archives

Archive for December 15, 2008

does it only happen in the movies?

You've Got Mail

You've Got Mail

Pernah melihat film You’ve Got Mail?

Atau pernah sekedar mendengar nama film yang populer sekitar sepuluh tahun yang lalu itu?

Well, buat yang belum tahu, You’ve Got Mail adalah sebuah film drama komedi romantis yang dibintangi oleh Meg Ryan (one of my favorite hollywood actreeses bersama Julia Roberts dan Drew Barrymore) berpasangan dengan Tom Hanks; semacam reuni setelah film mereka Sleepless in Seattle sukses beberapa tahun sebelumnya. Film ini begitu populer di tahun 1998, mungkin karena demam chatting via internet yang begitu booming pada saat itu dan memang kisah cinta selalu menjadi kisah yang menarik serta mudah dijual. Produser film hebat pastinya melihat peluang itu sehingga tercetuslah konsep awal You’ve Got Mail; cute love story based on sweet talks in the internet.

And really, it was so cute! :)

Saya bilang cute karena memang jalinan ceritanya sungguh menarik. Bayangkan saja. Mereka adalah manusia yang bertemu dalam kehidupan nyata; sebagai ‘musuh’. Si Lelaki adalah pemilik toko buku yang super mewah dan luxurious sementara si perempuan adalah pewaris dari toko buku di pinggir jalan yang terkenal dengan suasana homy, dengan para pelanggan yang turun-temurun sejak almarhumah Ibu-nya  menjalankan usaha toko buku ini.

They were opponents.
Mereka bertengkar saat mengantri membeli kopi di kedai  Starbucks. Mereka bertengkar di sebuah pesta. Mereka bertengkar di mana saja mereka memungkinkan… kecuali di internet; di mana mereka menjadi total strangers, with anonymous names; Shopgirl and NY152, where they adore each other and could tell most of anything, without telling their current boy/girlfriend.

Akhir dari cerita ini memang mudah ditebak, seperti film-film Meg Ryan terdahulu, tapi ada sebuah kesan mendalam yang membuat saya menyukai film ini, selain hanya karena faktor Meg Ryan dan Drama Komedi Romantis Hollywood saja.

Apa itu?
Hmmm… seperti yang menjadi tagline film cantik ini:  Someone you pass on the street may already be the love of your life; Kathleen Kelly tidak pernah menyangka bahwa seseorang begitu dikaguminya dan membuatnya menunggu bunyi You’ve Got Mail yang berbisik dari speaker komputernya, adalah laki-laki arogan yang selalu membuatnya kesal… ya, meskipun pada akhirnya, that arrogant man has became simply irresistable for Kathleen!

Kalimat cantik yang menjadi penutup sesaat sebelum Kathleen Kelly dan Joe Fox berciuman pada pertemuan offline pertama mereka sungguh membuat air mata saya menitik.

Joe Fox : Don’t cry, Shopgirl. Don’t cry.
Kathleen Kelly : I wanted it to be you. I wanted it to be you so badly.
…nangis ga sihhhh???? :)

OK. How cute is that? A perfect stranger, the one that happens to be your number one biggest enemy, who fights with you in the line of coffee shop, who makes you angry by things she/he does… and… amazingly… He/she is the perfect match for you; which ironically, you’re in love with that person… through internet! The cyber world!

Kisah seperti ini hanya ditemukan di Hollywood?
Some classic old cheesy movies yang terlalu gurih untuk menjadi nyata?
Hm… jangan berburuk sangka terlebih dulu.
Because you know, what…

It happened.
In my life; my own life.
Just now

*** Continue reading

…and this is all about (by. Deddy Huang)

1 dari 3 pemenang A Writing Contest
Baca dulu empat episod awal : 1/2/3/4

Many roads we take
Some to joy, some to heartache
Anyone can lose the way
And if i said we could turn it back
right back to the start
Would you take the chance
and make the change
Do you think how it would have been sometimes?
Do you pray that i never left your side?

(What If – Kate Winslet)

Sepasang anak kecil itu tampak asyik bermain masak-masakan. Si perempuan berambut lurus panjang itu memberikan daun mangkok ke tangan si lelaki. Tanpa sengaja tangan mereka saling menyentuh, si perempuan tersipu malu sambil tertawa kecil. Saya duduk tidak jauh dari kedua anak kecil yang sedang bermain itu. Anak-anak kecil yang seolah mengingatkan saya tentang dia, tentang saya juga, ketika kami masih kecil…

Buku ini ingin kuberikan padanya, lelaki yang menjadi obsesiku selama ini. Ingin rasanya memberi semua yang bisa kuberi untuk dia.

He was there. Stood, in his silence.
And i was here. Stood, in my silence.

Tidakkah dia bisa merasakan getaran dari tiap pemberianku? Atau ini hanya karena obsesiku?

Uhh… kenapa aku jadi sensitif gini? Pacar juga bukan, kok pakai  sensi-sensi segala? Aneh… Continue reading

Catatan Harian

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers