Every time we fail…

Memang tidak percuma saya mengagumi Oprah Winfrey dan talkshow populernya. Dan memang tidak percuma saya membeli henpon China hanya untuk memastikan bahwa saya tidak akan ketinggalan episod-episodnya, kapanpun, dimanapun… :)

Karena dalam durasi kurang dari enam puluh menit saja, saya bisa mempelajari banyak hal. Termasuk dari sebuah episod tentang kesuksesan Hannah Montana a.k.a Miley Cyrus dengan seorang ayah yang juga populer, Billy Ray Cyrus, peraih Grammy Award untuk musik country.

Ada satu pelajaran dari episod yang hari Sabtu kemarin saya tonton dengan mata merem melek (kalau udah wiken, biasanya males bangun dari tempat tidur.. hihihi). Sebuah jawaban dari seorang Ayah yang membuat si Anak Perempuan melangkah dengan begitu tegarnya di dunia showbiz yang menghabiskan energi yang tidak sedikit…

Saat itu, Oprah bertanya, “So, Billy… Bagaimana kamu menguatkan hati anakmu, padahal Miley mencapai sukses setelah melalui kegagalan audisi yang berkali-kali… Untuk anak seumur dia saat itu, bukankah kegagalan adalah hal yang sulit diterima?”

Dan jawaban spektakuler yang membuat saya terkagum-kagum Sabtu kemarin, adalah… Read the rest of this entry »

everything will be OK

Setelah semalam kita menangis di telepon.

Setelah semalam saya memohon-mohon sama kamu supaya tidak berbuat sesuatu yang nekat.

Setelah semalam saya berdoa kepada Pemilik Nafas agar selalu berbisik di telinga kamu, bahwa Dia ada dan tak pernah akan meninggalkanmu, bahkan berkedip sekalipun.

Setelah semalam saya akhirnya kecapaian dan memutuskan untuk tidur saja meskipun kamupun tahu, bahwa saya sangat, sangat, kepikiran…

Dan pagi ini,

I am glad.

Hanya dengan membaca sebuah pesan pendek yang mampir di ponsel saya, early in this morning. Read the rest of this entry »