Goodbye, My Lover!
Saya adalah penggila kopi.
Okay, okay… penggila laki-laki juga… no doubt about that..! hihihi…
Pastinya, yang sudah kenal betul dengan seorang Lala, tahu sekali tentang minuman favorit saya yang diminum seperti layaknya minum air putih ini. Saya memang sudah teradiksi sekali dengan aromanya yang nikmat, rasanya yang pahit dan sedikit manis karena gula (kecuali beli yang instan dan three in one itu, ya!), serta efek sugesti yang diberikan setiap saat saya minum kopi.
…as I always believe, that coffee makes everything a lot easier…
Secinta itu saya pada kopi sehingga membuat warung-warung kopi di mal adalah tempat jujugan saya kalau sedang hang out dengan sahabat-sahabat saya, GangGila. Starbucks, Excelso, dan Cafe Grazia adalah tiga tempat yang sering kami kunjungi dan sering pula para waiters dan waitrees-nya mengelus dada setiap kami kemari. Kenapa? Karena mereka harus repot-repot beli kemenyan supaya kami lekas pulang… Berisik banget, oy! hihihi…
Kedai kopi yang paling sering saya kunjungi adalah Starbucks, yaa.. meskipun biasanya saya ke sana cuman kalau sedang ada promo buy one get one saja (pinjam kartu kredit BCA si Tat, dong…), jadi saya bisa menikmati satu cup kopi favorit saya, Java Chip, dengan separuh harga! Lah, separuhnya lagi, La? Patungan sama temen dong.. Masa saya beli dua, tapi nekat bayar Tat cuman satu sih… Saya kan sahabatnya, bukan tukang palak!… walaupun bener banget, badan karung beras saya ini memang sangat cocok meraih nominasi Tukang Palak of The Year… hihihi..
Dan di kedai kopi inilah… saya juga sering sekali meluangkan waktu untuk berkencan dengan Ms Notey, lalu menulis apa saja yang sedang melintas di dalam kepala saya… yah, termasuk pikiran-pikiran jorok dan keinginan untuk segera menikah tapi belum ketemu sama calon lelaki yang cukup khilaf untuk mau saya jadikan suami…
Duduk seenaknya di atas sofa yang empuk (aduh, kenapa sih cuman kopinya aja yang boleh dibawa pulang, tapi sofanya nggak boleh….huhuhu ), bibir nyeruput-nyeruput isi cup dengan sedotan besar, dan jari jemari yang bergerak nggak jelas di atas keyboard Ms Notey… it’s just… so nice.
Tapi kemudian…
Saya ingat dengan kata-kata seorang kawan, kalau ini adalah Dunia, dan bukannya Surga.
Duduk di kedai favorit, menulis cerita, sambil menyeruput kopi yang enak… itu adalah kenikmatan yang sungguh luar biasa… apalagi ditemani dengan kekasih hati atau gebetan… uhui! Nikmat bener…
Ini adalah dunia.
Di mana saya akhirnya tersadarkan, bahwa saya masih di dunia… dan kopi akan membuat kehidupan di dunia saya, yang entah sampai kapan itu, sunguh sungguh menderita…
Yep.
Drinking coffee is not heaven anymore.
It’s a hell… undercover!
***
Sejak sakit maag yang cukup parah, saya memang sudah diwanti-wanti Dokter untuk tidak minum kopi terlalu banyak. Okay, dalam jumlah yang normal saja. Dan itupun harus dalam kondisi perut yang sudah terisi, jadi bukan pengganti sarapan dan diminum lagi dan lagi pada jam-jam yang berdekatan! Suicidal mode, itu namanya.
Karena saya masih kepingin berusia panjang dan menghabiskan sisa waktu dengan tubuh yang sehat, saya pun berusaha mengganti kopi dengan minuman lain, karena jujur… air putih, apalagi tidak dingin, adalah pilihan terakhir buat saya. Mendingan saya nggak minum daripada minum air putih yang tidak dingin! Aneh yaa…
Minuman apa?
Sirup? …. haduuhh… Takut DM… alias Diabetes Melitus… dan bukannya Daniel Mahendra.. (walaupun sebetulnya sama-sama berbahaya-nya sih! hahaha)
Susu? …. gendut dong! Saya sudah cukup minum susu sekali dalam sehari, yaitu sebelum tidur supaya tidurnya lebih ‘angler’ alias nyenyak. Kalau minum susu sebagai pengganti kopi.. lama-lama, saya berubah bentuk menjadi sapi! Iya, saya memang sudah mirip sih… kalau terus menerus minum, nggak menunggu lama, saya akan berubah! Benerannn!!
