Things change.
People change.
People move on.
Kalimat ini adalah percakapan Joey dan Dawson, dua karakter utama di serial Dawson’s Creek yang mencetak prestasi hebat, sebelas tahun yang lalu. Kalimat itu diucapkan oleh Joey ketika ia hendak mengambil beasiswa di Perancis, sebuah excuses untuk menjauh dari Capeside, dari himpitan masalah-masalah keluarga di mana kakaknya menikahi lelaki negro dan Ayah yang masuk penjara, juga ketakutannya karena mencintai sahabatnya sendiri, Dawson.
Tapi Joey tidak menyadari, bahwa Dawson pun mengalami ketakutan kalau harus ditinggalkan olehnya.
Dan apa kata Joey?
“Things change, Dawson. People change, people move on…”
Ya.
Bahwa waktu akan mengubah semua hal.
Mulai dari ulat, kepompong, lalu menjadi kupu-kupu yang cantik.
Mulai dari luka yang menganga, lalu menjadi kulit yang lengkap.
Mulai dari rambut yang hitam, lalu berubah menjadi putih.
Dan ya…
Mulai dari nobody menjadi somebody.
Hmm…
Lalu saya teringat dengan sahabat-sahabat saya, GangGila, lima orang hebat dalam kemasan yang mungkin nggak banget
Dalam suatu percakapan yang agak serius di sebuah coffee shop favorit kami, Starbucks, sahabat saya, si Tat, menyeletuk begini.
“Eh, mungkin orang-orang di kampus kita dulu, nggak menyangka kalau kita semua ini bakalan ‘survive‘ sampai hari ini ya…”
Karena GangGila memang makhluk-makhluk manis (ehm!) yang super bandel di kampus. Meskipun nilainya tidak pas-pasan, tapi perilaku kami memang super annoying. Mahasiswi-mahasiswi yang bandel, yang susah diatur, yang dimana-mana selalu keliatan cuek dan cekakak cekikik dengan volume suara sangat keras dan bisa bikin telinga budek seketika!
Para dosen sampai angkat tangan. Aha! Mungkin mereka kesulitan untuk berkata-kata. Mau dimarahin, kok nilainya bagus. Mau nggak dimarahin, kok kebangetan bandelnya. Haha… What a year.. what a year…
Dosen pembimbing tugas akhir saja malah nyuruh saya nyanyi saja kalau sedang bimbingan. Di saat teman-teman yang lain deg-degan menghadapi pertanyaan-pertanyaan si Dosen Pembimbing yang galak, saya malah cengar-cengir. Dan percayalah, sahabat-sahabat saya yang lain pun demikian. Apalagi si Gebleg Lin. Dia itu jagonya!
Itulah kenapa, Tat bilang, “Apa mungkin ya, La, pas kita lulus dulu, kampus langsung bikin nasi tumpeng dan bikin syukuran diem-diem?”
Kami pun tertawa. Dan tentunya, masih dengan volume suara yang tidak berkurang seperti masa kami kuliah dulu. Haha. Inget umur, Guys!
“Tapi, tapi.. bener lho, La. Mungkin temen-temen kuliah kita dulu nggak akan menyangka kalau kita bisa seperti sekarang…”
Tat adalah perempuan hebat, sudah berkeluarga, dan memiliki karir cemerlang sebagai Kepala Divisi R&D di sebuah pabrik makanan yang berkonsentrasi ekspor.
Yun adalah akuntan yang canggih, paling encer soal urusan matematika dan pajak (sama sekali nggak nyambung dengan mata kuliah yang kami ambil dulu yaitu Teknologi Pangan dan Gizi!)
Lin adalah marketing di sebuah pabrik yang memproduksi Minyak Kayu Putih/Telon dsb dengan merek yang sudah terkenal di mana-mana..
Els adalah pegawai administrasi dan keuangan di sebuah pabrik sepatu yang berorientasi ekspor ke luar negeri, bersuamikan koki hebat ‘jebolan’ Amerika, dan mereka sedang merintis usaha rumah makan…
Ly adalah perempuan sableng yang kini bekerja di luar negeri, mengais rejeki sebanyak-banyaknya di sana lalu akan pulang membawa duit banyak akhir tahun ini…
Dan saya?
Ah.. kamu tahu lah, saya seperti apa..
Saat masih kuliah dulu, kami sering dianggap sebelah mata. Hanya bisa cekakak-cekikik. Hanya bisa begajulan nggak jelas. Hanya sekelompok manusia tanpa masa depan yang jelas. Enam orang yang hanya Badut-Badut penghibur kelas saja. Ah!
Betapa waktu telah mengubah apa saja.
Betapa waktu berkuasa penuh untuk membuat kami menjadi manusia yang lebih baik.
Dan membuat kami menjadi manusia dengan masa depan, yang setidaknya, tidak terlalu mendung
Seperti pemandangan yang saya lihat, beberapa bulan yang lalu, di sebuah mal dekat rumah.
Saya melihat seorang perempuan, cantik, berdiri di depan sebuah restoran, sambil membawa buku menu restoran tersebut dan sibuk menawarkannya pada para manusia-manusia yang lalu lalang di depannya. Saya tahu siapa dia. Siapa perempuan yang cantik itu, si Cantik yang kemudian menunduk ketika matanya menatap mata saya.
