pingin hiatus… boleh?

Serius.

Itu pertanyaan yang pernah terlintas di dalam isi kepala saya, belakangan ini. Are you that special Lala? What if you leave from everyone’s sight and just leave a message to them: Lala mau pergi dulu ya, jangan nangis ya, apalagi sampai jejeritan nggak penting. Cuman sebentar kok, paling sebulan dua bulan. Jangan dicari okay? Kecuali kalau kamu masih kasih Lala duit atau traktir makanan; karena prinsip Lala yang ogah menolak gretongan itu.

(ah, itu isi message yang jijay bajay kan?)

Entahlah.

Belakangan pingin hiatus. Pingin menghilang sebentar dan mengistirahatkan HP Soner 830i yang sekarang lagi digeber abis-abisan sebagai modem ini. Pingin berhenti nulis blog sebentar lalu fokus ke yang lain-lain. Ya. Nulis novel, misalnya. Atau maen games-games hasil donlot-an yang ternyata sudah ampun deh banyaknya dan belum ada yang tamat sama sekali *what??? Penting gitu La?*

Tapi bisa nggak ya, berhenti menulis? Berhenti nyampah di blog sahabat-sahabat saya, The Asunaros? Berhenti mengintip kabar dunia mereka?

Bisa nggak ya, berhenti melakukan hal-hal yang saya cintai itu? Yang menjadi energi saya dari hari ke hari? Yang saya anggap sebagai cuilan dari indahnya surga, selain secangkir kopi panas yang harumnya bisa bikin saya terlena itu? *ah, kopi…. jadi inget kalau hari ini saya belum ngupi…..mmm… cangkir yang kedua, maksudnya.. hehe*

Bisa nggak ya?

Meninggalkan dunia yang telah menawarkan sejuta warna dan menghadirkan persahabatan yang hangat antara saya, Om Kesayangan: NH18, Abangku yang Jagoan: Hery Azwan, dan My Sistah a.k.a Wonder Woman: si Emi-Chan.

Bisa nggak ya?

Meninggalkan aktivitas yang dulu sempat jadi pekerjaan utama?

Kangen kah saya?

Atau…

Bakal kangen kah mereka?

Semakin ke sini.. Semakin saya sadar bahwa teknologi ini tidak dingin. Ini bukan sekedar dunia maya. Teknologi tidak membatasi saya dan blogger dimanapun untuk saling merasa hangat. Dan terbukti… antara saya dan ketiga orang hebat itu, ada kehangatan yang bernama persahabatan.

Bukan hanya dengan mereka…

Tapi belakangan muncul nama-nama yang menjadi sumber energi saya setiap hari…

Ada Koko, yang selalu berkomentar-komentar cerdas…

Ada Natazya, yang meledak-ledak sama seperti saya…

Ada si Dy, yang seringkali kasih komentar dan akhirnya seperti ceting aja :)

Ada Nia, yang lucu dan ceplas ceplos…

Dan Daniel Mahendra, si penulis hebat yang belakangan rumahnya selalu jadi tempat wajib kunjung saya tiap hari…

there’s something warm inside. Dan jujur saja, itu adalah energi yang hebat… fantastis malah.

Lalu kenapa kamu malah pingin hiatus, Lala? Kamu berlari dari sesuatu?

Grrhhh…

Entahlah.

Sampai detik ini, keinginan itu masih menggebu. Keinginan itu masih menyala-nyala dengan liarnya dan membakar hati saya. Ini tidak sehat, tapi ini so f**king challenging! (Hhh… you’ve got to be kidding me, Lala..)

Lalu sampailah saya pada pertanyaan aneh di atas.

Are you that special, Lala?

Karena tahu nggak, Sodara-Sodara…

Saya ingin sekali kalian menyuruh saya melenyapkan niat itu dari dalam pikiran saya…

*gila, norak amat ya, saya ini??? hehehehe*

ps. plis jangan ngerasa najiz dengan baca postingan saya ini ya… (udah najiz dari yang kemaren-kemaren kali La… ihihihi…)