Wedang Jahe, La? …. kalau minum ini terus, cita-cita saya jadi Penyanyi bakal kambuh lagi, nih! Kasihan sekali orang-orang di sekitar saya yang sudah repot-repot membuat saya insyaf pada kekhilafan itu…
STMJ? Susu telor madu jahe, kadang ditambah ginseng? …. no, no, no… nggak ah… nanti saya malah nongkrong di angkringan sama bapak-bapak dan jadi idola di sana… hihihi
Apa ya?
Minuman apa yang bisa menggantikan kopi dan bisa diminum berulangkali dalam satu hari?
“Ganti teh aja, deh, La!” Saran seorang teman.
Teh, ya? Kalau teh botol, boleh nggak?
“Ya jangan teh botol…! Teh celup biasa… Apa teh herbal gitu, deh.. Yang bisa bikin langsing…!”
Jadi maksud lo, gua ini overweight banget, gituuhh???? Enak aja. Gua nggak overweight, kalee… Gua ini montog!
“Ya udah.. teh manis anget aja…”
Teh manis hangat? hmmm… sounds good… paling tidak, teh manis adalah the best offer so far…
Dengan berat hati saya mulai mengurangi (oh tidak hanya mengurangi, tapi menghindari!) minum kopi lalu mulai membiasakan untuk minum teh saja… hangat atau dingin, anything, asal teh. Ditambah pula sejak penyakit maag saya semakin akut pertengahan bulan November ini… saya pun harus dengan rela mengucapkan bye bye love pada kopi yang sangat saya cintai itu… hikkkssss….!
Tapi, yaah…
Saya kan pernah bilang, kalau segala sesuatu di dalam hidup ini hadir untuk memberikan makna dan bukan hadir untuk sia-sia? Jadi kalaupun saya menderita karena harus minum teh saja sebagai pengganti kopi, pasti ada sesuatu yang bisa saya pelajari.
Ya.
Setelah saya said bye bye to my loved one alias kopi, saya pun merasa bahwa saya banyak diuntungkan dengan pengurangan kadar kafein yang saya tumpahkan ke dalam tubuh saya itu.
Pertama…
Lambung saya membaik… Asam lambung saya tidak rewel dan memicu saya muntah-muntah dan bersendawa tidak kenal tempat dan waktu…
Kedua…
Saya sudah terhindar dari dosa setiap pagi… yaitu meminta secara diam-diam kopi yang seharusnya disediakan untuk Bos saya di dalam lemari rahasia… hehe… Hey! Saya nggak nyolong ya.. Saya cuman minta kok… meskipun sampai sekarang Bos nggak pernah tahu, sih.. hihihi…
Ketiga…
Jatah nongkrong di Starbucks yang menurun dengan drastis dan signifikan, membuat saya bisa mengalihkan budget itu untuk hal yang lain… menikah, misalnya.. walaupun yaaaa, entah kenapa, laki-laki macam suaminya si Yessy dan Menik itu… iya.. laki-laki yang khilaf-khilaf itu… sudah tidak diproduksi lagi! Hehe…
Hmm…
Tiga alasan tersebut sudah cukup hebat untuk membuat saya berhenti mencandui kopi dan mulai menyayangi tubuh montog saya sendiri… Meskipun sudah beberapa hari ini saya berselingkuh dengan beberapa cangkir kopi, tapi saya janji, mulai besok… saya akan berusaha untuk setia kepada teh… dan saya bakal jadi teman minum tehnya Mbak Yoga yang doyan banget nge-teh…
Ah…
There’s always a start for every little thing.
Termasuk meninggalkan kebiasaan buruk yaitu minum kopi sampai gebleg dan bikin perut mual karena kondisi lambung yang sudah tidak memberikan toleransi, lalu mulai beralih ke teh yang tadinya tidak pernah terbayang akan menjadi my daily drink…
Sekarang sih saya masih minum teh hitam model celup dengan sedikit gula setiap hari. Minuman itulah yang sekarang setiap hari nangkring di meja saya, di sebelah kiri laptop yang menyala, dan saya seruput perlahan untuk merasakan harum tehnya di hidung dan hangat airnya di tenggorokan. Hm.. nikmat juga, kok… Beneran… Saya nggak bohong… (kalau saya bilang, lebih enak teh daripada kopi… itu baru bohong akut.. hihihi)
Dan bagaimana dengan kebiasaan nongkrong di Starbucks? Excelso? Cafe Grazia?
Masih?
