can you really forgive someone?

Sebuah cerita dengan nada suara meninggi, mengalir keluar dari bibir sahabat saya, si Tat, sepanjang perjalanan pulang kami dari acara shopping nggak penting tadi siang. Cerita yang disuguhkan itu seperti hidangan yang panas dan kepulan asapnya bikin mulutnya megap-megap semangat. She’s always like this when she’s talking about ‘this someone’. Seseorang yang dulunya adalah manusia yang ia puja, tapi akhirnya menjadi orang yang membuatnya tak berhenti mencibirkan bibir.

Ini bukan kisah cinta.

Ini tentang sahabat saya yang begitu mengagumi seseorang tapi harus berbalik membencinya karena sang Idola jauh berbeda dibandingkan yang pernah ia sangka selama ini.

This is what happens when you are too much into someone.

Ada perasaan menyesal ketika segalanya ternyata tidak melulu soal kembang, pelangi, dan kicau burung.. tapi ada juga tanah kotor, lumpur, dan bau kentut yang tidak ada indah-indahnya itu.

“Katanya aku harus bisa maafin dia, La… Kata temenku itu, aku harus menerima kalau ‘dia’ sudah berubah… Katanya, Tuhan aja Pemaaf, masa aku nggak…” mata si Tat memerah. Kesal sekali, ternyata. “So what, kalau ‘dia’ sudah berubah. Aku nggak bisa maafin dia, La. OK. Mungkin soal maaf itu, aku sudah melakukannya. Tapi berhenti saja sampai di situ. Aku nggak mau bermanis-manis lagi seperti dulu. Aku takut jadi orang yang munafik, La… Mendingan aku menjauhi ‘dia’ aja daripada harus bicara manis padahal hatiku benci banget sama dia…”

Hm.

Lalu akhirnya, saya jadi berpikir.

Sepagian ini saya menerima beberapa sms dari teman-teman yang masuk ke dalam ponsel saya. Mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri sekalian minta maaf atas segenap kesalahan, lahir dan batin. Ketika membuka blog teman-teman pun, ramai yang mengucapkan hal yang sama, berikut dengan permintaan maaf mereka.

Apakah maaf itu adalah just good habit?

Ataukah maaf itu karena we’re sorry for things we done and said that hurted other people in the previous times?

Sampai batas mana orang bisa menyakiti kamu dan sejauh mana kamu bisa memaafkan kesalahan-kesalahan orang tersebut? Sampai sejauh mana kamu memberikan toleransi buat orang lain untuk mencabik hati kamu, meremuknya, meremasnya barangkali? Dan juga, sampai titik mana kamu bisa membuka pintu maafmu buat dia… without any hard feelings?

Seperti Tat yang tak bisa memaafkan lelaki aneh itu… is she wrong? Apakah dengan memutuskan untuk membenci seseorang yang telah menyakiti kita adalah salah?

Ya. Mudah saja untuk memberikan untaian kata-kata manis supaya Tat berhenti membenci ‘orang itu’. But when it comes to you….. could you? Seriously… could you?

… dengan kondisi, hati kamu tercabik-cabik dengan sempurnanya.. Kamu dibuat kecewa dengan amat sangat karena sikap-sikapnya yang arogan dan munafik… Sok baik, sok sempurna, tapi ‘plastik’. Saying not to do this, but doing that all the time… Dan memaki-maki kamu… Dan menghina kamu… Dan menuduh kamu sampai mata kamu memerah basah lalu kamu kehilangan segala kata-kata untuk melakukan self defense?

Bisakah kamu untuk tidak menjadi seperti sahabat saya?

Bisakah kamu memaafkan orang semacam itu ketika orang semacam itu tidak pernah menganggap segala attitude-nya bisa saja menyakitkan hati orang lain?

Ah…

Kalau kalian adalah termasuk manusia-manusia yang sangat pemaaf, maka beruntunglah kalian. Karena buat saya, orang-orang yang bisa memaafkan kesalahan orang lain, bisa memaafkan segala perilaku mereka yang telah mencabik-cabik hati… adalah orang-orang yang sungguh luar biasa hebat! Ya. You are amazing, guys!

Lantas… bagaimana dengan orang yang terlalu mendendam pada seseorang lalu tak bisa memaafkan kesalahan orang lain, seperti sahabat saya itu, si Tat?

Hm…

Sudahlah.

Kalau Tat tak bisa memaafkan orang semacam itu, biarlah dia melakukan apapun yang bisa ia lakukan untuk menghilangkan kesalnya. Saya tak bisa menasehatinya untuk menghilangkan kebencian itu, karena saya tahu, she’s all grown and she knows all the consequences. Saya tidak merasakan kesalnya, jadi saya tak bisa menganggap semua keputusannya adalah salah atau benar.

I just wish that I would never be in her shoes.

Jadi saya tak perlu merasakan kebencian yang teramat dalam sampai tak termaafkan… :)

So.. so…

Can you really forgive someone?

Dan jika jawabannya adalah ‘Ya’, saya tanya satu hal lagi.

Is it forgotten?

Karena memaafkan kesalahan orang lain… mungkin jauh lebih mudah…. daripada ketika kita harus melupakan segala kesedihan, luka hati, dan sakit yang amat sangat perih, yang menjadi efek sampingnya…

Ah apapun itu…

Selamat berlebaran, Guys!

Maafin salah-salah Lala, yah… :)

knock… knock!

Orange (aren't) you?

Orange (aren't) you?

Knock.. Knock…

Who’s there?

It’s me, Orange.

Orange? Orange who?

Orange (aren’t) you the one for me? :)

*Geez, I miss you!*

who’s your role model?

Kamu pernah punya role model?

Serangkaian kata-kata yang definisinya menurut ini adalah “A person who serves as a model in a particular behavioral or social role for another person to emulate.” Yang mungkin, in a nutshell, semacam public figure di mana kamu begitu mengidolakannya dan berharap somehow, someway, kamu bisa merasakan berada di alas kakinya, menjadi seorang dirinya, at least… your own version.

OK. Ralat.

Tidak melulu harus public figure, karena yang disebut role model itu bisa siapa saja. Bisa seorang Ayah yang hebat, Ibu yang luar biasa, Guru yang pengabdiannya tak terlupakan, bahkan seorang Kakak yang berhasil melewati masa-masa terberat dalam hidupnya. Anyone!

Sampai di sini, sudah punya gambaran kan tentang siapa yang menjadi role model kamu? Iya, orang yang hebat, yang bisa jadi siapapun itu? Yang membuat kamu ingin sekali meniru dia, atau tingkah lakunya, atau prestasinya, atau lifestylenya?

Kalau kamu masih bingung tentang who’s your role model, seorang Lala alias saya ini, tak sempat merasa bingung ketika disodori oleh pertanyaan saya, beberapa tahun yang lalu. Ya. Ketika itu, saya segera menjawab, “Carrie Bradshaw.”

