Hanya ada saya dan seorang teman yang in charge untuk segala urusan komputer dan tetek bengek pemrograman di kantor. Ya, hanya ada saya dan Pak Set, lelaki yang sudah saya anggap sebagai seorang teman diskusi yang menyenangkan.

Topik diskusi kali ini adalah tentang Yoenoes dan bayi-bayi kembarnya yang kemarin lahir prematur. Bukannya kebetulan kalau Yoenoes juga dekat dengan Pak Set; apalagi yang membuat kami dekat kalau bukan karena Pak Set adalah teman diskusi yang menyenangkan sehingga kami bisa bebas bercerita dan meminta pendapat? Read the rest of this entry »

And, that was it

Do you have the tickets?”

“He eh.”

He knows that you’re coming, right?”

“Seharusnya begitu.”

So, he knows that you’re going to say something really important?”

“Nggak tahu juga.”

“Lah, what’s the point, then, Darl?”

“Aku nggak tahu.”

So?”

What ‘so’? I have no idea and I don’t care.

Dia menghela nafas. Dia tahu, aku adalah perempuan yang keras kepala; seolah tahu apa yang kuinginkan tapi sebetulnya tak pernah tahu apa yang aku butuhkan. Dan seperti hari-hari sebelumnya, dalam ratusan… bahkan ribuan hari sebelum saat ini, dia hanya menghela nafasnya, sebuah tanda bahwa dia memang tak bisa meladeni argumentasiku yang tak mungkin patah (saking keras kepalanya aku).

Careful, alrite?!”

Every time, Babe…. Every time!”

** Read the rest of this entry »

His Little Babies

Ketika siang tadi saya pergi ke mal City of Tomorrow bersama keluarga tercinta, one single message arrived in my cellphone, membuat ponsel saya bergetar dan tentu saja membikin saya rada-rada salting karena ponsel itu saya selipkan di saku celana jeans saya! Haha.

Buru-buru saya mengintip isinya. Read the rest of this entry »