Sepanjang hidup saya…
Seorang Lala kecil harus berjuang mendapatkan rangking yang bagus, seperti kakak-kakak tercintanya yang tidak pernah luput dari tiga besar.
Seorang Lala kecil harus mendapatkan nilai yang baik agar bisa menjadi kebanggaan seperti kedua kakaknya yang sangat pandai dan rajin, lalu menjadi kebanggaan di sekolah.
The brother…
Begitu canggihnya mengutak-atik program komputer lalu menjuarai berbagai kejuaraan dan dikenal sebagai programmer tetap di sebuah majalah komputer ketika dia masih duduk di bangku SMU.
The sister…
Begitu cantik, berotak encer, atletis dan jagoan dalam berolahraga, lalu masuk ke sebuah universitas negeri yang menjadi idaman para calon mahasiswa-mahasiswi dan para orang tua yang menganggap universitas negeri adalah jaminan mutu.
I spent all my life… membuktikan kepada Mami dan Papi bahwa anak bungsunya nggak hanya sekedar chubby ugly girl, with standard abilities, poor grades, and could sing a bit.
I spent all my life… membuktikan bahwa saya bisa melakukan lebih dari itu…
that I could be as good as my brother and sister…
Each day I live
I want to be
A day to give
The best of me
I’m only one
But not alone
My finest day
Is yet unknown
I broke my heart
Fought every gain
To taste the sweet
I face the pain
I rise and fall
Yet through it all
This much remains
Saya ingin sekali melihat senyum merekah di wajah Papi… hey, anak bungsuku ternyata bisa sehebat kakak-kakaknya…
Saya ingin sekali melihat binar-binar kebanggaan di mata Mami (meskipun kini sudah tidak akan mungkin lagi)… aduh, anak perempuan bungsuku sekarang boleh juga ya…
Saya ingin sekali kedua kakak-kakak saya merasa bangga bahwa seorang adik kecilnya (ya, dengan ukuran yang super besar ini! hehe), bisa membuat mereka bilang… lihat… adik kecil kami bisa melakukan ini nih…
Krisis eksistensi ini melanda hidup saya, di mulai dari masa remaja di mana prestasi saya tidak segemilang kedua kakak saya… lalu makin berlanjut ketika lulus kuliah dengan nilai yang jauh dari harapan…
I just wanted to be someone that they could proud of.
With anything!
Dengan suara yang indah saat melantunkan lagu, misalnya…
Dengan menjadi yang terpintar di kelas bahasa Jepang, misalnya…
Apa saja, asal mereka bangga!
…and yes.
I spent all of my life, trying to be that one.
That person whom they could proud of.
Dua puluh delapan tahun nafas yang terisap dari lubang hidung pesek saya… Dua puluh delapan tahun saya berusaha untuk menjadi seseorang yang bisa membuat mereka tersenyum dan bangga… Dan dua puluh delapan tahun kemudian, saya tahu… bahwa saya tak perlu membuat orang lain bangga untuk merasa bahagia…
Tapi saya perlu membuat diri saya sendiri bangga…
Bahwa langkah yang sudah saya tempuh sejauh ini, telah menghantarkan saya menjadi manusia yang bisa meraih cita-cita dan pengharapannya…
Bahwa meskipun mereka tidak terlalu bangga dengan apa yang saya raih, tapi saya sendirilah yang tahu, bagaimana perjuangan saya untuk mencapai hari ini…
Dan karena saya tahu betapa beratnya perjuangan yang telah saya tempuh, betapa berlikunya peristiwa-peristiwa yang mewarnai kehidupan saya selama saya berjuang ini… saya tahu, saya harus bangga bahwa saya bisa sampai pada hari ini…
It’s my own achievement.
It’s personal.
It’s between me, God, and the endless dreams.
I’ve lived to be
The very best
I want it all
No time for less
I’ve laid the plans
Now lay the chance
Here in my hands
And it was my moment…
November 14th 2008…
Where I felt my heart was beating faster.
Where I suddenly felt my hands were sweating.
Where I, somehow, lost my confidence and the ability to talk!
But it was also the moment…
November 14th 2008…
Where I realized… I was there…
In my own and personal achievement, that I am so proud of…!
One of my dreams… has truly came true!
I’ve launched my own book a.k.a my beautiful dream that appeared in my eyes every time I wrote so many words in the blank pages…
Itu adalah hari terindah dalam sejarah karir menulis saya…
Itu adalah hari terindah di mana saya sadar, ketika mimpi saya terwujud, di situlah saya tidak perlu pusing apakah Ayah saya, Kakak-Kakak saya, teman-teman saya merasakan kebanggaan seperti yang saya rasakan. Saya tidak peduli… Yang saya pedulikan adalah… kebanggaan yang meletup-letup begitu dahsyatnya dan membuat saya terus menerus meyakini bahwa mimpi apapun, jika memang saya berusaha dan sepanjang Tuhan mengizinkan, pasti akan terwujud, kelak…
keep on believing your dreams… for someday you’ll be so amazed that it would really come true…
Yes.
It was THE moment.
THE moment of truth.
Where I could stand up in front of the people who really listened and nodded agree…
And this beautiful moment… would never be the same… without these lovely people…

Dengan Melvi Yendra, the incredible guy... *bukan Hulk ya, Mel.. hihi* and the rest of beautiful people
Tidak ada alasan untuk tidak merasakan kebahagiaan yang sungguh luar biasa ini… jangan sampai takabur ya, La… jangan sampai keGRan dulu karena ini masih sangat sangat awal dan perjalanan yang musti kamu tempuh masihlah teramat sangat panjang dan penuh dengan perjuangan…
Tidak ada alasan untuk tidak tersenyum ketika…
Seorang Yessy Muchtar datang dengan senyumnya yang sangat lebar dan berlari memeluk saya, lalu memamerkan stempel pameran komputer di hall sebelah, yang menempel manis di pergelangan tangannya (karena salah masuk! haha)
Seorang Hilman yang datang cengengesan lalu iseng nanya-nanya biar dapet buku padahal dia tahu pasti kalau saya sudah menyediakan satu buku gratis plus tanda tangan dan uang saku (haha! boong ya gua, Man! Wong saya yang minta traktir mulu! hihi) buat dia..
Seorang Ibu Super Sibuk, Ibu Enny, menyempatkan untuk bertemu di antara schedulenya yang padat… (alhamdulillah bisa ketemu juga, Bu.. dan saya menjadi saksi mata bahwa Ibu tidak ’seangker’ yang saya kira… ayo, segera ganti avatar! hehe)
Seorang Lin, sahabat GangGila yang katanya nggak bisa menemani ke Jakarta tapi ternyata datang dengan tiba-tiba dan muncul di sebelah Mbak Wenny, sang moderator, sambil tersenyum-senyum… (sumpah, deh.. kalau saat itu tiba-tiba hujan… adegan kita nangis-nangisan berdua itu mirip adegan film India ketika sang Ibu menemukan kembali ternaknya… upss… anaknya! haha)
Dan ketika seorang Mbak Neph yang meluangkan banyak waktu berharganya hanya untuk menemani saya kemana-mana…
Ya.
Saya bangga dengan apa yang telah saya miliki sekarang.
Buku yang akhirnya berhasil saya lahirkan dengan selamat…
Dan persahabatan baru dengan bloggers yang tadinya hanya melempar canda lewat blog kini bisa membayangkan bagaimana wajah mereka ketika sedang mengobrol di mesin percakapan di internet…
I couldn’t thank you enough…
for THE moment,
where I could be what I always wanted to be…
Give me one moment in time
When I’m more than I thought I could be
When all of my dreams are a heartbeat away
And the answers are all up to me
Give me one moment in time
When I’m racing with destiny
Then in that one moment of time
I will feel
I will feel eternity
You’re a winner for a lifetime
If you seize that one moment in time
Make it shine
Yes, we are the winner… if we seize that one moment…
I’ve done it.
Now it’s your turn, Guys…
Make your life shines brighter than ever!
****
special thanks to:
Abang Hery for the review (Peluncuran Buku The Blings of My Life)
Yessy Muchtar for considering that day as her very special day (A Very Special Day in My Life)
Hilman for his funny story of how we met (The Blings of My Life)
psstt… tentang kopdarnya, ntar saya tulis setelah ini yaah…
Sekalian mau ngasih tau, kalau para pemenang kontes buku yang kemarin itu, bisa diliat di page My Contest Winners… Congratulations, yah! ^_^









November 17, 2008 at 3:38 am
Hehehe…
Gajah berbikini itu selalu ada kok, Sis.. Makanya sempat heran, kok sekarang pake kostum Batik… emang ganti baju dimane ye… hehehehe…
Makasih ya, Sis..
I know you will always be here.. to support me… to love me…
And I want to do the same thing.
Jadi, jadi..
gimana project-nya? Ntar aku bakal dateng… dengan kostum bikini! hehehehe…
November 17, 2008 at 7:29 am
Iya, Bang… Nggak kenapa-kenapa… Setelah dari makan bakso, aku balik ke Grafindo buat photo-photoan sama si Melvi… Cengengesan aja itu orang.. hehehe…
Kenapa nggak ngajak si Li Lu untuk ketemu si La La di Bakso Lapangan Tembak, Bang? Kan lumayan, barengan…. hehe…
Selamat ya Bang.. Aku udah punya good feeling kalau stand-nya Grafindo bisa menang… Si Rahmi pasti jejingkrakan tuh pas pengumumannya.. hahaha..
Thanks Bang.. Semoga aku nggak ngecewain Abang yah…
November 17, 2008 at 8:48 am
Makasih Dini…
Amin, amin..
November 17, 2008 at 8:57 am
Hai Mas…
Jangankan untuk orang tua ke anak, kadang saat bekerja di kantor dan melihat rekan kerja yang lelet saja kita sudah jengkel setengah mati kan? Malah mungkin saja sempat berujar dalam hati, “Kerjaan enteng kayak gitu aja kok lama banget sih…” Padahal.. standar manusia itu beda-beda… Bisa jadi kehebatan dia bukan di pekerjaan itu.. tapi di sisi yang sama sekali lain.
Mungkin orang tua saya tidak mengucapkannya dengan kata-kata… tapi sebagai anak, saya selalu minder kalau saya tidak bisa sehebat kakak-kakak saya…
*kenapa jadi curhat di sini ya, Mas? hehehe*
Eniwei..
You’re rite. It’s only just a beginning. Perjalanan yang ditempuh masih teramat jauh. Saya nggak boleh terlena, Mas. Saya harus terus melakukan apa yang harus saya lakukan.
Oh ya, cita-cita saya dalam kurun waktu empat tahun ke depan adalah memiliki suami, dua anak, dan sudah naik haji. Kita lihat saja nanti ya…
Makasih ya, Mas…
November 17, 2008 at 9:05 am
That’s okay, Nia…
Btw..
I got something for you. Check it out…
November 17, 2008 at 9:34 am
*Aduh, gua minta tissue dulu, Yes… Sumpah, terharu banget baca komentar elu!*
Makasih ya, Yes..
Tanpa elu, duduk di antara kursi-kursi di bibir panggung siang itu… mungkin gua nggak akan seberani itu berdiri di atas panggung dan ngoceh nggak karuan..
Tapi dengan keyakinan bahwa ada orang-orang terbaik gua di sana… Ada elu, Hilman, Neph, Linda, juga Ibu Enny… Lalu Abang Hery yang menyemangati gua… Ah.. hidup ini benar-benar indah dengan sahabat-sahabat! I love you, all…
Gua juga terharu pas Hilman ngeberesin tagihan di Bakso Lapangan Tembak.
Gua lebih terharu lagi pas dia mau kasih uang saku buat pulang ke Surabaya.. *hahaha, ngimpi mulu ah, si Eneng iniihhhh….*
Yang pasti…
Gua juga bangga sama elu, Yes.
Because you are a great mother…. that is one thing I know for sure!
Cup cup, mmuuuahhh mmuuachhh…
November 17, 2008 at 10:01 am
Mbak Yogaa…
Nggak apa-apa kok.. Mbak kan pasti sibuk…
Iya nih, kemarin itu, kita nyandera si Hilman… udah gitu, pake acara disuruh ngebayarin pula.. hahaha… apes bener nasib itu lelaki.. Mungkin setelah pulang dari acara, dia telepon Ibu-nya minta diruwat! hahaha…
Senyum Ibu Enny bisa selebar itu yaa.. Padahal avatarnya super galak! hehe…
Kemarin itu bukan meeting dengan boss besar..
tapi orang-orang yang badannya besar… hihihi.. khususnya saya sama si Lin..
November 17, 2008 at 10:05 am
hehehe..
udah gua update, Mel..
Lihat aja yang sekarang… *jangan nangis ah, Uda Faisal..* hahaha…
November 17, 2008 at 10:09 am
Hehehe…
Iya deh Ses Bela… *gua udah baca!!!*
Thanks a lot, Man.
Semoga kita bisa bekerjasama bikin buku.. *bukan anak! itu kan maunya elu! hehe*
Buku yang super kocak, yang bikin para pembaca menyesal setelah membaca…
November 17, 2008 at 10:12 am
And you are the one who always believe in me… in my ability to write good… From the very first beginning… Masih inget dengan komentar pertama kamu, Om? “La, kamu nggak takut kalau tulisan kamu dibajak sama orang?” Dan kemudian kamu nyuruh aku untuk melindungi hasil karyaku, entah bagaimana caranya…
That’s so sweet, Om… Apalagi kemudian kamu bikinin aku satu postingan khusus, some times in July… yang berjudul LUGAS. Keyakinan itulah yang selalu bikin aku semangat terus untuk menulis dan terus menulis..
Makasih Om..
Semoga Lala bisa bikin Om bangga…
Semoga Lala bisa bikin Om tersenyum lebar…
Yes, I did it, Om.
I finally did it!!!
*aah.. senangnyaa…*
November 17, 2008 at 10:38 am
Iya, Bu.
Saya akan inget dengan diskusi kita bertiga waktu itu… Semoga memang bisa diadakan launching di kota lain, khususnya di kota sendiri… Dalam waktu dekat, saya akan coba nulis untuk buku kedua.. InsyaAllah bisa segera selesai..
November 17, 2008 at 11:23 am
Makasih Mas Alex…
Semoga saja nggak berhenti sampai di sini saja..
Iya, nih.. sekalian kopdaran. Mumpung bisa ketemu dengan teman-teman blogger yang tadinya cuman cekakak cekikik di YM..
November 17, 2008 at 11:26 am
Makasih Yun..
Kamu nggak perlu beli lagi.. karena ada something for you.. coba check di sini.
Makasih banget…
Kapan2 kita kopdaran yaa.. entah bagaimana dan kapan..
November 17, 2008 at 11:45 am
Nggak apa-apa, Ret…
Sepanjang dikasih umur dan kesempatan, someday kita bakal kopdaran kok.. Yang terpenting, si calonnya adik ipar itu lekas sembuh, ya?
Iya, aku masih inget pas kita ke pameran di gedung Gramedia yang baru, tgl 7 Maret 2008, pas hujan turun super deras di luar gedung… Masih inget gimana aku pingin banget berkolaborasi menulis sama Retie yang jago menulis (buktinya, salah satu tulisanmu kan di muat di majalah Cita Cinta kan?). Nah, Retie.. Sekarang aku udah nulis satu buku… Giliran Reti yaa… I know that you can write.. and you can write good.
Cup cup..
Thanks alot!
November 17, 2008 at 11:58 am
Waduh… di mana ya, Dek?
November 17, 2008 at 1:09 pm
Hehehe..
You know who itu bukannya bisa kasih salam sendiri? Jangan-jangan dia nggak ada pulsa lagee.. hahahaha…
November 17, 2008 at 1:15 pm
Iya, Mel..
Dirimu kan lagi super sibuk gitu, jadi aku maklumin kok…
Kapan-kapan kita atur waktunya biar lebih longgar dan bisa ketemuan…
Bulan Februari aku berangkat lagi ke Jakarta, tapi untuk urusan senang-senang aja.. hehehe.. So, so.. I’ll see you then ya Mel!
November 17, 2008 at 1:24 pm
Bagian apanya yang mirip, Mas?
Yang pasti bukan badannya.. hehehehe…
November 17, 2008 at 1:50 pm
Hehehe..
miripnya tuh..
kalian berdua adalah sahabat-sahabat gua yang super baik…
November 17, 2008 at 2:26 pm
Ah, In…
You always know how to make me fly.. *bentar lagi jadi supergirl deh.. hehehe*
Wish the same thing to you too…
Dan semoga kamu suka dengan bingkisan dari saya yaah…
November 17, 2008 at 2:33 pm
kirimin?
boleh… tapi transfer dulu yaah.. hihihi…
*sambil berdoa, moga-moga bukunya segera sampai ke Bontang*
Salam kenal Mas Yus..
November 17, 2008 at 2:41 pm
Hahahaha…
Linda itu orang lima, Mas! Bukan dua lagi!
November 17, 2008 at 3:33 pm
Makasih Mbak..
(pasti ini komentar buru-buru karena udah ga sabar pingin tau siapa yang dapetin buku gratisannya! hehehe)
November 17, 2008 at 4:33 pm
Makasih Ida…
Coba waktu itu kamu dateng, pasti suasananya tambah seru tuh..
Eh, kamu udah kenal saya, kok.. Jadi boleh deh bangga… hahaha.. maksa…
Thanks again.
Let’s smile to the whole world!
November 17, 2008 at 5:55 pm
Dian…
Makasih ya kemarin sudah beli bukunya.. Saya terharu banget, deh.. Kalau nggak salah, Mbak Dian tuh pembeli pertama lho..
Maaf kalau kualitas cetaknya bisa jelek begitu, untung bisa diganti dan bisa dirobek pula halaman depannya…
Makasih ya, Dian.. makasih banget…
Keep in touch ya…
Kita cerita-cerita di email, okay…
(apa mau ngeblog juga?? hehehe)
November 17, 2008 at 7:01 pm
Makasih, Blue..
Oh, nggak kok, aku nggak marah..
Lagi nggak sempet jalan-jalan aja ke banyak tempat..
Besok ya aku maen2 ke sana…
November 17, 2008 at 7:38 pm
hehehe…
Nggak apa-apa, Pak. Tapi launching buku berikutnya, Bapak harus datang yaa.. hehe.. maksa nih ceritanya…
Thanks for the support..
Have a good luck too!
November 17, 2008 at 8:54 pm
hehehe..
kamu sih nggak ikutan sayembara yang kemaren, Dek..
November 17, 2008 at 9:38 pm
Beres, Boss…
Ntar kalau Grafindo mo ngadain acara, aku usulin buat ke Semarang deh..
Tapi janji lho, harus nemenin aku jalan2… Sama kasih lumpia semarang yang uenak tenan itu! hehehe….
Halah..
Aku wis kadung terharu sama dirimu, Mas…
ternyata gara-gara obat nyamuk tho.. hahahaha… edan… edan..
November 17, 2008 at 11:19 pm
foto saya kq ndak ada ya mbak???? hueheuheu…….
November 17, 2008 at 11:20 pm
yang ada kamu-nya kebakar semua, My.. hehehe..
*ntar kalau IBF nya diadain di Pematang Siantar, baru deh bakal ada photo kamu di blog ini.. hehehe*
Udah singgah, My..
Makasih yaaa..
November 17, 2008 at 11:32 pm
hahaha.. ngimpi.. ngimpi…
November 18, 2008 at 12:10 am
Hai Regina…
wah, silent reader nih… Pantes kok kayaknya ada yang ngeliatin terus.. hihihi.. apa coba maksudnya..
Thanks for being my silent reader… tapi sekarang jangan silent2 ya…
Makasih udah beli..
Ayo cepet dibaca..
Ntar beli lagi… siapa tahu beda isinya… hehehehe…
November 18, 2008 at 12:13 am
Emang, Mang kemana sih?
Kok kemarin nggak dateng? Padahal asyik tuh kalau bisa kopdaran.. Siapa tahu saya ditraktir makan bakso di lapangan tembak.. hehehehe…
November 18, 2008 at 3:00 am
Makasih Mbak Yulis…
Selamat juga buat setahun tinggal di negeri Paman Sam…
Semoga betah di sana dan membina keluarga yang bahagia.. amien.
November 18, 2008 at 5:36 am
Kan sengaja gemukin badan buat Donny?
hihihi…
November 18, 2008 at 7:20 am
Oh really?
Kok kamu nggak bilang-bilang sih, Bek? Jangan simpan kekagumanmu itu, ah.. Ndak baek. hihihi…
Minderan ya? Hehehe.. tauuu aja.
Tapi sekarang malah kepedean… hahahahaha…
I’m so proud of you too…
Adik kecil bawelku sudah lulus kuliah dan jadi sarjana juga….!
November 18, 2008 at 7:21 am
ralat, beberapa bulan lalu
November 18, 2008 at 7:21 am
kayaknya emang perlu les Bahasa Inggris deh… hehehe… *ga kok, udah bener, Bek…*
November 18, 2008 at 7:45 am
masa sih, Dek?
November 18, 2008 at 8:21 am
Hai Uda..
Lama nggak keliatan nih..
Makasih yaa…
*soal kiriman buku, bukannay si Abang udah janji ya? hehehe….*
November 18, 2008 at 8:26 am
Salam kenal juga…
Terimakasih yaa…
November 18, 2008 at 12:31 pm
Amien, Amien. Insya Allah ya Mas Nug.
Soal buku yang lain? Kalau tidak ada halangan dan buku pertama ini lumayan laku, akan ada buku-buku berikutnya..
November 18, 2008 at 12:55 pm
Makasih Cie Aling…
Saya berdoa untuk hal yang sama buat Cie Aling yang jauh…
Kapan2 kalau bisa kita ktemuan yuk.. Saya pingin dibuatin puisi, yang ditulis Cie Aling di buku saya…
November 18, 2008 at 1:03 pm
amien.
Makassiiihhh….
November 18, 2008 at 2:55 pm
Bener ya Bang..

Kalau saya kesana, Abang harus jadi seksi sibuknya..
Ngajarin Abang nulis?
Aduh, bukannya Abang lebih jago daripada sayaaaa??? Tidak ada yang mustahil, Bang… Selama mau mencoba terus…
*buku sudah saya kirim kemarin siang, Bang… Mungkin hari Jumat atau Senin sudah bisa Abang baca di rumah… *
November 18, 2008 at 4:02 pm
Boleh.. boleh…
tapi gimana caranyaaaaa…
November 18, 2008 at 4:48 pm
Indah, Indah.. ayo, ayo.. duduk dulu… Nggak usah jejingkrakan gitu.. Malu diliat orang…
Pingin kayak saya, Ndah?