Carrie Bradshaw

My Role Model: Carrie Bradshaw

Siapakah Carrie Bradshaw?

Hmm…

She’s actually a fictional character of my favorite movie series, Sex and The City. Enam musim drama seri televisi ini menjadi makanan sehari-hari saya ketika saya buntu ide (ya, ya, bergantian dengan serial komedi Friends yang sampai sepuluh musim itu).

Di serial yang mengajarkan banyak hal soal friendship and relationship itu, saya mengenal karakter utama Carrie Bradshaw, perempuan lajang yang di awal musim digambarkan masih berusia tiga puluh tiga, penulis kolom tentang sex and relationship di surat kabar New York Star, fashionist sejati, dan lives happily with three bestfriends.

Kenapa saya jatuh cinta dengan karakter ini?

Alasan yang paling sederhana adalah..

because she’s a great writer... menulis sebuah kolom surat kabar yang berisi tentang penerjemahan hidupnya sendiri yang dikelilingi oleh peristiwa yang legit atau pahit. Bisa soal cinta, bisa soal keluarga, bisa soal her gay friends, atau persoalan-persoalan rumit yang terjadi di dalam hidup sahabat-sahabatnya. Kolomnya pun menjadi hip di belantara kota New York. Apalagi setelah itu, ada sebuah penerbitan yang tertarik untuk membukukan tulisan-tulisan di kolomnya. Dan bukunya… best seller, sampai negeri Perancis. WOW!

and because… she’s a vulnerable woman but strong in some waysBagaimanapun cantiknya seorang Carrie Bradshaw, sehebat apapun dia dalam berkarir, dan seberuntung apapun dia menjadi seorang perempuan yang dipuja dan dicintai oleh banyak orang… dia tetaplah seorang perempuan yang memiliki hati yang rapuh. Yang menangis kala hatinya terluka, lalu tersenyum dan tertawa ketika ia bahagia. She’s just a woman.. ordinary woman… yang akhirnya menemukan kekuatannya untuk terus melangkah, dibantu oleh cinta kasih sahabat-sahabatnya.

Dua alasan itulah yang membuat saya mengidolakan Carrie Bradshaw yang dimainkan dengan cantiknya oleh SJP alias Sarah Jessica Parker. Dan dua alasan itulah yang akhirnya membuat saya bermimpi… somehow someday, I could be just like her…

Freelance writer yang tidak terperangkap nine to five, tapi bekerja sesuai dengan mood (meskipun tetap harus mematuhi tenggat waktu yang diberikan). Bisa menulis di mana saja… Starbucks… di pinggir jendela apartemennya minus kebiasaannya menyulut berbatang-batang Marlboro merah… Anytime, anywhere!

Ah…

Betapa indahnya hidup seorang Carrie Bradshaw…

Yang juga dikelilingi oleh manusia-manusia manis bernama Charlote York-Goldenblatt, Miranda Hobbs, dan Samantha Jones. Yang masih sering menghabiskan waktu untuk makan siang, makan malam, clubbing, atau bahkan liburan bersama…

How I envy you, Ms Bradshaw!

Just envy?

And do nothing?

Hm.. nope.

Karena setelah saya makin mengidolakan Carrie Bradshaw, saya pun memutuskan untuk melangkah perlahan-lahan agar bisa menjadi sepertinya.

Coffee Addict and Writer Wannabe

Coffee Addict and Writer Wannabe

So what if I don’t have my own coloumn in the news paper?

Saya masih punya blog pribadi yang menjadi wadah untuk segala unek-unek saya.. berbagi cerita tentang apa yang ada di dalam isi kepala saya… Memberikan opini, mungkin. Atau segalanya yang bisa saya bagi… pengalaman, cerita-cerita sahabat, semuanya!

And yes… I can write anywhere!

Bulan Maret kemarin, I decided to buy my own laptop dan berhenti menjadi annoying bug kakak saya. Laptop kecintaan yang saya beri nama Ms Notey itu akhirnya menemani saya setiap hari dan membantu saya menuliskan cerita-cerita yang bermain-main dalam isi kepala saya… Almost anytime.. and anywhere!

About the books…

Seorang sahabat telah memuluskan jalan saya untuk mencapai cita-cita saya. Menulis sebuah buku yang terpajang di rak toko buku. Dia tertarik untuk membukukan isi blog saya ini… Ini mirip dengan Carrie Bradshaw di season lima ketika akhirnya seorang penerbit berniat membukukan cerita-cerita yang pernah ia tulis di New York Star! Ah Abang, I couldn’t thank you more…

And about the Gang?

Saya punya GangGila… Saya punya perempuan-perempuan gila yang meskipun najiz (hihi) tapi tetap selalu bisa menjadi safety net ketika saya sedang terjun bebas… :) They’re heaven sent, meskipun kemasannya jauh.. jauuuhh banget dari visualisasi sebuah surga yang penuh dengan Malaikat yang cantik dan tampan! :D

Sampai sejauh ini…

Seperti itulah seorang Carrie Bradshaw ‘meracuni’ karakter Lala. Ada yang mengatakan, “Nggak usah terlalu mengimitasi Carrie dong, La..” ketika saya memutuskan untuk membuat kalung dengan tulisan “Lala” yang memang mirip dengan the famous Carrie necklace. Tapi saya selalu bilang, “Gua rasa nih, kalung nggak bikin pengaruh negatif kan? Unless, tiba-tiba gua memilih untuk menjadi perokok sejati seperti dia… Itu baru berbahaya…”

It’s just a necklace… and I love my name in my neck.. Dan ya, I could never imitate her… She’s so skinny and beautiful, and I am NOT! :D

Eniwei…

She’s my truly role model.

And I hope.. sooner or later… I could be just like her!

…maksudnya: menikah dengan lelaki pujaannya dan bahagia selamanya! Amien…. *senyumlebar.com*

So, so…

Who’s your role model?

Don’t tell me that it’s me! Haha…

A song, last nite

I'm so blue without you...
I am blue.. without you…

It’s a song, last nite…

Darling, I’m so blue without you
I think about you the live-long day
When you ask me if I’m lonely
Then I only have this to say

“You’ll never know just how much I miss you
You’ll never know just how much I care
And if I tried, I still couldn’t hide my love for you
You ought to know, for haven’t I told you so
A million or more times?

You went away and my heart went with you
I speak your name in my evry prayer
If there is some other way to prove that I love you
I swear I dont know how
You’ll never know if you don’t know no

You’ll never know just how much I miss you
You’ll never know just how much I care
You said good-bye, no stars in the sky refuse to shine
Take it from me, it’s no fun to be alone
With moonlight and memories …”

(YOU’LL NEVER KNOW, Frank Sinatra)

… when I thought about you, about us, about our fights, our tears, our jealousy… And I couldn’t sleep and couldn’t wait to make up and say sorry…

Ah, I just love you.. that’s all.

With my weird and annoying ways… :D

Posted in I'm In Love. Tags: , , , . Comments Off

a picture perfect of a place that I called home

Home.

Buat saya, kata home memiliki derajat yang lebih tinggi dibandingkan house, karena… tidak semua houses disebut home… Tidak sembarang rumah, bisa dibilang a place where you belong. Seperti yang pernah saya rasakan pada rumah saya sendiri, ketika rumah adalah seperti bangunan dingin tanpa cinta dan saya musti berlari-lari mencari kehangatan rumah lain, a place that I could feel more comfortable enough. Hm, proses berlari-lari yang ternyata menguras energi saya dan membuat saya tersenyum sendiri, karena.. there’s no place like home… Ya. Bangunan dingin yang akhirnya saya penuhi lagi dengan cinta, karena saya menginginkannya.

Yes… this house that I’m living right now is a place that I called home.

Setiap kelupasan catnya adalah kenangan yang tak terulang kembali.

Setiap anak tangganya adalah sejarah yang tak terbeli.

Setiap detil dalam bangunan di rumah saya, adalah kasih sayang seorang Ayah yang ingin melindungi tiga anak-anaknya dan seorang Istri yang semasa hidupnya telah menunggu Suaminya dengan kesetiaan yang amat sangat.

Dan saya memang telah pulang.

Ke pelukan rumah yang sekarang menghangat sejak kehadiran dua orang manusia; seorang Kakak yang sempurna dan Istrinya yang bawelnya setara sama saya :) After six whole years I spent running and running… I’m finally home

Ya.

I’m home.

Ke sebuah benda, tempat, dengan definisi yang jauh lebih tinggi derajatnya ketimbang tempat biasa. Ke sebuah rumah hasil kerja keras seorang Ayah, dua puluh tahun yang lalu. Ke sebuah tempat yang menyimpan banyak tawa, sedih, dan sejuta rasa lainnya. To a house that I called home.

Tapi perjalanan itu belum usai…

Belum lagi selesai.

Ketika bertumbuh semakin besar, ketika usia semakin menghabis karena gerusan waktu… mulai tumbuh pikiran ini dalam isi kepala saya.

Bagaimanapun hangatnya rumah ini… tetap saja… it isn’t mine

Mungkin, di usia menjelang tiga puluh ini (OK, OK, in the next one year and 5 months), saya bebas tinggal di sini… Bebas bangun jam berapa saja… Bebas pulang larut malam (meskipun harus ijin dan biasanya selalu lolos-lolos saja)…  Bebas untuk tidak tidur dan mewujudkan imajinasi dalam rangkaian kata-kata… I can  do most of everything that I want. Tapi tetap saja… it isn’t mine…

Berkompromi dengan keluarga apakah boleh memelihara kelinci, my favorite living creature beside human (or men.. hihi)… Bolehkah mengundang teman lelaki untuk menginap di rumah (idih, maksudnya La?? hihi)… Siapa yang harus bayar gaji pembantu… Dan sejuta kompromi lainnya…

Argh, how I wish I could buy my own house…

home sweet home

home sweet home

Sebuah rumah… takperlu dengan dimensi ruang yang besar dan menghebohkan seperti istana… tapi cukup yang mungil-mungil saja. Dengan halaman yang super luas dan teduh dengan pepohonan… Dengan kandang kelinci dan anjing… Dengan kolam renang dan kebun buah-buahan yang bebas petik… Ya, ya. Sebuah rumah di daerah yang masih hijau atau bahkan di pedesaan sekalian… Tempat saya menghabiskan waktu dan mencari inspirasi untuk menulis…

Tapi, tapi…

Is that house gonna be a home for me?

Rumah idaman, rumah yang berasal dari imajinasi seorang saya tentang konsep kesempurnaan, masih dari kacamata seorang Lala?

Mungkinkan kesempurnaan perwujudan imajinasi itu bisa menjamin langkah-langkah saya untuk segera pulang, setelah menghabiskan berjam-jam waktu di kantor, di tempat warung kopi yang tidak murah, ke mal-mal yang tidak pernah sepi bahkan saat lebaran?

Hmmm…

Then I remember one thing.

Rumah yang saya tinggali sampai hari ini adalah rumah yang sederhana saja. Tidak mewah. Tidak memiliki halaman yang luas. Beberapa bagian dindingnya masih terhiasi dengan cat-cat yang terkelupas dan butuh untuk segera direnovasi. It’s twenty years old now. Rumah yang cukup tua.

Tapi kenapa saya bisa menyebutnya sebagai home instead a house?

Karena di situ… saya merasakan hangatnya cinta… yang ada dalam setiap canda tawa Bro… yang ada dalam setiap omelan panjang pendek Mbak Ira… yang ada dalam setiap ketukan di pintu kamar tiap pagi hari oleh seorang Bro yang gemas karena adiknya yang gembul ini molor melulu… :)

Ya. Hangatnya cinta itu yang membuat saya bisa dengan bangganya mengatakan bahwa I am home.

Lalu, lalu…

It got me thinking…

No matter how perfect your house…

No matter how small it is… or how bad is the condition…

No matter that it is rented or its yours…

I always believe, that a picture perfect of a place that we called home is…

a house…

any kind of houses…

that filled with so much love.

So, have you found one? :)

another part of me that you should know better…

Waktu pertama kali saya membuat blog ini, sekitar akhir bulan Februari 2008 kemarin, dengan segera saya memutuskan untuk membuat blog yang bertajuk The Blings of My Life berikut dengan tagline ini: another part of me that you should know better.

Ada yang bertanya:

“Kok The Blings of My Life, sih, La?”

Atau…

Bling-bling itu bukannya istilah perhiasan, ya, La?”

Dan lalu, pertanyaan berikutnya pasti adalah…

“Kenapa?

Hmm…

The Blings of My Life, kedip-kedip dalam kehidupan saya. Ya, kedipan-kedipan genit yang berwujud rangkaian peristiwa yang terjadi dalam hidup seorang Lala, seorang Sekretaris slash Personal slash a full time blogger – karena faktor minimnya pekerjaan dan ngebutnya saya setiap dapat pekerjaan di kantor :)

Yang dimaksud kedipan-kedipan itu… kerlipan-kerlipan itu… or so called Blings… bisa berwujud…

falling in love, and.. its lifetime partner: broken heart :D

dreams

a pathway to heaven of earth (bertemu dengan The Asunaros, bertemu dengan kisah-kisah hidup my blogger friends, and learning something from that… isn’t that Heaven, you Guys? )

losing something or..

achieving more, and more, and more.

Itu semua adalah kerlipan-kerlipan yang menggoda hidup saya dan bikin 28 tahun kehidupan saya menjadi jauh dan jauuuh lebih indah dan bermakna. Kerlipan yang mengajari saya untuk menjadi seorang yang way much better than I was before. Simple things that led me to my self today…

Seorang Lala yang…

I hate these...

I hate these...

