My so called sistah, once said to me before I left my hometown, last week. She said this:
Noway aku akan membiarkan adikku ini menjadi sedih di Jakarta.
Pokoknya aku akan antar kamu ke tempat yang kamu dan dia TIDAK pernah kunjungi.
Aku juga ngga ijinin kamu naik BUSWAY… Tunggu aku jemput kalo perlu
huh kok aku jadi mo marah ya?
Coz aku juga sedang berperasaan spt kamu, takut pada masa lalu.
But aku akan buktikan hari Minggu besok, sama sekali tidak ada apa-apanya. So you have to promise me, tell me whenever you feel sad. You are not allowed to be sad beside me girl…
Berulangkali dia SMS sepanjang perjalanan Surabaya-Jakarta, just to make sure that I was okay. Karena dia tahu kepanikan saya, dia memahami ketakutan saya. Hm, I know that she loves me… and she was dealing the same thing, sehingga dia tahu bagaimana cara menenangkan perasaan saya, tahu bagaimana caranya membuat saya tersenyum lagi, meskipun berhari-hari setelahnya, setelah pertemuan pertama kali saya dengan sosok Ibu yang hebat ini di muka rumahnya dengan bayi gendut dan lucu di gendongannya, saya tahu… she’s just a woman afteral. Ada dua sisi dalam setiap keping mata uang dan beruntunglah saya, kakak kesayangan saya ini telah membiarkan saya menjadi adik yang terus ingin mencoba membalas kasih sayangnya.
She is unbelieveable.
She is extra ordinary.
She’s definetely one of a kind.
She’s really something… she really is.
Saya beruntung…
Saya sangat beruntung menjadi adiknya. Saya sangat beruntung bisa memeluknya di ujung perpisahan saya di rumahnya, tadi malam. Saya beruntung bisa menangis di bahunya dan merasakan sentuhan kasih sayang seorang kakak di bahu saya. Dia mengusap air mata saya sambil memberikan kalimat-kalimat yang sangat meneduhkan. She asked me to be strong… because she believes… that we are women who deserve real loves… Someday… Somehow….
(And I believe that, Sistah… I do…)
Yes, Sistah.
Yes, I’m talking about you! My so called sistah, EMI-CHAN, my Wonder Woman…
Thanks for the beautiful days you ever have me during my holiday…
Thanks for treating me at so many places dan kamu adalah salah satu orang yang ‘paling berjasa’ bikin berat badan saya naik sampai berkilo-kilo selama sepuluh hari di Jakarta!!
Hey.. remember Dimsum Time at Central, Bulungan, yang aku kalap banget itu? *kapan ga kalapnya lu La.. hahaha*
Or sipping coffee at Oh La La Cafe, Pacific Place, sambil ngomel nggak jelas karena nggak bisa memanfaatkan hotspot gretongan itu?
Hey.. what about the crazy lunch at The Cafe, Hotel Mulia, yang bikin kita berdua kayak perempuan-perempuan patah hati dan maruk banget ambil makanannya? Gila.. yang itu kenyang banggeeetttsss…
Mmm.. what else… what else… Tiamo? Resto Perancis tempat kita kumpul dengan Asunaro Boy yang ternyata badannya ceking-ceking semua dan pastinya lebih langsing ketimbang duo Gendut Lala-Emiko ini… dua perempuan yang punya cita-cita mulia untuk bisa make bikini, somehow someday itu? hehehe…
Then our last meal…. di Ootoya… Makan bareng sama Riku dan Kai yang super kawaii itu… OMIGOD! Gimana caranya Lala bisa punya baby lucu begitu yaaa??? Masa musti kawin sama orang Jepang sih? Ada gitu orang Jepang yang mau sama saya, Sis?? Kalo ada, jangan sungkan-sungkan lho, buat ngabarin sayaaa… hehehe
Lepas dari segala ‘usaha penggendutan’ yang telah kamu lakukan, but I did have a lotta fun… *yang laen pada ngiri tuh, soalnya Lala gretongan mulu makan-makannya… hehehe…*
And you has proved me… that you never let me feeling blue whenever I was around you. You made me smile… You made me feel that I’m loved… You made me feel like I’m a special girl… You made me stronger… You did… you did all of those things, Sistah!
Entah kapan saya bisa membalas semua kebaikan yang kamu berikan…
Membalas oleh-oleh dari Jepang yang bikin barang bawaan saya sampe berkarung-karung itu *hiperbolis.com*
Membalas segalanya yang telah kamu persembahkan untuk saya, sehingga saya bisa terdistraksi dari segala macam rasa sedih yang menggerogoti pikiran saya…
Tapi saya akan memulainya dengan ini, EmiChan.
Dengan rasa sayang saya sama kamu, rasa cinta saya buat kamu, dan doa saya semoga hidupmu selalu jauh dari air mata sedih…
Karena air mata kamu… adalah air mata saya, EmiChan.
Dan kebahagiaan kamu… akan membuat hati saya berdegup sangat gembira juga.
Because…
Hey, Sistah! I love you….! Iya… I do!
Ps. Maaf tadi udah nangis hebat saat pamit… I just couldn’t help it… I’m going to miss you, so much!! Bye bye, Sistah…. We’ll see again as soon as possible… OK… Cup cup…
