archives

Archive for October 6, 2008

if it’s really yours…

Ada kejadian sederhana yang terjadi menjelang lebaran kemarin.

Cincin pertunangan Mbak Ira, kakak ipar saya a.k.a istri si Bro, mendadak hilang dari jemarinya. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba dia kebingungan sendiri ketika mendapati jemari manisnya sudah telanjang tanpa cincin yang biasanya melingkar manis di situ. Cincin emas dengan satu mata kecil yang dulu dibeli dengan susah payah menjelang hari bahagianya itu tak lagi ada di sana.

Dicarinya susah payah. Di mana saja. Menelusuri TKP atau tempat kejadian perkara, dilakukannya sampai berhari-hari. Mulai dari rumah sampai kantor. Mulai dari kamar tidur sampai kamar mandi. Carport mobil sampai halaman parkir mobil di kantor. Semuanya.

Dan apa hasilnya?

Oh. Nihil, ternyata.

Sepanjang pencarian itu, tidak sekali dua kali Bro menghibur istrinya dengan berkata, “Sudah, Bun, nggak usah sedih. Kalau memang itu ‘milik’ kita, ya pasti akan kembali lagi… Kalau memang bukan rejeki, ya sudahlah…”

Tapi, bagaimanapun, Mbak Ira tetap memiliki berjuta alasan untuk memanjakan rasa sedihnya. Kenangan-kenangan yang tak tergantikan, misalnya. Kenangan tidak diukur dengan Rupiah, kan? Kenangan adalah rangkaian cerita yang terangkum dalam hati dan tak bisa kembali diurai lagi untuk dijalin kembali…

Setelah berhari-hari.. Setelah mulai memantapkan hatinya bahwa Mbak Ira memang bukan pemilik sejati cincin itu… tiba-tiba, miraculously, cincin itu muncul kembali. Berkilauan ditimpa sinar matahari pagi, teronggok dengan manisnya di carport rumah yang sudah dua kali disapu! Sungguh ajaib!

Mbak Ira sangat bahagia.

Lalu dia bilang pada saya… “Ternyata kalau memang itu adalah hak kita, pasti akan kembali ke kita ya, Dek…”

**

Moral cerita yang sama, juga saya temukan di sebuah episod talkshow favorit saya, Oprah. Hari Sabtu tanggal 27 September kemarin, Oprah bercerita tentang sebuah program renovasi rumah secara gratis yang dimandori oleh seorang Interior Designer kondang favoritnya, Nate. Ah, Oprah, tokoh perempuan hebat di mata seorang saya itu, pasti punya maksud tertentu mengapa dia melakukan ini semua.

Tahu kenapa?

Karena sepasang suami istri dengan seorang anak batita itu telah mengorbankan mimpinya untuk merenovasi rumah (sebuah rumah tua yang dibangun pada tahun 1960-an) karena memilih untuk membiayai ketiga keponakan perempuan sang Istri, yang hidupnya terlantar, tidak mengenal huruf ABC di usia enam tahun lebih, dan sering tidak makan seharian! Ketiga keponakan perempuan yang cantik-cantik dan kurus kering itu kemudian diasuhnya di rumah tua itu dengan mengorbankan tabungan yang awalnya dialokasikan untuk merenovasi rumah, sesuai rencana mereka sesaat setelah membeli rumah itu setahun kemarin…

Akhirnya, tiga keponakan itu hidup bersama mereka.

Sehingga tiga bidadari cantik itu bisa…

…merasakan bagaimana nikmatnya sarapan pagi

…merasakan bagaimana serunya bersekolah

…dan ya. Merasakan bagaimana nikmatnya tidur di dalam rangkulan selimut, di dalam sebuah kamar, yang dinaungi atap yang kokoh, tak lagi langit biru cerah atau langit yang mendung lalu membasahi tubuh mereka…

Oprah membalas kebaikan dua manusia itu dengan cara merenovasi habis-habisan rumah tersebut. Rumah idaman mereka, yang dulu hanya sebatas angan saja…

Setelah rumah itu berubah wujud menjadi rumah indah… mereka menangis. Mereka mengatakan, “Aku berpikir, Oprah hanya akan mengecat rumah kami.. bagian luar dan dalamnya saja… Ini luar biasa.. Sangat luar biasa…”

And that very moment.. ketika saya melihat ketiga bidadari cantik itu tersenyum senang… ketika saya melihat sepasang suami istri itu menangis bahagia… I was crying

Yep.

They gave up all their savings to save their beloved ones…

Tapi satu hal yang pasti. When one door’s closed.. the window will open.

Rejeki tidak akan lari kemana…

**

Ini adalah konsep yang sangat sederhana.

If it’s really yours… apapun yang terjadi, tetaplah milikmu.

Bisa berwujud rejeki…

Bisa berwujud pasangan hidup…

Apa saja.

Tuhan tidak akan salah tempat dalam menaruh rejeki buat manusia-manusia yang diciptakanNya dengan metode paling canggih. Dia kan Maha Hebat? Dan nggak perlu lah, kamu menguji seberapa hebatnya seorang Dia yang telah menciptakan bumi dan langit… ya, ya… juga menciptakan seorang saya yang bawel dan banyak omong ini.. hehehe…

Nah.

Saya sudah semakin percaya dengan konsep ini.

So stop worrying about losing something..

Because believe it… if it’s really yours… it will come back to you… exactly the same.. or even much, much better…

Hm, menurut kamu gimana?

Catatan Harian

October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Celotehan Lala Purwono

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 92 other followers