Benci sekali sama:

THE PLASTICS, orang-orang bermuka dua, yang keliatan so very perfect dan menganggap orang lain tidak sebanding dengannya, tapi ternyata… they’re not even close! Kenapa tidak diam saja, berhenti berkomentar, dan simpan saja semua kesinisan itu dari dalam hati, daripada ‘penonton’ kecewa? (unek-unek saya tentang The Plastics bisa dibaca di sini)

ROOTBEER. Ya, jenis minuman bersoda yang buat saya rasanya seperti minum balsem gosok yang dilarukan ke dalam cairan bersoda! Ya, saya membenci minuman ini sampai segitunya, sampai pingin muntah kalau merasakannya! Dan sampai sekarang, masih suka heran sama orang-orang yang tergila-gila dengan jenis minuman ini! Haha, I know… namanya juga manusia yang berbeda-beda, Lala… tapi tetap saja, I still curious. Yang bermasalah itu, lidah saya, apa lidah mereka ya? :) Oh ya, satu lagi. I HATE DRINKING ALCOHOL. Pernah di’racunin’ sekali sama temen dan akhirnya saya benci sekali sama any kind of alcohol. PAIT! NGGAK ENAK!

FISIKA.. MATEMATIKA.. KIMIA… Adalah tiga pelajaran yang sungguh-sungguh saya benci. Ya, khususnya Fisika. Kebencian ini adalah hasil dari saya yang gebleg banget jaman kuliah dulu, yang tiga kali ngulang ujung-ujungnya tetap C! :) Untungnya, saya selalu ditemenin sahabat saya, si Lin, tiap mengulang… Dan karena saya dan Lin adalah dua orang bego tapi cantik dan luar biasa menawan hati (idih!), dari hasil mengulang itu, saya merangkul banyak penggemar dari adik-adik kelas… hihi

Unmatching outfits alias baju nggak matching! Iya, keluar dari rumah dengan pakaian yang nggak matching adalah a big NO NO buat saya. OK. Memang tidak harus sekujur tubuh pink semua… atau coklat semua… atau hitam semua… Asal bukan… baju pink, celana biru, dan sendal ijo, misalnya. Ditambah pula dengan tas tangan warna oranye menyala-nyala dan bikin silau.. lalu, lalu… rambut disanggul! Uh, mending saya di rumah ajah!

But

wait.. wait…

Saya bukan orang yang cuman bisa benci-benci doang, lho… because I also LUV these…

I luv these...

I luv these...

Kupi dan Makanan berbahan dasar daging ayam! No more further info… karena dua jenis F&B itu yang benar-benar saya cintai! :)

Indonesian Female Authors semacam Fira Basuki, Djenar Maesa, Ayu Utami, Dewi Lestari, Ninit Yunita, Okke ‘Sepatu Merah’.. adalah penulis favorit saya, sekaligus yang menginspirasi saya untuk terus menulis! Saya selalu terkagum-kagum dengan penulis wanita.. Karena alasan feminist? Hmm.. entahlah. Yang jelas, I love female authors. Buat saya, mereka adalah super duper amazing!

Hanging out with family and GangGila. Mereka adalah dua dari sumber kebahagiaan saya. Weekend adalah waktu untuk keluarga. Saya nggak akan bikin janji untuk bertemu dengan orang pada hari itu.. selain GangGila, pastinya. Ya, karena cuman orang-orang gila itulah yang kehadirannya di hati saya setara dengan orang-orang tercinta di dalam keluarga saya!

Romantic Moviesseperti Sleepless in Seattle, Serendipity, Sweet November, When Harry Met Sally… adalah film-film yang ada dalam koleksi DVD (ya, bajakan :( ). Dan percayalah, saya adalah a hollywood dreamer yang seringkali akhirnya terjebak dalam keinginan untuk mendapatkan cuilan skenario Hollywood dalam kehidupan saya! Ah, najis banget yaa.. :D

Singing… and definitely… Writing! Kalau saya nggak mencintai dunia menulis, nggak bakal deh saya punya blog dan akhirnya membuat saya bisa mewujudkan cita-cita saya untuk punya buku sendiri! Sabar ya, Guys… habis lebaran ini, kamu bisa bawa pulang buku hasil karya saya… eits, beli, lho.. bukan pinjem atau ngambil punya temen kamu! hihihi…

Eniwei…

Those are the parts that you should know better about me…

Why I said ‘better’?

Hmm…

Simply because…

I want you to know me better, as much as I want to know you all, my dearest blogger friends, way much better… Om NH, Abang, EmiChan, Yessy, Nepho, Mbak Rhainy, Aji, Pak Grandis, Nata, Rere

Dan ya…

Hey, DONNY VERDIANPRnya udah gua selesein nih!!! :)

being twin

Pernah nggak sih, kamu punya keinginan memiliki saudara kembar? Seorang manusia yang bentuk fisiknya sama persis dengan kamu, mulai dari postur tubuh, warna kulit, bentuk mata, sampai bentuk jempol kakinya?

Pernah nggak, sih, setelah itu kamu berandai-andai bagaimana serunya memiliki seorang manusia yang mirip sekali sama kamu, sehingga kalau kamu sedang jenuh dengan suasana di kantor, kamu bisa bertukar tempat dengan saudara kembar kamu itu?

Atau, crazy experiment yang melibatkan gebetan-gebetan kamu, sekedar untuk membuktikan apakah mereka hafal dengan segala kebiasaan kamu, bunyi sendawa kamu, atau bau kentut kamu? (haha, jorok amat sih!)

Nah,

Kalau saya sih pernah! Seringkali, malah.

Di dalam isi kepala saya, sepertinya, punya saudara kembar itu sangat, sangat menyenangkan. Bisa bertukar tempat saat bosan, bisa bertukar pacar (idih, Lala!), bisa jadi pusat perhatian (karena sumpah, Bow, kalau saya melihat ada sepasang orang kembar, saya pasti nggak ragu-ragu untuk menoleh sampai berkali-kali!). Apalagi kalau kembarnya sangat identik. Dan pastinya.. kalau sama-sama cantik. Pasti semua orang bakal nggak bisa kedip, deh! (Lala, biar kata nggak kembar, tapi kalau yang lewat itu Sandra Dewi atau Dian Sasto, pasti lelaki-lelaki itu nggak bisa kedip semua, deh! :D )

Ah..

Karena saya sudah keburu lahir, tentu saja saya nggak bisa memilih untuk jadi bayi yang kembar atau tidak, kan? Yang keluar dari perut Mami, dua puluh delapan tahun yang lalu, adalah bayi gendut, montok, cantik, dan menggemaskan (ayo, ayo, siapa yang mau muntah duluan.. hihi) yang kini berubah menjadi perempuan yang sangat anggun (Lala, fitnah itu!). Dan ya… bukan bayi kembar, pastinya.

Jadi, Lala…

Lupakan segera angan-angan kamu untuk memiliki saudara kembar ya… Percuma, Sayang… Buang-buang waktu, boros energi, dan kapasitas otakmu yang sudah minim itu bakal lebih mengenaskan nasibnya kalau kamu terlalu banyak berimajinasi yang nggak penting-nggak penting ituh! :D

Tapi, tapi…

Setahun belakangan ini…

Kok setiap saya jalan sama si Mbak Pit, si Sulung, banyak sekali yang bilang begini..

“Mbak, Mbak… Kembar ya?”

“Mmm… Mbak, mirip banget… Kembar ya?”

“Mbak, Mbak… makanannya dibayar dulu, baru boleh pergi!” …ups! Ini sih, kalau saya sok amnesia dan maen pulang aja sebelum bayar makanan di restoran! hihi.

Setiap saya nge-mal sama Mbak…. banyak yang ngeliatin dengan takjubnya…

Setiap saya berdiri di pinggir jalan (ngapain Lala????) berdua dengan Mbak Pit (aduh, Mbak, ngapain juga kamuuhhh???)… pas lagi mau nyebrang atau beli-beli barang di pinggir jalan (see? Makanya jangan nyolot duluan, napah! :) ), banyak mata yang memandang dengan takjubnya juga…

*pst, ganti kata ‘Dengan Takjubnya’ dengan kata ini ‘Dengan Anehnya’ :D *

Dan kalau mereka berkesempatan untuk ngobrol dengan saya dan Mbak Pit, baru ketahuan deh kalau mereka semua mengira saya dan Mbak Pit adalah saudara kembar…

Me and My Sister

Mbak Pit & Lala... in glasses

Mbak Pit & Lala... in glasses

Haduh…

Mereka itu berhalusinasi…

Atau kami memang mirip, yah?

Hmmm..

Kalaupun kami dibilang mirip, ini tentu saja merupakan metamorfosa yang sangat menyenangkan dan mengherankan.

Kenapa dibilang mengherankan? Hm, karena dulu, kami ini nggak ada mirip-miripnya sama sekali lho…

Mbak Pit & Lala... back in 1985

Mbak Pit & Lala... back in 1985

Dan..

kenapa ini dibilang metamorfosa yang menyenangkan??

Karena..

Nggak lain dan nggak bukan..

karena akhirnya… saya bisa merasakan betapa excitednya being assumed as TWIN…! :)

Aih, aih.. jadi begini ini yaa rasanya jadi orang kembar… Senang sekali…. ^^

bocorin rahasia, ah…

Dapet PR dari my Sista beberapa hari yang lalu, begitu mau posting, eh, internet ga kompromi! Uh. Nyebelin! Walhasil, tertunda deh sampai sekarang… (padahal oh padahal, nulis postingnya baru malem ini juga.. hahaha.. ngakunya sok menyesal gitu deh, La..)

PRnya tuh…

1. Setiap blogger  yang dikasih PR, musti mencantumkan peraturan-peraturan ini
2. Dimulai dengan menulis 10 fakta/kebiasaan yang punya blog
3. Nah, 10 blogger yang ketiban ’sial’ (haha, abis kadang repot juga mikirnya! Hihi), harus kudu wajib menulis sepuluh fakta atau kebiasaan mereka di blog masing-masing
4. Dan jangan lupa: tinggalin komentar di blog teman-teman blogger yang ketiban rejeki itu tadi dan suruh mereka untuk berkunjung ke postingan kamu ini!

Nah, nah… so far… udah ngerti dong…

Sebelum saya mulai mengungkapkan semua rahasia saya yang terkutuk itu (haha), saya mo bagi-bagi rejeki ah ke teman-teman blogger saya inih…

1 dan 2: Om NH dan AbangBiarin, dapet PR dobel… :) Si Om tulis tiga puluh fakta, si Abang cukup dua puluh ajah.. hihihi…

3. Nepho… dengan alasan: biar kamu dapat bahan postingan, Pho! hihi

4. Pak Grandis… ah, kapan lagi saya ngerjain Pak Dosen yang pintar sekali ini… :)

5. Yessy … Ayo, bu! Tunjukkan ke-NARSIS-anmu! Hahaha.. kamu ini kan ga beda jauh sama sayaaa… hihi

6. Rere… Bahan postingan, Dek! Biar kamu ga stress sama TA-mu itu! :D

7. Ulan… Mbak, Mbak.. PRnya dikerjain yah..  :D

8. Stey Ayo, Stey.. daripada hiatus! :)

9. Aji Sakaah, kalau kamu sih saya ngerti banget.. pasti isinya nggak jauh-jauh dari kenarsisanmu dan sifat sok gantengmu itu, Ji! Haha

10. NiaI don’t know how to leave a comment at your blog, tapi kamu kerjain PRnya ya Ni! :)

Nah, nah…

Kalau kalian masih bingung mau nulis apaan.. Bisa liat contoh-contoh yang saya tulis ya.. (sokpinter.com)

10 facts and habits about Lala

1. Coffee Addict

Siapapun yang sering baca blog ini, pasti udah ngeh dari dulu kalau yang namanya Lala itu nggak bisa jauh dari kupi, kupi, dan kupi. Biar kata maagnya kumat, asam lambung naik, diare, dan sebagainya.. kupi tetap dicari. Gila, ya? Padahal udah diwanti-wanti Dokter.. Dimarah-marahin pacar dan sahabat dan juga keluarga, tapi teteuupp.. kupi is the best! Sehari harus minum at least satu gelas, meskipun segelas aja udah dilarang-larang tuh! Nekat ya? Gila ya? Nggak apa-apa ya… please… :) Eh, pokoknya… kalau pingin kopdar sama Lala, pastikan tempatnya di coffee shop ya… (Lala, siapa sih yang nekat ngajak kamu kopdar? Plis deh!)

2. Chicken Lova

Ya, Sodara-Sodara! Saya ini pecinta Ayam sejati. Kalau tubuh manusia yang lain berunsurkan air sebanyak 80 sekian persen.. kalau saya? mmm… berunsurkan ayam goreng! Hahaha… Kalau udah urusan ayam goreng, ayam panggang, bistik ayam, dan ayam-ayaman lainnya, adalah A BIG NO NO kalau ada yang ngerecokin isi piring saya. Bisa ngajak berantem! Iya. Sampai segitunya! Dan saya cuman kalah sama keponakan-keponakan tercinta aja.. yang dengan tampang tidak berdosa mereka, merebut kulit ayam goreng KFC yang super renyah, yang sengaja saya tinggalin di piring, dengan alasan ‘save the best for last‘… dan membuat saya menangis dalam hati.. OH TIDAK! :)

3. Nggak bisa duduk dengan tenang

Dan Pacar adalah orang pertama yang dengan terang-terangan bilang sama saya, “Eh, kamu ini kok usrek terus sih!” HAHAHA… Jujur amat kamu, Say :D Tapi, tapi, emang bener kok, saya ini emang bukan orang yang dengan kalemnya duduk di sebuah kursi seperti perempuan-perempuan normal pada umumnya! Ya, saya emang suka usrek ke sana sini, kadang sampai bikin gelas jatuh dan isinya tumpah.. kadang sampai lengan baju kena saos tomat… kadang sampai lututnya kejedot tepi meja… semuanya! :D Dan gerakan yang super atraktif itu masih ditambah pula dengan mulut yang cerewet, yang bisa cerita apaaaa aja. Dari yang nggak penting-penting, sampai nggak penting babar blas! hahaha…

