Seorang teman pernah bilang, that someday, somehow, dia harus bisa menikmati indahnya negeri empat musim. Daratan Eropa disebutnya sebagai tempat yang tepat untuk memanjakan rasa inginnya itu. Itu adalah cita-cita mulia yang diucapkannya dengan mata berbinar-binar dan senyum optimis yang tak bisa lepas dari wajahnya.
Ah. Sungguh. Saya berdoa semoga dia bisa mewujudkan mimpinya itu. Membawa istri dan jagoan-jagoannya ke sana, mengajak mereka bermain salju, atau bercengkerama dengan si Istri di sebuah taman yang sejuk, dengan daun-daun warna kuning kemerahan yang rontok dan jatuh di atas kepalanya.
Hey… Saya sungguh percaya kalau kamu bisa mewujudkannya, kelak!
Ketika ia bertanya, kota apa yang menjadi must visit place, someday, somehow… tak ada kota lain yang terlintas di dalam kepala saya kecuali.. LONDON. Ya. London. Kota tempat bermukimnya seorang Ratu dan si ganteng Prince William. Tapi bukan karena saya kepingin berjodoh dengan William lantas diperistri lalu mendapat gelar kehormatan dan tinggal di Buckingham Palace (mimpi aja nggak berani! hihi), tapi lebih karena… I just love London.
Saya tidak punya referensi khusus tentang London.
Saya juga tidak pernah punya oleh-oleh cerita dari seorang teman yang pulang berlibur dari London.
Saya sama sekali buta tentang London, bagaimana kebiasaan-kebiasaan penduduk London, macetkah lalu lintasnya, atau apakah lelaki-lelaki Inggris ada yang cukup khilaf untuk menemukan fakta bahwa saya menarik dan cantik (hihi).
Tidak sedikit pun saya tahu tentang London, kecuali bocoran dari seorang Emiko, my so called sistah, yang mengatakan bahwa biaya hidup di London adalah sangat tinggi.
Tidak satu pun fakta yang saya tahu tentang London.
Jadi bisa dibilang… I’m anonymously in love with London.
Hm,
Tapi tidak berarti saya tidak mencintainya, kan? Cinta saya terhadap London adalah cinta yang mungkin bisa dibilang buta. Again, terkadang, cinta memang tak bisa ditebak bagaimana ia bisa jatuh, kemana ia akan membawa kita terbang… Dan kebetulan, cinta itu membuat saya tak bisa berhenti memikirkan London dan membuat saya memiliki sebuah cita-cita lain, selain menjadi seorang Novelis, selain memiliki sebuah rumah dengan halaman yang sangat luas, selain menjadi seorang director untuk film yang skenarionya saya buat sendiri dan memilih sendiri pemain-pemain hebat yang menjadi pemeran pendukungnya.
Ya.
Saya selalu bercita-cita, entah kapan, mungkin sebentar lagi, mungkin masih berbelas-belas tahun lagi, akan duduk diam di atas bangku sebuah taman kotanya, dengan lilitan syal tebal di leher, lalu menghirup udara London yang dingin…. perlahan-lahan… sampai paru-paru saya sesak dan menciptakan euforia yang sungguh menyenangkan.
Sebuah perasaan yang menyenangkan… which maybe… it doesn’t have a name. It’s just anonymous. Seperti rasa cinta saya buat London yang sampai kini masih menggetarkan hati…
So, London…
Saya tahu, saya nggak punya banyak uang atau tabungan yang melimpah ruah atau warisan dari keluarga yang bisa membuat saya terbang menujumu, sekarang. Tapi kamu harus tahu, that I’m doing my best. Untuk menemui, untuk memelukmu, dan membiarkan dirimu melakukan hal yang sama…
Entah kapan saya bisa melakukan itu semua, only time after time, I always have this strong weird feeling about coming to you and walk under your blue sky. So strong that makes me wondering, “Hey, are you nuts?! Are you outta your mind? London is so freaking far away from here and you don’t have any idea where to get all the money to go there… C’mon.. be realistic for once!”
Tapi,
Seperti sebuah mimpi yang akhirnya tercapai setelah bertahun-tahun lamanya, seperti itulah saya percaya bahwa saya bisa mendapatkan keajaiban yang sama, kelak. Bahwa selalu akan ada jalan untuk orang yang tak pernah berhenti mempercayai keajaiaban. Selalu ada jalan, untuk saya…
That’s why, London…
Karena saya tak tahu kapan saya bisa bertemu dengan kamu… will you do me a favor?