Susah….!!!
Musti cantik kayak Luna Maya dulu baru bisa!!! wakakaakakak…
Thanks, Say…
Semoga bukunya udah sampai hari ini yah…
November 18, 2008 at 6:10 pm
Deedee…
nggak apa-apa…
Next time aja… untuk buku kedua… *amien*
November 19, 2008 at 2:12 am
nah, nah…
apa coba maksudnya dapat calon tambatan hatiiii…… *mikir2*
November 19, 2008 at 6:05 am
Lah?
salah hari???
duh, kok bisa gitu yaa… makanya SMS dong… *emang dia tahu La? hehehe*
November 19, 2008 at 9:46 am
Bener ya, Bang?
Kalau pulang ke Indonesia, Abang sempetin ketemuan sama saya, yah… *sambil bawain oleh-oleh, pastinya.. hihihihi*
November 19, 2008 at 2:40 pm
makasih.. makasih…
kalau belinya di saya, pasti ada tanda tangannya.. hehehe..
November 20, 2008 at 4:50 pm
Kenapa ya, kok aku terharu banget mbaca postinganmu yang ini. Bukan karena kamu seorang Lala Purwono. Tapi melihat perjuangan seseorang untuk membuktikan bahwa dirinya: BISA.
Aku bisa merasakan apa yang sedang dan sudah kamu usahakan itu, La. (kali ini manggilnya pakai ‘La’, serius soalnya. Nggak pakai ‘Mbul’. Lha? Kesebut juga! Hehe)
Siapa pun itu, kalau ia berusaha mengupayakan mimpinya terwujud, ia patut diberi tempat.
Hei, kamu mulai menunjukkan siapa diri kamu!
November 22, 2008 at 5:50 pm
SIST, I’M SO PROUD OF YOU!!
Gila, gw sampe terharu liat buku loe. Akhirnya gw bisa dengan nyata liat buku itu
Dont stop. Your journey isn’t over yet
November 24, 2008 at 6:48 pm
hua…hua…..nyesel bgt ga bisa datang ke launch nya lala…hiks..hiks….padahal gw dah nyiapin berbagai alesan mo bolos kantor..tnyata ga bisa….BTW…Sukses ya la….biar ada launch buku loe selanjutnya……..
December 15, 2008 at 11:57 am
Alhamdulillah, berjalan sangat lancar.
Katanya sih memang menarik…
soalnya katanya, saya cantik banget… wekekekek… boong deng…
December 25, 2008 at 1:55 pm
Aahh, Lalaa.. Terharu baca soal pembuktian dirinya, pasti susah yaa dikelilingi saudara/i yang pada cling mengkilap prestasinya.
Padahal yaa belum tentu juga ortu nuntut yang sama khan? Hehehe
Cuman ya itu balik lagi ke masalah pengakuan terhadap diri sendiri
Selamat yaa, Laa, kisahnya menginspirasi bangets dhee
Jadi menantikan juga saat di mana I can be proud of myself, huehehehe :p
Happy Kamiss ^o^
January 11, 2009 at 1:21 pm
hiks…hikss…
terharu tau jeung…
February 24, 2009 at 2:59 am
[...] wonderful persons… THE ASUNAROS NH18 IMELDA COUTRIER HERY AZWAN NATAZYA And this is how we met The GOKILLS & Bunda ENNY HILMAN YESSY MUCHTAR Bunda ENNY Surabaya CELEBS Mbak TANTI Mbak NOENGKI JOGJA FAMOUS PEOPLE [...]
November 12, 2009 at 12:02 am
[...] special day. 14 November 2008, hari peluncuran buku saya, The Blings of My Life, di Indonesian Book Fair, JCC. Hari di mana saya bisa merasa bangga dengan diri saya sendiri, that [...]