4. Short Term Memory Lost syndrome alias gampang lupa

Ini, nih.. ini… Ngaku juga akhirnya saya… Uh, saya ini memang gampang banget lupa sama sesuatu. Mungkin karena bukan orang yang fokus juga nggak terlalu memperhatikan detil, jadinya yaa sering lewat aja informasinya. Musti diperbaiki nih, karena sebetulnya.. sayang banget kan.. cakep cakep gini, kok gampang lupa! Hahaha! Ini narsis! Ini masuk poin berikutnya.. :D

5. Narsis sejati

Ya, ya, ya. Saya akui. Saya memang narsis sejati. Kebiasaan saya adalah photo-photo sendiri dengan modal HP. Posenya juga gitu-gitu aja alias miring ke kanan, ngelirik ke atas, kadang mulut dimonyongin kadang dibuka sedikit biar rada sekseh (aih, najiz lu La!!) terus, terus.. jepret! Ups, itu photo pake HP apa pake karet sih, La? hihi… Yang jelas nih, saya emang orang yang doyan mengagumi diri sendiri… Yah, daripada nungguin orang lain mengagumi saya (ah, bisa tua nungguinnya! hihi), mendingan saya melakukannya untuk bikin saya bahagia kan… Uluh, uluh.. Lala cantik..Lala manis.. anak capa cih inih… uluh, uluh.. lutuna… tang ting tung ting tang ting tung… :)

6. PMS bitch

Stay away kalau saya sedang PMS. Cuman satu alasannya: BAHAYA! :D Pacar sering jadi korban ‘keganasan’ sifat saya yang satu ini. Apapun yang keluar dari mulutnya, bawaan saya cuman satu: nyolot. Saat PMS, saya berubah menjadi makhluk perempuan yang super bitchy. Temperamental… tapi juga, sangat sensitif. Jangan heran, kalau tiba-tiba saya nangis saat lihat adegan film KingKong yang mati ketembak dan jatuh dari menara… Sumpah! Ini bukan karena saya pecinta KingKong dan makhluk sejenisnya… tapi karena… hati saya yang sangat sensitif ini langsung merasakan gimana sedihnya jadi emaknya si KingKong tadi! Haduuuhhh…. :(

7. Moody abeessss….

Pernah baca blog saya yang judulnya Roller Coaster? Belum? CARI GIH! :) EH, eh, sebelum cari (idih, GR amat!), apa hubungannya ya, La? Gini, gini… Saya ini adalah orang yang moody abesss… Emosi bisa naik dan turun secepat roller coaster. Dalam hitungan detik, saya bisa berubah jadi perempuan yang manis dan menyenangkan. Tapi ketika waktu berputar sedikit aja ke depan, udah deh, bisa berubah lagi jadi preman pasar yang garang dan kekar! Percayalah, Sodara-Sodara.. sedrastis itu! Tapi… setelah kamu kenal saya… jauuuuhhh mengenal saya, kamu pasti tahu, kalau saat saya sedang marah-marah nggak jelas, kamu jangan nerusin berargumentasi, atau malah nanya-nanya, “Kamu kenapa, kamu kenapa?”.. karena jelas.. saya bakal makin marah! Kacau ya? Aduh, beginilah saya… Sumpah, saya ini nggak sekedar cantik dan pintar aja, kok.. Beneran! :D

8. Nggak bisa jauh dari HP

Kalau HP ketinggalan di rumah… LANGSUNG BALIK PULANG dan ambil HP. Kalau baterai HP menipis… paniknya nggak ketulungan. HP yang sekarang saya pakai ini sudah seperti nyawa kedua, deh :) Bagaimana nggak. HP ini adalah modem untuk akses internet di laptop saya. HP ini juga bisa buat ceting, browsing, saat menunggu sesuatu supaya nggak bored. Dan oh ya.. HP ini juga memudahkan saya pacaran! Aih, aih.. hebat benel yaa… Makanya saya nggak tega berjauhan dari dia… :)

9. Patah hati? Potong rambut! ASAP!

Sugesti saya: potong rambut artinya sama saja dengan menghilangkan sedikit beban pikiran (haduh, La.. yang diilangin kan rambut, bukan cuilan isi otak kamu, Say!). Biarpun sugesti yang belum terbukti secara empiris, buat saya, ini tetap a must thing to do setiap saya sedang emosi jiwa. Pokoknya nih, kalau sampai saya potong rambut tiba-tiba (yang dimaksud tiba-tiba tuh, rambut saya masih pendek, potongannya masih rapi dan belum waktunya dipotong), itu tandanya, saya sedang bermasalah! Ayo, mulai sekarang perhatikan lagi deh potongan rambut saya.. Biar kalian tahu, saya sedang bermasalah atau nggak… (IDIH, LALA! Lagi-lagi saya harus  nanya, APA UNTUNGNYA???)

10. Bakal ngeluarin buku yang perdana…

Iya, Guys! Saya bakal ngeluarin buku perdana saya setelah lebaran nanti! Cihui! A dream come true nih ceritanya… Akhirnya, setelah sekian lama memendam gejolak hasrat di jiwa (bahasanya La, bahasanya!), seorang sahabat tergerak juga untuk membukukan naskah saya… Makasih ya.. Makasih…  Dan buat kalian-kalian yang sudah baca postingan ini…wajib beli! Awas kalo nggak! :)

Nah, nah.. itu dia sepuluh fakta dan kebiasaan seorang Lala… Harusnya sih masih buanyak lagi, tapi apa daya, cuman boleh muat sepuluh aja! *damn* :D

Sekarang…

Giliran kalian yang ngelanjutin PR ini, ya… Saya tunggu lho! (psst, kalau kalian nggak repot sih.. Kalau repot sih… boleh ditunda deh… saya kasih waktu sampai besok! hahaha.. becanda, becanda… take your time, Guys… Take your time…)

Ps. EmiChan, my sistah… sudah kutunaikan janjiku padamuh…. :D

and it goes to…

Gara-gara blogwalking ke rumah Mbak Rhainy dan baca postingnya tentang Blog Award di sini, saya langsung ngebatin, “Haduh, ternyata harus diterusin tho ya, blog award ini? Kirain setelah itu cuman boleh GR aja dan nggak perlu pake acara diterus-terusin segala… haduh, haduh…*

Jadi ceritanya…

Tanggal 21 Juli kemarin, saya dapet Award dari dua blogger yang jiwa-jiwanya, edan-edannya, moody-moodynya sama banget seperti saya, si Ibu Nata dan Ibu Luz. Cerita punya cerita, ternyata mereka memilih saya karena sifatnya yang sama dan gaya bertutur yang nggak jauh beda! Permasalahan yang dihadapi juga mirip. Bahkan si Luz bilang gini, “Somehow I found my self in your blog…“  Dan Natazya yang lagi sibuk pacaran dengan lelaki kecilnya itu juga bilang, “Bu, bu… daripada gue repot-repot nulis, mending gue suruh lelaki kecil gue buat baca postingan ini!” Saat itu, saya bicara soal PMS bitch which apparently, kami adalah dua penderita yang sungguh akut! :)

Setelah baca blog Mbak Rhainy, saya jadi ngerasa bersalllaaaaahhh banget. Kok ya bisa-bisanya saya cuekin peraturannya yang menyuruh saya untuk melanjutkan pesan sponsor ini alias memilih blog favorit saya? INI NGGAK ADIL!!! *teriak si Nata dan Luz* Hahaha.. maaf, Ibu-Ibu.. hiperbolis, ya?

