1 dari 3 pemenang A Writing Contest
Baca dulu 4 episod awal: 1/2/3/4
Pada awalnya hanya kami berdua. Aku dan dia, lalu perempuan itu masuk dan tempat tidur kami tidak pernah cukup untuk tiga orang.
Jadi, aku menghampirinya dan mengusir paksa dia dari hidup kami berdua.
It only takes two to tango, right?
Perempuan itu cantik. Aku bisa melihat apa yang membuat laki-laki jatuh cinta kepadanya. Mata, bibir dan setiap jengkal dari tubuhnya memancarkan feromon yang membius lawan jenisnya.
Di kesempatan lain, kami mungkin bisa menjadi teman baik, namun sekarang?
Bitch. Slut. Whore. Any names will do.
Dia tidak berusaha lari. Saat darah perlahan-lahan keluar dari jiwanya, dia memelukku erat dan berbisik, “Sorry.”
Di mejanya aku melihat foto mereka berdua. Tersenyum. Tampak sangat bahagia.
It’s all his fault.
Believe me, i know.
But, I love him a little too much.
Pelacur seperti apa yang disenangi oleh para istri? Pelacur yang sudah mati.
Kami berdua tidak bersalah. Kami hanya mencintai dia yang sama. Read the rest of this entry »