OK.
Setelah termehek-mehek cukup parah dan bikin teman-teman bloggers bersemangat untuk menjadi ‘cheerleaders‘ supaya saya bisa semangat lagi… (hehe, entah kenapa saya sekarang ngebayangin teman-teman The Asunaros saya memakai kostum cheerleaders dengan kaus ketat, rok super mini yang melambai, rambut diikat dua samping kiri kanan, dan membawa pom-pom sambil teriak, “Go, Lala, Go!” hihihi)
Dan setelah saya akhirnya menemukan konklusi bahwa sebetulnya setiap ujian yang datang dalam hidup kita menunjukkan bahwa kita adalah The Strong and Chosen People…
Apalagi setelah saya semakin menyadari bahwa saya memang tidak pernah sendirian…
Bahwa banyak sekali manusia-manusia yang sedang menghadapi badainya masing-masing…
Bahwa kemungkinan besar, badai yang sedang saya hadapi, ketakutan-ketakutan yang menghinggapi hati saya, hanya secuil saja dari besarnya badai yang sedang mencoba menggulung mereka… meluluhlantakkan segala pondasi kekuatan yang mereka bangun…
Ya.
Saya sudah memutuskan untuk menghentikan mourning period saya
Saya sudah memutuskan untuk ketawa lagi, senyum lagi, seneng-seneng lagi…
No more silent cry… (apalagi nangis-nangis bombai seperti beberapa malam kemarin yang berhasil membuat saya buntu ide dan kepingin nangis melulu — tapi herannya, kenapa makannya jalan terus, ya? hihihi) Continue reading