Dan karena ini adalah PR dari dua wanita wonderful itu…. Akhirnya, dengan berbangga hati, saya menganugerahkan award ini nih….

And this award goes to...

And this award goes to...

…untuk:

1. OM NH18… Om Lala tersayang… Kenapa memilih dia? Karena he deserves that! Lelaki yang ngakunya ordinary ini, ternyata extraordinary, lho, Sodara-Sodara Sebangsa Setanah Air! Pokoknya, bener-bener hebat deh si Om! Salut, Om….. *cium tangan, terus nadahin tangan.. minta uang saku! hihihi*

2. EMIKO MIYASHITA.. ya, ya, My luvely Sistah! Smart, bisa banget multitasking, dan selalu saya anggap sebagai Wonder Woman.. just because… SHE IS!

3. ABANG HERYanother Asunaro… Si Abangnya Lala yang heibat! :) Suka banget sama gaya penulisannya yang super hebring… Cemburu banget sama tulisan dan gaya bahasanya yang okei itu… Uh, ngiri, Bang! Sumprit! :D

4. Aji Sakacowok super narsis dan sok ganteng. Blognya konyol banget! Dijamin bisa ngakak-ngakak dan langsung menuduh, ini cowok makhluk bumi apa dari planet laen! Coba deh berkunjung ke sana.. (awas kalo ga balik ke sini lagi ya! hihi)… oh ya Ji… Berterimakasihlah sama dirikuh karena blogmu, again and again saya promosiin! BAYAR ROYALTI!

5. Lady Fi a.k.a Nia a.k.a Ninoetsperempuan muda workaholic yang isi blognya sederhana, lucu, miris, dan apa adanya. Seneng banget berkunjung ke sana… tapi oh tapi… damn you multiply! Susah banget sih harus ninggalin komentar di sana!!!

6. Daniel Mahendrakalau ada yang belum berkunjung ke blog bapak satu ini… segeralah ke sana! You’re all gonna luv it… Percaya deh! Dijamin puas! :) (halah, ngomong opo tho aku iki.. )

7. LAINSIJIyang dulunya selalu saya kirain kalau dia adalah laki-laki yang cerdas, taunya beberapa waktu lalu, dia membuka rahasia kalau ternyata… it’s a woman behind the smart blog! Komentar-komentarnya seru, isi blognya sumpah asyik… Ini bikin saya ngerasa sangat sangat bangga… Ah, another smart woman… Keep up the good work, Bu!

8. Nata bukan karena dia sudah memberikan saya award ini, tapi simply because… I love the blog! Dan terlebih pula… she’s so like me! Hahaha.. itu artinya, saya memilih diri saya sendiri dong.. huhu.. payah lu La… :D

9. Ulan ya, si Ulan. Blognya seru… Gaya bahasanya, tulisan-tulisannya… Benar-benar nikmat berkunjung di sana… (maaf ya, Lan, sering main tapi jarang tinggalin komentar! fakir benwit! hihihi). Buat pecinta tulisan yang nyentrik dan lucu dan bagus dan asyik… silahkan ikutan nge-fans ibu satu ini ya… :)

10. Bebek Bawel a.k.a Rere… Sebagai apresiasi karena udah ngenalin saya ke dunia blog… :) Ayo, Dek.. rajin-rajinlah menulis lagi mulai dari sekarang ya! Masa gurunya malah udah mutung duluan sih…. :D

11. Donny Verdian… ini blognya orang yang ngaku ga bisa nulis tapi tulisannya bagus! Idih, kok nggak pede sih, Don? Biasa aja kali… Ntar orang-orang juga pada bisa nilai kalau kamu itu bisa nulis apa nggak… Lagipula, kalau nggak bisa nulis, kenapa bisa bikin blog coba? hayoooww… hayooowww…

12. Stey Ceplas ceplos.. apa adanya.. meledak-ledak.. Sebelas dua belas deh kayak saya! a bit gloom and dark… but worth to read! Coba deh!

Aduh, aduh.. Ini pembagian Blog Award ini harus sampai ke nomor berapa sih? Soalnya masih ada banyak lagi yang bisa saya sebutin di sini… :)

Yang pastinya sih… Sekarang saya lagi sering berkunjung ke rumah orang-orang ini: Yessy, Mbak Rhainy, Pak Grandis, Nepho, dan Panda. (Tapi, maaf-maaf ya Pak, Bu, sekalian…. Saya emang jarang banget ninggalin komentar! Sedih yaaa… Padahal sumprit, deh, saya selalu baca… :) )

So… So…

Setelah saya berjuang keras, memeras otak sekaligus cucian kotor (pembantu nggak ada, nih! Help!), saya persembahkan Award itu dengan sepenuh hati…. Untuk orang-orang hebat di balik blog-blog yang luar biasa menginspirasi hidup saya dan bikin hidup saya ekstra luar biasa menyenangkan! :)

Makasih yaa…

psssttt… dan silahkan lho, kalau ingin balik menominasikan saya! Hihihi… Pamrih amat lu, La! :D

Girl in the Mirror

Pernah nggak sih, kamu duduk di depan cermin, terus melihat refleksi wajah kamu di sana, tapi yang kamu rasakan cuman kehampaan?

Ya.

Bukan perasaan-perasaan narsis macam… “Ih, ternyata gua cantik/ganteng banget ya…” atau “Uh, I’m a model, honey!” :)

Bukan pula, perasaan-perasaan sedih seperti ini… “Buset deh! Itu perut apa ban serep?” atau “Gila, idung gua pesek banget, muka gua jerawatan, kulit gua kayak pantat panci… Jelek amat sih gua!”

Nope.

Bukan perasaan-perasaan itu.

Tapi perasaan yang campur aduk, yang memunculkan pertanyaan ini di isi kepala kamu, “Hey, you in the mirror.. Who the hell are you?”