Dia adalah salah satu perempuan ‘hebat’ di sekolah saya. Si Cantik yang tergabung dalam Gang Gaul yang selalu terbungkus dengan pakaian trendy dan hanya mau bergaul dengan Si Cantik dan Ganteng saja. Saya adalah pengamat mereka. Saya adalah perempuan yang hanya bisa memandang mereka saja tanpa mimpi untuk bisa bergabung di dalamnya.
Ketika saya melewatinya, sapaan saya ternyata membuat dia rikuh. Entah apa yang ada di dalam isi kepalanya, ketika melihat saya lewat di depannya. Malu? Atau marah? Atau apa? Entahlah. Yang pasti, sejak saat itu, jarang sekali ia berani memandang saya, bahkan menyapa, ketika saya lewat di depannya (ya, mal itu adalah taman bermain saya!).
See?
Things change.
People change, people move on.
Waktu punya kekuasaan penuh untuk mengubah siapa saja. Bahwa segalanya tidak akan berhenti ketika segalanya masih bisa bergerak. Seperti halnya manusia yang bisa berubah, from nobody to somebody, waktu pun bisa sekali mengubah manusia, from somebody to nobody. Sehebat itulah waktu. Ya. Sehebat itu.
Selama nafas masih ada…
Selama itulah kamu akan berubah.
Menjadi apa?
Menjadi apa saja… Apa saja…
Menjadi orang hebat? Menjadi orang biasa-biasa saja? Menjadi orang yang seperti hari ini (tapi dengan keriput-keriput halus di sekitar mata dan bibirmu)?
Yang pasti…
Empat orang GangGila telah berubah…
Dari yang ini…
Empat orang mahasiswi yang masih sibuk mempersiapkan tugas akhirnya.
Menjadi seperti ini…
Empat orang perempuan yang sibuk hang out di coffee shop favorit, dengan uang sendiri
Ya.
Segala hal berubah.
Tidak terkecuali kita. Kamu dan saya.
Sekarang yang penting adalah: kamu ingin berubah menjadi bagaimana? Somebody? Or nobody?
Hm.
It’s all up to you, Guys..
It’s your decision, eh?
ps. Dari empat manusia itu, siapa yang paling berubah ya?
Dan ya.. posting ini sebetulnya diawali dari saya yang pingin narsis pamer photo masa kuliah dulu! hihi…


Emang berubah, sih..
tapi kelakuannya tetep aja norak … Kayak lupa sama umurnya deh!
“tetap cantik, pintar, dan mandiri…”
…
ookkkeeeeiiiiiii……
Luv ya too!
Posted by Ikkyu_san | October 12, 2008, 1:01 amMboi,
I hardly say anything.
But one thing,
You’ll always be our own Phoebe Buffay, not Joey Potter!
Posted by lily | October 12, 2008, 3:21 pmaduh, Don…
inget.. inget… sekarang bukannya udah kumpul sama Istri..
kenapa kamu masih merayuku… (hihihi, nggak banget deh La, kata-kata elu tadi nggak mutu banget!)
Seperti sayuran?
Segar seperti es teler aja, Don… enak.. ada manis-manisnya..
Posted by Donny Verdian | October 12, 2008, 3:34 pmeh, Yes…
ntar kapan-kapan aku posting fotoku jaman SMA, yaa…
dan saat itu, elu pasti akan pingsan!!!
soal narsis..
ah, Bu..
kita kan sama-sama narsis, jadi yaa… sah-sah aja deh… hihihi
Posted by yessymuchtar | October 12, 2008, 11:25 pmaduh, Pak Grandis…
saya sih nggak tega kalau nimpuk Bapak…
teganya tuh..
nimpuk Om NH18… (hah, kenapa harus eike gitu weiceh! kata si Om)
Posted by Oemar Bakrie | October 13, 2008, 12:06 amAh, DM.. kamu mewakili perasaanku deh.. *hihihi, dilemparin puding coklat vla susu sama EmiChan!*
soal sayuran itu…
AKU PUNYA KULKAS, DM!
Dan ya, sayurannya SEGAR!!! *ggrrrggghhhhhh*
Nggak ada sesuatu yang abadi kecuali perubahan?
Hmm..
yang pasti, ada satu hal yang mungkin tidak akan pernah berubah.
Yaitu sifat jahilmu yang nggak karuan itu, DM!
Posted by Daniel Mahendra | October 13, 2008, 4:24 amIdih!
Om suka nuduh gitu deh…
Siapa yang mengancam, hah?? Siapa????!!!! *ga mengancam, tapi galaknya ampun2an.. hahaha*
Posted by nh18 | October 13, 2008, 11:07 amNggak ikutan aahh…
nggak mau ikutannnn…
(tapi ngebayangin dirimu berdendang begitu, aku langsung ngakak, Sis! Beneran! hahaha)
Posted by Ikkyu_san | October 13, 2008, 9:00 pmJadi maksudnya, kamu yang keliatan paling awet muda ya, Say? Hehehe… Narsis emang, tapi narsis kadang diperlukan supaya tetap survive! Haha, apa coba maksudnyaaa….
Bener banget, tiap orang punya waktu sendiri-sendiri…
Kalau barengan, malah nggak seru kali yaah..
Posted by natazya | October 13, 2008, 10:15 pmkeren..
Posted by nesto | February 17, 2009, 2:04 pm