Sederhana saja.
I just want you to save a little piece of you, someday, please.
I want to see the beautiful you…
…and not this one…
So.
I’m asking you again.
Will you please do that for me?


October 21, 2008 at 11:50 am
aaahhh..
udah lama nggak denger kata2 ini…
October 21, 2008 at 11:56 am
eh ada satu kesamaan lagi.
Lu masuk di kantor lu yang sekarang… 15 September 2004
Gua? 1 September 2004…
Sama2 di bulan September, Buuu!!!
Ah.. gua ga mau kembaran ama elu.. huhuhuhu…
October 21, 2008 at 12:09 pm
I will, Om
I’m doing the best I can
Thanks!
October 21, 2008 at 12:28 pm
biarpun mahal, aku nggak ngeri buat ke sana, Sis…
namanya juga mimpi dari dulu yah..
I will reach my dream, Sis…
thanks for the support!
October 21, 2008 at 12:48 pm
Hai hai..
jadi pingin yaa?
Apalagi kalau di London sana, kamu bikin rumah sesuai dengan keinginan kamu…
thanks for dropping by.
Ntar kalau butuh konsultasi soal rumah, saya boleh nanya2 yaa….
October 21, 2008 at 1:29 pm
Ya.
Tuhan adalah sebagaimana prasangka HambaNya.
Jadi nggak boleh berburuk sangka
dan selalu percaya bahwa kita akan bahagia…
October 21, 2008 at 2:28 pm
hihi.. si Bapak.. jadi ngebayangin, dulu pas masih mahasiswa, modelnya kayak apa yaa… Sekarang kan udah jadi photo model… cover majalah time lagi! Hahaha… (inget posting narsis yang itu tuh, Pak!)
Eh, Pak…
kalau jadi berangkat napak tilas, saya diajak dong… (lah, anak bukan.. sodara juga bukan… minta ngikut ajah! hhihihi)
October 21, 2008 at 3:06 pm
Cuman sayangnya, body saya tebel, nggak kayak personilnya Changcuter’s..
October 21, 2008 at 3:12 pm
Halo Dhie..
Makasih buat wishesnya yaa…
I do the same thing for you!
October 21, 2008 at 4:20 pm
Itulah
Kok malah nyanyi.
Untung nggak fals… jadi aku nggak ada niatan buat nimpuk kamu.. hihi.. kidding!
Kalau saya pingin ke London, kamu pingin ke mana?
October 21, 2008 at 4:32 pm
Ke London kapan2 aja?
Lala boleh ikut ya Bang….
Iya, Bang..
Semoga mimpi yang indah dan tidak merugikan orang lain, bisa terwujud.. Mimpi siapapun itu…
October 21, 2008 at 6:15 pm
Kapan?
Kapanpun….!
(kalau ada dana dan kesempatan, sih.. hihihi)
October 21, 2008 at 8:30 pm
lagu yang bisa bikin semangat terkumpul… worth to sing!
October 21, 2008 at 8:35 pm
hehehe…
oot bangeeettt..
October 21, 2008 at 9:17 pm
Dan saya juga bangga dengan kamu, Son…
October 21, 2008 at 9:26 pm
Bu Enny,
Saya pikir malah New York, kota pusat keuangan di dunia… Karena ada World Trade Center di situ… ;p
Makasih ya, buat previewnya… Saya jadi semakin bersemangat untuk mewujudkan mimpi saya!
Kantor saya juga memberikan kesempatan pergi ke luar negeri untuk karyawan-karyawannya. Karena tempat kerja saya ini memiliki jaringan internasional yang lumayan, jadi seringkali kita datang ke sana cuman untuk ‘lihat-lihat’ aja… Saya belum dapet giliran.. Nunggu senior-senior dulu… Hikss!
October 22, 2008 at 7:39 am
kalau cuman berlibur, juga nggak apa-apa…
tapi sampai setahun.. biar bisa ngerasain four seasons in London..
October 22, 2008 at 8:12 am
dan selalu ada cara untuk mewujudkannya, kalau emang mau, kan?
October 22, 2008 at 10:12 am
AMIN!!!!
(sepitles… alias speechless…)
October 22, 2008 at 10:13 am
Hihihi…
emang Mbak ngerasa cukup menye nggak, hayooowwww….
October 22, 2008 at 11:54 am
hehehe…
Simon Cowell itu… biar jahat begitu… karismatik banget ya, Mbak!
Dan ya…
jujur..
apa adanya…
realistik!
October 22, 2008 at 3:30 pm
Sebentar.. sebentar….
Daripada beliin kamu tiket PP ke London…. mendingan beliin buat saya sendiri, kaleeeee!!! Secara saya ini juga bukan konglomeraaatttt… Ok, saya memang cantik, tapi saya nggak pernah bilang kalau saya ini orang kaya.. (wekekekeke)
Eh, sebentar.. sebentar… sebentar…
Jadi sendok itu punya Ibu kamu tho??
Kok kamu nggak bilang-bilang sih???
Kan kemarin aku bisa tanya sama dia… wong dia dateng ke surabaya khusus buat nemuin saya, jeh…!! hihihih…
(aduh, Mr Akbar Ramli.. balesin komentar kamu membuat reputasi saya langsung turun seketika.. hihihihi)
October 22, 2008 at 4:46 pm
Foogy Day itu ya…
Hua… enak….
(eh, emang lu tahu beneran La? Yang mana sih? Bukannya lu gaptek? hihi)
October 22, 2008 at 8:16 pm
Saya malah inget sama Mantan Pacar… si Pangeran Harry.. hihihi…
October 23, 2008 at 9:44 am
Amin..
Thanks ya, Dek…
October 25, 2008 at 12:46 am
Ehhh
Aku udah manggut-manggut nih…
Kamu aja yang nggak ngeh…
Keasyikan pacaran sih…
HAHAHA…
October 27, 2008 at 7:43 am
Jadi sekarang Nia udah beralih dari Jason Mraz ke ChangCuters, ya? hihih…
December 23, 2008 at 12:22 pm
Aahh aahh.. Keep the dreams alive karena suatu hari nanti hal itu akan terwujud dengan cara yang mungkin saat ini ga terbayangkan
*ini pelajaran yang gua dapat dari salah satu temen gua
*
February 5, 2009 at 3:19 pm
mba lala..
aku mo ikutan komen leh kan…???
sama mba… aku jg ngepenz bener dah ma london…
sumde, aku mesti bs ngajak mamah aku ke london…
dis i swear…. hehehehehe….
btw,, kita doa2an y mba….
biar bs brangkaaaaaaattttt……
hahahahaha…
salam kenal d…. =)
May 31, 2009 at 10:14 am
London, eh?
gue juga pengen ke sana kalo inget ama William si ganteng
cinta buta mah emang gitu, jeung. susah nyari pembenarannya hehehe
tapi buat tambahan referensi, coba deh nonton film ‘dirty pretty things’ buat tahu the other side of London.
June 2, 2009 at 1:16 pm
lam kenal m lala…………….
mbak tulisanmu inspiratip banget……………..
memberi aku inspirasi dan semangat untuk terus mengejar mimpi-mimpiku yang kayaknya mustahil…….
moga mbak bisa sukses
dan sesegera mungkin meluncur ke London………..
Impian emang harus gak masuk akal………
agar membuat kita bener-bener bersandar ama yang kuasa………
Sukses selalu buat M Lala
lam kenal…………..Rina
July 31, 2009 at 12:34 pm
Hi.. I was just browsing in the internet about London. I wanna breath the sensation I have when I`m thinking about London. And it end up with You
. When I read this, though it`s been a year you`ve wrote this, I feel amazed my self. I found someone just like me. I thought I`m just so silly to think about this, while everybody laughed at me every time I mentioned London. They said I was dreaming all day long about it. Unfortunately, just dream, which they also woulndn`t believe it`ll comes true someday. Hhahaha. But I`m touched by your words over there. I`m just a person like you. I wish we could get in touch
somehow.. Hhahaha. Thank you for writing such a beautiful words about London
.
September 23, 2009 at 11:24 am
i wanna go to London too… >.<
same with you… I’m anonymously in love with London too hehehehe…
kapan yaaa bisa kesana… *sigh*
selama ini cuma bisa liat dari film ato tau dari buku doang hehehehe… *tertawa miris*
kalau sudah bisa pergi ke sana lebih dulu dari saya… saya tunggu cerita dan foto2nya yaaa…
thanks