Karena yang kita lihat di sana bukanlah sosok yang kita tahu… Sosok yang kita kenal… (ah, ini bukan posting horor, kok! Trust me! :) ) Sosok yang sama sekali lain… dalam wujud seorang kamu, tapi bukan seperti yang kamu inginkan…

Sampai di sini, saya tanya lagi sama kamu.

Pernah?

Atau selalu?

OK. Kalau kamu masih bingung menjawab pertanyaan saya, ada baiknya saya lempar pertanyaan itu ke diri saya sendiri.

“Lala, kamu pernah nggak, bertanya-tanya siapa sosok yang ada di cermin itu? Yang seperti kamu, tapi bukan kamu? Yang memang kamu, tapi tidak seperti yang kamu inginkan? Pernah nggak, La?”

Dan jawabannya….

Ya.

Pernah.

Hampir selalu.

Dahulu.

**

Saya adalah perempuan yang nggak bisa diam di satu tempat. Sukanya berpindah-pindah. Nggak nyaman dengan suatu keadaan yang statis, yang begitu-begitu saja, dan minim tantangan. Saya memang bukan traveler sejati, tapi bukan berarti, I love just being right here and do nothing.

Bekerja di belakang meja adalah jauh dari cita-cita. Jauuuh sekali. Tak pernah ada keinginan untuk menjadi seorang Sekretaris seperti sekarang, yang duduk di belakang meja saja, yang hanya repot-repot pada saat-saat tertentu saja, yang jarang sekali bertatap muka dengan orang-orang yang baru..

…karena yang saya lihat hanya wajah si Boss…

…rekan kerja yang duduk di sebelah…

and that’s all.

Dari dulu, saya selalu ingin menjadi seorang yang bisa begitu mobile… memiliki mobilitas yang tinggi… Rasanya seru sekali bisa berpindah-pindah ke tempat yang satu ke tempat yang lain. Pekerjaan menjadi Public Relations dan Sales Marketing Hotel, adalah dua pekerjaan ideal yang saya inginkan ketika menjelang lulus kuliah, lima tahun yang lalu. Oh, oh. Jangan tanya soal pekerjaan menjadi Penulis. At that time, being a writer is not a job. It was only a dream which now has already came true! Bagi saya, menulis masih merupakan hobi dan bukan pekerjaan. At least, until today (which somehow, someway, I hope… it will be my job).

Apa yang terjadi ketika saya lulus kuliah?

Tawaran yang datang adalah menjadi Staff Administrasi yang akhirnya naik tingkat menjadi sekretaris Bos. Sempat bingung juga. Saya bukan orang yang betah duduk di belakang meja. Apalagi, saya duduk di lantai dua, persis di samping kanan ruang Bos yang berkaca tembus pandang. Yang saya lihat setiap hari ya.. dia lagi, dia lagi.

Bisa terbayang, kan, betapa seramnya memiliki imajinasi seperti itu?

Imajinasi yang cukup membuat ngeri seorang Lala, yang sepasang kakinya ini doyan jalan, mulut yang bawel dan suka ngerumpi, dan seneng sekali untuk memulai pertemanan dengan orang baru…

and I was living my nightmare for four months before I decided to quit!

Tapi bodohnya….

Bukannya mencari-cari kerja sesuai dengan keinginan, malah ‘terjerumus’ lagi di pekerjaan yang sama. Seorang teman merekomendasikan saya untuk bergabung di sebuah perusahan pelayaran internasional… as a secretary. Kenapa tadi saya bilang ‘bodohnya’? Ya karena….. SAYA MEMUTUSKAN UNTUK BERGABUNG DI SANA! Gila, kan?

Dan ya.

Saya memang gila. Lebih tepatnya, menjadi gila :)

Menjadi seorang Sekretaris/Personalia yang duduk di belakang meja, ribet dengan angka gajian, uang THR, kalkulasi uang kesehatan, mencatat overtime, dll dsb, benar-benar memasung kaki-kaki saya! I can’t go anywhere! Segala pekerjaan bisa ditangani tanpa harus angkat bokong! Ya… sampai segitunya! Kalaupun harus berjalan-jalan, paling hanya ke kamar mandi, ruang IT, ruangan si Boss (TPE dan Indonesia), ruang meeting, atau beredar sekali-kali ke lantai 1 dan 2 untuk mengumpulkan informasi tentang kesejahteraan karyawan.

I wanted more!

Saya pingin bertemu dengan clients…

Memprospek bisnis dengan mereka…

Bikin presentasi di mana, dengan siapa…

Janji lunch dengan respected customer lalu bikin kesepakatan di sana…

Anything but stand still!

Dan mulailah saya merasa bosan… Dan mulailah saya ngerasa “What the hell I’m doing here?” … Dan makin merasa aneh dengan diri sendiri… Lalu berkaca… dan melihat… the girl in the mirror… wasn’t me.

**

Itu dulu.

Ya. Dulu. Beberapa tahun pertama di kantor yang sekarang, ketika saya sedang berjuang untuk menemukan diri saya sendiri di dalam sebuah profesi yang jauh dari impian. Menemukan definisi bahagia dari sebuah pekerjaan yang sungguh monoton.

Dan, ya…

I found it… Dari seorang Kakak yang bilang, “Hey, siapa bilang jadi marketing hotel itu enak? Kamu nggak tau sih, betapa nggak enaknya harus duty sampai jam sebelas malam padahal dari pagi aku nggak ketemu anak-anakku…”

Padahal dia memiliki pekerjaan yang sungguh saya idam-idamkan…

Hm.

Kenyataan itu telah mengubah pandangan saya tentang konsep kebahagiaan itu sendiri. Bahwa mungkin saja ada orang yang lain yang menginginkan untuk berada di alas kaki-kaki saya. Ingin melangkah, seperti saya. Ingin berdiri, seperti saya. Dan saya seharusnya mencintai apa yang saya kerjakan, kalau saya terlalu malas untuk mencari pekerjaan yang saya cintai.

Buat apa ngomel kalau nggak melakukan apa-apa?

Buat apa susah-susah bersedih hati kalau kamu diam saja tak bersuara?

Deal with it. Love it. At least.. try to love what you’re doing…

Ketika saya mulai mencoba untuk menikmati pekerjaan, mengalun mengikuti iramanya… dan akhirnya dari segala kebengongan saya tiap hari yang mengantarkan saya pada dunia tulis-menulis dan blog… Saya tahu, saya telah menemukan orang yang saya inginkan ketika sedang berkaca setiap pagi di depan cermin sambil menyapukan bedak di permukaan kulit wajah saya.

Ya.

That girl… in the mirror…

Seorang Sekretaris yang bawel, yang doyan maen games, yang rajin ngeblog, dan pantatnya jarang diajak pergi kemana-mana (kecuali di luar jam kantor ya! karena Mall is my second home! haha) itu…

Memang seorang Lala.

Ya. Lala saja, bukan siapa-siapa.

Bukan orang lain.

(pssttt… ditambah dengan satu kalimat narsis tiap pagi, usai dandan… “Buset, tambah cantik amat dirikuh…” HAHAHA)