just being nice

Kamu pernah mengalami ini nggak:

Sedang patah hati karena diputusin sama si kekasih yang ternyata berselingkuh, datanglah seorang sahabat atau siapapun juga dengan kata-kata standar begini: “Ah, sudahlah… the show must go on… Dia bukan laki-laki satu-satunya… Kamu pasti mendapatkan laki-laki yang lebih baik…” dll, dsb, mirip-mirip dengan kalimat penghiburan seperti tadi.

Atau..

Sedang gagal mendapatkan promosi yang sudah menjadi incaran kamu sejak jaman hidung gajah masih pesek, dan membuat kamu males makan, malas kerja, malas ke kamar mandi sampai-sampai rekan kerja yang duduk di dekat meja kamu lalu mulai berbaik hati dengan berkata, “Sudahlah… Nantinya, kalau memang sudah tepat waktunya, pasti Tuhan akan kasih kesempatan kok… Kamu kerja yang baik aja.. tetap semangat ya!” Dan ya, masih banyak varian nasehat lain yang sejenis dengan tujuan sama, yaitu membangkitkan hawa nafsu.. eh, maksudnya, membangkitkan semangat kamu. Read the rest of this entry »

what a wonderful world

Ketika saya berbicara soal London dan betapa saya ingin, someday, saya bisa berada di sana. Larut bersama suasananya. Hanya duduk di sebuah bangku kayu di taman kotanya sambil merasakan hembusan angin dingin yang menggoda di sela-sela lilitan syal tebal warna merah menyala favorit saya. Duduk saja. Sambil menghirup nafas banyak-banyak. Duduk saja. Sambil menatap langit yang cerah dan hijaunya tetumbuhan. Duduk saja. Menikmati saja. A moment of myself… A moment where I see how beautiful is the world that I live in…

Hm…

But should I wait that ’someday‘, should I wait London, and should I wait the day I sit in the wooden bench somewhere in the other part of the world?

….

kalau saya bisa nikmati pagi ini…

Dengan melihat gumpalan awan-awan yang menghiasi langit biru Surabaya dari balik kaca mobil sedan Bro yang mengantarkan saya ke kantor… Dengan celoteh riang tentang sweet nothings… Dengan wajah anak manis penjaja koran yang begitu senang ketika korannya saya beli tanpa menuntut uang kembali (yang meskipun hanya lima ratus Rupiah itu)… Dengan hembusan udara Surabaya yang entah kenapa hari ini terasa sejuk ketika saya membuka jendela untuk mengeluarkan lembaran ribuan Rupiah tadi… Dan ya. Diiringi suara berat Louis Armstrong, yang merdu mendayu, menyanyikan lagu What a Wonderful World dari MP3 player mobil Bro..

the rainbow

the rainbow

I see trees of green…….. red roses too
I see them bloom….. for me and for you
And I think to myself…. what a wonderful world.

I see skies of blue….. clouds of white
Bright blessed days….dark sacred nights
And I think to myself …..what a wonderful world.

The colors of a rainbow…..so pretty ..in the sky
Are also on the faces…..of people ..going by
I see friends shaking hands…..sayin.. how do you do
They’re really sayin……i love you.

I hear babies cry…… I watch them grow
They’ll learn much more…..than I’ll never know
And I think to myself …..what a wonderful world

(What a Wonderful World)

Kemudian saya berpikir.

I don’t have to wait that ’someday’… or even that London.. to have a moment of myself.. where I realize that I’m living a wonderful world…

Karena dunia kecil yang berputar di sekeliling saya sudah nampak indah.

Karena dunia kecil yang pernah menawarkan luka, tapi sering pula menawarkan kebahagiaan tanpa kata-kata yang saya tinggali sekarang…. sudah begitu indah.

Hm…

It’s just a matter of what eyes just couldn’t see…

But if you take a moment to see it with your heart… you’ll find a piece and warmth that you’ve been looking for is in a one exhale away…

Seperti yang sudah saya lakukan pagi ini.

Dan membuat saya tersenyum.

Just a light smile that says all the unspoken words.

Ps. But still…. London, save me a little of you, alrite? :)