Oh masih, masih…
Tapi menu yang saya pilih pastinya bukan kopi, melainkan strawberry punch, lemon tea, atau chocolate blended… (idih, La.. inget kolesterol, Neng!).
Jadi masih sering, La?
Masih sering? Hihihi… nggak…
Lha? Terus??
Gini yaa… Sejak saya diancam bakal kena penyakit parah di lambung dan disuruh berhenti minum kopi dengan ngawur, saya memang terpaksa minum teh… Dan karena sekarang memang sedang krisis moneter, di mana nongkrong di warung-warung seperti itu sepertinya kok sayang-sayang banget (hey, saya punya cita-cita mulia untuk menikah dalam waktu dekat, walaupun entah sama siapa! hihihi), akhirnya saya pun menemukan satu tempat tongkrongan yang tidak kalah serunya…
I know… Tidak senyaman Starbucks atau warung-warung kopi mahal itu… Tapi esensinya sama, yaitu di sana saya bisa bercengkerama dengan sahabat saya, lalu ngobrol nggak karuan di sana sampai banyak yang mengira kalau kami adalah SPG yang sedang off duty (iya, kalau saya, off duty karena hamil sepuluh tahun tapi nggak segera melahirkan! puwasss???!!)… ini karena saking lamanya kami duduk di sana… hihihi…
Dan ternyata, duduk di sofa empuk Starbucks atau duduk di kursi plastik di depan counter teh manis itu, tidak mengubah isi pembicaraan kami yang sering ngocol, ngawur, tapi terkadang cukup cerdas dan membuat kami terheran-heran… ternyata kami ini bisa ngomong serius juga yah…
GangGila, sih, biar kata ngobrol di kuburan juga, teteuuupppp… yang minggat itu setan-setannya, bukan kami berenam… hehehe…
Yes.
It’s time for me to say goodbye to my lovely one…
…and start loving my new one…
…I know you well, I know your smell.
I’ve been addicted to you.
Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me…
(dicuplik gila-gilaan dari lagunya James Blunt, GOODBYE, MY LOVER)
So…
Goodbye, My Lover…!
I’ll see you again…
not soon, I know.
But someday… Someday I will…!
Take good care of yourself… Thanks for everything!
And yes… I love you so much….! mmmuuachhhh….
***
Dan untuk melengkapi kenajisan posting tidak penting ini, saya tambahkan lagi dengan satu photo narsis saya, deh… hehehehehe…


















Gimana caranya menggilai laki-laki?
Ah…
masa nggak tahu sih, Mas…
Sama seperti istrimu yang cuantik itu lho, menggilai kamu dengan caranya… *kedip-kedip*
Salam buat dia, ya..
Tolong bilang, Lala kepingin dibikinin square pizza yang so yummy itu!!!
Wah, si Mas…
Kayaknya dokter-nya memang cuantik buanget ya, sampai segitunya.. hihihi…
Memang ya, Mas .. ucapan adalah doa… Kita nggak pernah tahu bagaimana masa depan kan..
pstt.. sebetulnya sih sengaja ditulis di blog biar orang-orang pada ngeh kalau saya lagi nyari pasangan.. hihihi…
Eniwei, jadi mas khilaf tho? Bukan istrinya yang khilaf? hahaha.. kidding Mas.. kidding.. sumprit..
*buat wallpaper? hehehe.. jadi GR… apa saya kirim yang ukuran besar aja, gimana? biar nggak pecah-pecah.. hihihi.. malah nawarin.. *
Iya, nih..
Gendut tuh kesannya gimana gitu.. Kalo montog kan masih sekseh gituh.. hihihi…
Entah kenapa ya, kalau perempuan minum kopi tuh kesannya gimana gitu… Untung keluarga nggak ada yang protes. Tapi sekarang sih mereka protes kalau aku tetap nekat minum kopi, soalnya mereka sudah melihat sendiri gimana menderitanya aku pas maagnya kambuh.. huhuhu…
Yuk hidup sehat!
Ntar kalau udah sama-sama langsing, ikutan lomba fotomodel yuk, Sar! hehehe.. nekat aja guaa…
Hmm…
teh manis panas, jeruk nipis…
kebayang enaknya, Bu… Nanti deh saya coba.. Lemon tea juga salah satu favorit Lala tuh… Seru juga kalau bisa sekalian mengurangi masuk angin…
Udah denger gledek2 ya, Bu?
aduh… kasihan sekali..
Di Surabaya sih cerah ceria sepanjang hari kemarin..
Hehehe…
Atau lu balik cepet soalnya lu takut Tangguh diajak pergi sendirian lagi ke Karet?? hehehehe…
Yuk, ke Pizza yuk…
Sambil makan spageti yang enak itu..
