Saya adalah Hollywood Dreamer.
Yang disebut dengan Hollywood Dreamer menurut kamus saya adalah: perempuan yang terlalu haus romantisme, suka berkhayal yang hiperbolis, dan seringkali berharap akan mengalami kejadian-kejadian seperti yang ada di dalam film-film drama romantis Hollywood di dalam kehidupan nyata. Contohnya: ketika memutuskan untuk menyudahi hubungan dan pergi meninggalkan sang Lelaki tercinta… ternyata Lelaki itu berlari menyusul saya ke Bandara membawa seikat mawar kuning dan berkata, “Jangan pergi, Laaaa…!! I can’t live my life without you…..uu….uu…uuuu….” Yep. Suaranya bergema dan mulut Pacar langsung monyong dengan seksinya ketika mengucapkan itu! Hihi…
Lantas?
Apa yang salah dengan menjadi a true Hollywood Dreamer? Apakah saya melanggar peraturan di negeri saya? Apa ada aturan yang menyebutkan bahwa kadar keromantisan seseorang adalah harus di bawah 75%, karena kalau terlalu berlebihan akan membahayakan kesehatan? Atau, atau… apakah kalau saya terlalu bermimpi mengalami kisah hiperbolis seperti di film Hollywood maka saya dikategorikan orang sinting dan pantas diobservasi oleh lembaga Psikologi?
Ah… being romantic is not a crime, rite?
Yap.
Not a crime. No. No way.
Yang membuat ini terasa sebagai ketololan paling dahsyat adalah…
Ketika saya menuntut Pacar saya untuk bersikap super duper romantic!
Read the rest of this entry »