Sambil nyemil kue coklat yang delicious itu..
Sambil dengerin hilman nyanyi… “bimbi jangan bersedih…” hahahahaha…
Love you Guys!
Kangen banget.. sumpah!
Lho, situ bukannya perem… ups, laki-laki tho?
Hihihi..
pis deh.. pis juga.. hehehehe
Suka nonton sepak bola live ya Bang?
Wah. memang harus minum kopi dulu tuh…
Paling ntar kalau lagi Piala Dunia atau Euro Cup, saya juga balik ke kopi lagi.. hiihihi…
Lelaki yang beruntung, ya, Bang?
Nanti tanyain ke suami saya aja yaa… Dia beruntung atau nggak nanti bisa jadi suami saya… Jangan-jangan nanti dia menyesal udah ketipu sama saya.. hihihihi…
Makasih Bang!
Sehat ya…
idih!!!
Kenapa komentar ini nggak masuk spam aja sih… jelas-jelas ini setan…
hahahaha…
Inget, Mas!
INGET!!!!
(huhuhu…. Mas Goen jahaaaattttt.. huhuhuhu….)
*jitak aja, ah… kalau pake bahasa Manusia kayaknya Hilman nggak bakal ngerti!*
plettakkkk!!!!
Ya.. saya ngiler beneran deh!!!!
Beliin dong.. hehehe…
Nongkrong di angkringan itu emang asyik, ya? Dulu pas ke Jogja, sama temen-temen ISI nangkring di sana.. sambil nyeruput kopi tubruk… uenak…. (lah, Lala… si Mas Japs ini bilang soal teh kok, kenapa lu nyasar ke kopi lagi??? Dasar gebleg!)
…sejak berhenti minum kopi, saya makin ngah ngoh aja nih.. huhuhu..
Wah.. bijaksana sekali nih, Mas G…
Kita bikin “Stop Coffee-ing, Start Tea-ing..”
(eh, emang ada gitu bahasa Inggris begitu??? hehehehe)
Udah pernah posting ya? Ah.. ntar setelah kelar bikin laporan, saya acak-acak ya rumahnya.. hehehe
Hai hai…
Makasih ya udah jalan-jalan ke sini..
(eh, eh, kalau jalan2, nggak usah pake ambil tv saya deh…!! hehehehe)
Salam kenal, Dian..
Mochacino??
Ah.. my favorit! (apa sih yang bukan favorit kamu, La? hehehe)
Sudah coba carebian nut? Enak juga tuh……
Sekarang saya juga jadi pengantuk nih… Apa emang udah semakin males ngantor aja, ya? hehehe.. nyari-nyari alasann… hahaha
Iya dong..
daripada penggila perempuan.. hehehe… Saya masih cinta sama laki-laki, biarpun udah berkali-kali disakiti oleh mereka-mereka itu.. hehehehe
Yuk!
Hai halo..
Makasih ya Antown…
Ntar saya main ke rumahmu yaa… Salam kenal juga!
Benernya memang sengaja nggak tidur, biar bisa telepon2an sama pujaan hati tiap malam.. hihihi…
(jawaban yang nggak penting nih! hehe)
Apa kabar Blue…
Kalau kita kopdar di Jakarta, boleh deh kamu traktir saya di Starbucks.. Demi deh.. hehehehe…
Eh, btw, saya baca posting2 kamu tapi belum sempat kasih komentar.. Fiksi-nya keren-keren deh…
Salam hangat juga Blue..
Hihihi..
semoga semoga..
Semoga nggak selingkuh, dah!
makasih
Hai Windrey..
Lagunya sedih banget ya? Apalagi pas lihat live performance-nya di acara Oprah, beberapa tahun yang lalu. Huduh.. bener-bener deh… Menyayat-nyayat.. Udah gitu wajahnya itu lho.. melankolis beraaatttt!!! (come to Mama, darling… hihihi)
Customer kantor saya ada tuh yang jualan Good Day dalam bentuk curah… Selalu langganan beli, sampai akhirnya berhenti gara-gara maag saya nggak karuan…
Kamu juga penggila laki-laki??
Wah.. bikin club yuk!
Aku sih pecinta kopi segala, Say..
Kebetulan aja kalau nongkrong di mal yang biasa aku n GangGila kunjungi hanya ada kedai-kedai kopi begitu… Ya terpaksa nge-Starbucks, deh.. (terpaksa kok bolak balik! hihihihi)
Di rumah ada stock kopi dua bungkus besar, lho.. Kopi import, hadiah dari seorang kawan baik. Edan deh enaknya!!! Sedih banget deh.. Harus dengan amat sangat terpaksa dilungsurin ke yang lebih berhak.. (hehe)
Bukunya udah sampai?
Selamat membaca ya, Ndah… Semoga bermanfaat!
Thanks God.. Takut nyasar..
Wow!!!
Resep baru nih… Lala catet dulu Cie… Coba saya praktekkan deh, supaya kelak lebih cantik waktu launching buku kedua..
Hahaha.. ngakak tuh baca soal sayur bening.. ngebayangin minum sayur bening dari panci setiap hari! hihihi…
Makasih banget ya, Cie..
Sehat-sehat ya di sana..
aahh..
perpisahannya menyedihkan seperti saya nggak ya, Pak? Apa saya yang terlalu hiperbolis yah..
Saya sambil membayangkan betapa nikmatnya nangkring di pohon.. eh… di restoran sambil menikmati secangkir kopi.. hmm… pasti kenangan yang indah… *ini nulisnya sambil menitikkan air mata.. kangen banget!*
Makasih Cie..
Kayaknya bakal berat tuh nggak boleh minum air dingin…
Iya deh, demi kesehatan ya, Cie..
Tenkiu yaa..
Sangat berguna nih!
Hihihi..
mau mau mau!!!
Ntar janji, minumnya nggak ngawur kok, Dek!
…yang penting, kamu udah lulus dan jadi sarjana! Hidup Emy! Hidup adikku yang aku sayangi…!
Hai, Adikku…
(berasa tua aja kalau ada mahasiswa dateng ke sini… padahal siapa tahu kamu mahasiswa S3 ya? hihihi)
Iya… sekarang banyak banget kedai teh di pinggir jalan. 2500 bisa dapet segelas besar dan nggak abis-abis (apalagi kalau nggak diminum! hihihi). Malah, kalau lagi di Mal dan makan di food court, biar ngirit, beli minumnya yang teh 2500-an itu.. hihihi.. ndak mau rugi!
Tanya ken apa?
…ken… ditanyain ken…
Wah.. Mbak Tuti sama seperti saya nih! Tos dulu aahhh…

He eh, nih.. ora seru blas! Kurang piyeeee ngono lho… Ora ono gregete blas.. hihihi…
Mbak, aku ada rencana ke Jogja lho awal taun ini.. siapa tahu bisa kopdar..
Tuker2an buku gitu.. hehehehe…
Hidup Mbak Tuti!
Hidup Kopi!
Hidup Teh!
Merdeka!!!
Hahaha..
Jangan sampe deh, Mas… Masa jeruk makan jeruk! hihihi…
Teh poci? Udah dong… Enak tuh…
Teh kopi?
hihihi.. enak apa nggak ya? Kalau campur susu sedikit plus gula dan dikasih lelehan coklat, gimana rasanya ya??? *lah, malah ngebayangin.. piye thooo!! hehehe*
Kayak sinetron ya, Mbak? Padahal cuman sama kopi.. hihihi…
Bener mbak Yulis, yang penting tuh… asal tetap bisa gila-gilaan dengan GangGila… minum apa aja deh!
Makasih yaa…
Sedang prepare Christmas ya, Mbak? White Christmas, nggak?
Selamat pagi, Bunda…
Iya nih, Bun.. Saya beruntung sekali bisa lepas dari kopi atau paling tidak, punya niat hebat buat ninggalin minuman favorit saya..
Memang, kopi, jika dikonsumsi dengan secukupnya, tidak akan terlalu mengakibatkan efek negatif. Tapi karena saya punya maag apalagi males makan *lah ini repotnya, maunya diet tapi malah sakit maag! huhuhu*, minum kopi seperti menggarami luka…
Aduh, Bu.. kenapa ujung-ujungnya ngiming2i gitu yaa.. Lala kan jadi pengen lagi… hiks.. hiks.. hiks…
Makasih Chilo..
Memang kalau hanya diminum dalam ketentuan yang benar, tidak akan terlalu berbahaya. Ya, save the best for last deh, Chilo.. Kalau benar-benar kangen dan benar-benar ingin minum…
The black one?
Huaa… make me some of it, Chilo!
Btw…
Montog means chubby and fatty.. hehehe…
jadi mie juga nggak boleh??
oh my God…
Dek, Dek…. mie itu makanan favorit mbak mu ini!!!!
huhuhuhu…
Dua sampai tiga cups, ya..
*
Kopinya apa tuh, Bang? Black atau cappuccino? Jangan banyak-banyak, Bang… ntar sakit lho… *sok perhatian euy… siapa tahu benar-benar berminat… hahahaha.. maksud lo, La…
Pake nangis-nangis nggak Om? Terus pake acara pesta perpisahan, nggak? Waktu itu, siapa yang mutusin: Om apa Kopi? Terus, terus…. (dikeplak deh sama si Om.. hihihi)
Iya, Om.
It’s a matter of changing the habit.
Semoga keponakanmu ini bisa istiqomah.. demi kesehatan juga kan, Om..
Makasih yaa…
*deu, yang abis nge-JakJazz… Lala mau ah dateng ke Jakarta kalau ada Java Jazz… temenin ya Om… eh, kalau nggak bisa, bayarin tiketnya aja deh.. hihihi*
hehehe…
justru kopi starbucks itu buat begadangan, Mas.. biasanya saya sama GangGila bakal melek sampai jam 4 pagi! Pindah tempat ke rumah temen saya, sih.. Soalnya udah pada diusir dari Starbucks.. hehehe…
Huaduh…
Untung masih pakai gelas, bukan ember ya, Pak.. Nggak kebayang deh…
(pertama: pasti giginya makin sakit, dan kedua: minum pakai ember??? plis deh.. hihihi)
Jadi sekarang udah nggak minum kopi lagi atau gimana nih…
Wah,
Bapak cinta istri, rupanya. Alhamdulillah.. Beruntung sekali ya Istrinya karena Bapak nurut gitu..
*dalam hati sambil berdoa supaya kelak suami saya mau disuruh berhenti merokok… amin*
*emang udah ada calonnya, La??*
*hehehe.. belum sih.. tapi siapa tahu dapet yang perokok.. kan didoain dulu, apa salahnya.. hehehe*
Jadi ini keturunan ya, Re?
(sambil mikir-mikir: bokap nyokap nggak minum kopi… mbak yu & mas… bukan… lah terus saya ini nurun dari mane yee… hehehehe)
(semakin curiga, saya ini anak siapa.. kok idungnya pesek sendiri.. hihihi)
Saya emang lagi ganti ke teh nih!
Doain setia ya, Dek…
Haha..
Penyakit blogger… Berarti kalau nggak sakit maag, bukan blogger sejati.. UHUI!
He eh.. ngeteh mulu sekarang.. kemarin sempet bandel sih, beli kopi yang gelasnya tinggi banget, jadi lumayan bikin perut munek munek… tapi tetep aja… bandel.. diminum aja.. eh taunya… sakit banget..
Eh, kata siapa saya udah nggak jomblo??
Masih kok.. beneran.. sumprit..
Dapet gosip darimana, Pi?? *bertanya penuh selidik*
Hilman?
Hilman siapa yaah….. Kayaknya nggak kenal sama yang namanya Hilman deh… (siap-siap dimusuhin sama dia deh gua.. hehehehe… )
Bener banget, Chi..
Teh juga ada kafein-nya walaupun jumlahnya nggak terlalu banyak. Dia juga bisa memicu asam lambung kalau dikonsumi berlebihan..
Tapi karena aku nggak bakalan minum teh segila aku minum kopi itu… ya masih wajar-wajar aja deh… Masih mending…
Sekarang lagi minum jamu kunyit asem… hihihi.. segitu niatnya pingin kurus dan badannya mulus… siap merit, bo!!! …meskipun ntah sama siapa.. hihihi…
Tenang, Chi..
Ntar aku tetep bakal minum kopi lagi… tapi masih nantiiiiiiii banget. Maag aku lagi kambuh. Dan sumpah, nggak enak buanget!!
Thanks Chi!
Salam buat lovely hubby and Vio ya, Say…
Haduh..
maaf ya… bikin pusing yaa… uluh, uluh… anak capa cih ini, kok lutu banget…
Btw..
Tante?
hihihi.. emang udah tante-tante nih saya… walaopun belum ada Om-nya… hahahaha…
hehehe…
yang punya tongtji bakal bilang, “hey, ini bukan tempat buat kongkow2… tapi buat beli es teh terus elu cabuts!” hahaha…
jadi, nih..
ntar aku bawa tikar aja Bang..
sekalian sama bantal.. buat tidur2an.. hhihihi…
Kalau skrinsyutnya laki-laki semua… ketauan dong kalau saya penggila laki2.. hihihi…
nah nah…
kayaknya ada behind the scene-nya nih.. hehehe
cerita dunk..
yah..
ini lagi..
dateng-dateng udah bikin saya ngiler, kepingin ngopi lagi..
*hehehe.. orang baru dateng udah dimarahin.. hahahaha.. maaf yaaa… maaf banget…*
tapi bener deh.
kalau nggak minum kopi.. saya jadi super ngantuk melulu…
(tapi emang dasarnya males kerja ajah! hihihi)
salam kenal, Anca…
hayah!
open fighting championship nih!!
kira-kira kalau Kakak Pertama dan Kakak Kedua berduel soal rokok, kopi, dan habit, siapa yang bakal menang yaa? hihihihi….
bunuh diri????
ow noooo..
eman-eman Sis…
aku masih kepingin kawin.. hahahaha…
eh, cewek kalau ada kumisnya itu seksi lho.. *yang kumisnya jarang2 tapi, bukan yang tebel kayak pak Raden.. hahaha*
dan konon kabarnya, cewek berkumis itu banyak rejeki! *sempet niat numbuhin kumis, yang ada bukan kumis yang numbuh, tapi body-nya makin kekar kayak laki2.. wakakakak*
Hayah..
minta Starbucks, kenapa kok nraktir di Pizza yaah..
*tapi teteup.. mau doonggg.. hihihi*
Mbak… Mbak..
Di kantorku ada supplier kopi itu lho… Good Day juga… Murah banget…! Kemarin beli itu sekitar 11-12rb satu pack (bisa berkali2 minum dan sesuai keinginan).
Ada rasa moccachino, carrebian nut, sampai chococino!
Kira-kira, mau dibeliin nggak nih?
Kalau sama-sama di Surabaya aja sih… yuk mari.. ntar sekalian kopdaran.. hehehehe….
akhirnya benar2 say goodbye ma kopi. Kalau gw kaya vampir cuma suka ciumin aroma kopi doang…minumnya sih nggak. Teh bagus, cuma kalau bisa yang herbal, jadi sekalian buat kesehatan
kalau gw sih peminum sejati air putih
Tapi kan gak semua Kopi berbahaya La…??
Coba sebelum diminum foto dulu.. Jadi “Fotokopi”. Biasanya gak bakalan buat sakit lambung tuh.. Xixixi
Kabuuur akh… sebelum di getok..!!
Hmmm…Kopi pait,cocok kalau tinggal di lampung kopi lampungnya mantab’s.disana habis makan minumnya kopi.tidak air putih ato teh.
lam kenal jeung.
sahabat saya ada yang kerja di starbuck jadi nanti kita minta temanku yangb traktir.mau tidak! jeung……..aku sedang buat novelet lima bidadari di ujung Barcelona. tetap tokohnya kamu,jeung yess,indir4,bunda yulism nah yang satu lagi serta tokoh prianya jeung punya ide?
sebuah persembahan atas persahabatan di blog saja sebelum pada akhirnya aku harus meninggalkan blog ini nantinya. mau kasih ide kan,jeung
salam hangat selalu untuk semua yang menyayangimu.
soal kopi, saya memang dari dulu ga terlalu berlebihan. jadi sekarang juga masih oke2 saja buat menyegarkan. kemarin ini diundang ketemuan sama mitra di excelso, pesen jus alpukat rasa kopi… hehehe
oiya, kami sekeluarga sekali-kali mengkonsumsi kopi dengan tambahan herba. saya, istri dan anak2 yang masih kecil semua suka. rasanya enak, menyegarkan dan katanya menyehatkan. namanya kopi RADIX. mungkin boleh coba. lho koq jadi promo begini.
ya ampun la, kok kita sama banget sih.
Saya bahkan nyaris mengganti airputih dengan bergelas-gelas kopi, padahal saya juga sangat bermasalah dengan lambung dan gangguan aliaran darah.
Well, satu-satunya kebiasaan buruk ini agak sulit saya hilangin, tapi saya menggantinya dengan rutin berolahraga tiap hari minimal 30 menit untuk memperlancar peredaran darah saya. Untuk copi, perlahan2 saya menggantinya dengan Teh Hijau, sekalian diet… tapi agak sulit sih. kopi itu candu… padahal yang sekawan dengan kopi sangat tidak saya sukai, especially rokok, drugs and minuman keras, no way. Saya tidak mau merusak tubuh yang sudah diciptakan Tuhan sedemikian bagusnya dengan benda2 jahanam itu… kecuali KOPI tentu saja…
Duh, I need help for that bad habit anyway, hehehe…
waduh jeung… aku dulu juga penggila minuman kental yang nikmat itu.. bahkan dulu kantor di indo sempet sebelah coffee bean, jadi lumayan sering deh.. walopun jadi manyun karena abis minum jadi nagih pengen lagi.. dan males liat harganya..
minuman fav aku sampai saat ini “Teh hangat Tawar” klo di malaysia.. bilangnya “Tea O kosong” hehe.. dan karena alergi tingkat tinggi sama es.. minuman ini setia deh menemani kemanapun aku pergi..
*salam nya dah di sampein jeng.. nanti klo aku balik indo.. aku bikinin deh square pizza nya
mba`e.. ^_^
ngomong2 soal penggila cwo, mba lala bikin club na donk. nama club na “cwe montog penggila cwo ” hahaha..
nanti aku mo ikutan mempromosikan diri ^_^ bis diriku jg ndut eh..montog dech hehehe..
Teh Tong Tji yang celup juga enak asal dikasih gula, hahaha
Sebenarnya dibanding teh, gua lebih suka air putih dhe, asal yang dingin.
Kalau teh yang paling mantaps itu Teh Botol Sosro, tapi jangan yang celup, yang tinggal diminum aja, sluurrpp.. Enaknya ga ada duanya :q
Jeung,
salah tuh persepsi: susu bikin gendut . Susu justru harus diminum oleh orang-orang yang mau diet, karena kalsium dari susu membantu membakar lemak lebih banyak ketimbang minuman lain.. even Green Tea. Karena gw GAK SUKA SUSU, yah option minuman diet cuma Green Tea lah.
Kopi juga buat lambung gw sakit, jadi kalo ke Starbuck pesen Caramel-nya ajah..
Hehehe.. La, La… padahal mau diajak nongkrong di Sbux TP 3…
Sebenarnya, selain tea addict, aku juga coffee adict. One shot expresso itu sudah bisa dipastikan pesananku, kalau sedang butuh banyak kafein, ya tinggal bilang two shot. Malah nggak suka kopi yang pakai gula dan creamer. Sehari-hari Toraja atau Arabica dari Mandailing tanpa gula. Tapi, aku bisa switch mode ku sewaktu-waktu, gak ada kopi, gak ada teh, nggak pusing, cukup air putih yang banyak.
Bagi saya kopi itu diperlukan jika ingin konsentrasi, tapi biasanya nggak banyak dan nggak tiap hari, paling pas mau ujian/exam aja deh….anyway, walaupun minum kopi sidikalang sampe 3 gelas, nggak ngaruh juga, tetap ngantuk. Kalau mau begadang justru banyak minum air putih karena bakal stay wake up due to sanitation need
Weeehhh… Kok DM dibawa-bawa?
Minuman mah, minuman aja… Jangan ajak-ajak DM, kecuali ditraktir di Setarbak!
Eh, sama-sama berbahaya ya? Hihihi.
he he he he
Aku juga udah ga boleh ngopi lagi cuma ya kadang aja kalo pengen ya ngopi….
Ya udah ngeteh juga enak koq, walaupun ga seenak kopi
Aduh, sayang sekali Mbak, saya merasa beruntung masih bisa menikmati kopi. Saya juga pecandu kopi lho, sehari bisa ngabisin tiga cangkir kopi susu (bukan kopi hitam..).
Wah, betapa merananya saya kalo ga boleh minum kopi, secara cita2 mencicipi kopi seluruh dunia belum tercapai…. Hahaha…. ^^
air putih !!
ngak lain ngak bukan deh.
Kalau minum soda, perut berasa dikocok
Mbak lala, salam kenal…
Aku prnah ketemu sm orang yang ciri2ny dsebutin mbak lala waktu aku nemenin ayahku ngupi brg tmn2nya di Starbucks “….Berisik banget, oy! hihihi…”
Smp ayahku ngelus2 dada krn para cecewe itu ktawa ngakak2 g tau aturan-bahwa-mereka-sdg-dperhatikan-4org-bapak2-yg-juga-punya-anak-cewe.
Jadi waktu aku baca postingan mbak lala ini,,ky dejavu pd moment ntu.
Tapi…..aku yakin itu bukn mbak lala dan tmn2 koq. Lha wong cecewe ntu smuanya bule. Hehehehe……
aku penggila teh mbaak hihihi…lebih sedep dari pada kopi ^o^
Jaga jarak ya? Kayak nyetir mobil aja.. hihihi…
Kayaknya memang karena dosa tuh… Sama soalnya, aku juga sering begitu.. wekekekek…
Sip, memang nggak boleh kalau kondisi perut lagi kosong…
Mari kita ’selingkuh’ lagi.. hehehehe….
Oh yeah.. tea jasmine udah masuk ke Palembang, dulunya ada teh Poci. Kalo starbucks belum nonggol di Palembang. Hwhwhwhw