it’s a roller coaster. dare to ride?

2008 June 11
by jeunglala

Pernah naik roller coaster?? Atau Halilintar *bener ga sih?* yang di Dufan itu? Atau.. yaa… yang semacam-macam itu deh; pokoknya permainan yang membutuhkan nyali luar biasa karena kita harus duduk di sebuah kereta super cepat yang membawa kita berputar-putar 360 derajat, hajar kanan kiri, hanya bermodal alat pengaman semacam rompi yang dikendalikan secara otomatis?

Along the ride, kita, para penumpang, duduk pasrah, tapi sangat tidak dilarang untuk teriak-teriak, untuk memejamkan mata, untuk menghujat/misuh-misuh nggak karuan, untuk pipis di celana, untuk gemetaran…. tapi dilarang untuk meludah *kasihan yang di bawah kalau ngeludahnya pas di atas… :mrgreen: *

Entah kenapa, meskipun banyak yang teriak-teriak, misuh-misuh *seorang teman malah pernah bilang, “Stop,Pak… Stop, Pak…” padahal kita masih melayang di atas udara.. kalau stop beneran, apa nggak tumpah semuahhh…. :mrgreen: *, ada yang pipis di celana *ini beneran ada… I saw her myself!*, ada yang muntah-muntah *ini Alm. Mami, lalu Mami kapok-pok-pok :D *….. tapi selalu saja, roller coaster tidak pernah sepi dan selalu menjadi wahana favorit.

Hmmm…

Itu sedikit banyak mengingatkan saya soal hidup.

*Ini kebetulan, saya lagi sok menganalisa hidup…. dan percayalah, INI JARANG TERJADI.. :D *

Ya.

Saya selalu menganggap, bahwa hidup adalah seperti sebuah wahana permainan semacam Roller Coaster; it’s brutally fun and exciting. Ada momen ketika kita dihajar ke kiri, di belokkan ke kanan dengan dahsyatnya, lalu diajak puter-puter, meliuk-liuk, dengan kecepatan yang fantastis.

Jantung kita berdetak lebih cepat. Adrenalin seolah meningkat. Apalagi pas muter 360 derajat dengan gaya miring-miring gitu… HUUUUAAA…. that’s so brutal… but hey! It’s so exciting!

Nah… itulah kenapa saya bilang, life’s a super giantic roller coaster. Dengan kapasitas penumpang bermilyar-milyar manusia, yang semuanya naik dengan pengharapan akan ‘baik-baik saja’ saat permainan itu usai dan keluar dari wahana dengan senyum, bukan malu karena pipis di celana atau muntah-muntah atau pingsan atau jantungan…

There are times…

Ketika kita dihajar belok ke kanan secara tiba-tiba… DZZZIIIIGGHHH… uuhh… kebentur dengan kursi atau teman sebelahnya…

Ketika kita tiba-tiba dibanting ke kiri…. dengan kecepatan tinggi… DEEZZZHHHHH…. pusing, cenut-cenut…

Atau saat kita di bawa ke atas…. terus nggak lama kemudian…SIIYYYUUUUUUUTTT…. JJJEZZZZ!!!…. dibanting ke bawah lagi….. tetap dengan kecepatan sangat tinggi…. Pingin muntah, pingin pipis… Masih pusing, masih cenut-cenut… Tapi adrenalin yang terpacu membuat sebagian malah semakin bersemangat untuk terus dan terus menikmati permainan ini…

Dan selalu saja…

Ada yang ingin berhenti. Berteriak. Marah-marah. Ketakutan…

“Sudah nggak tahan..!!!!”

“Please, stop it….”

Atau mengeluh, “Enakan pas di atas tadi…. kenapa musti dijungkel lagi ke bawah…”

Dan menangis.

Dan sedih.

Dan tidak bahagia… wanna go home…

Tapi tetap, akan selalu ada yang begini.

Teriak-teriak. Ketakutan, tapi excited. Misuh-misuh, tapi mau dan mau lagi.

“Annnjrriiittt…. seru bangettttt….!!!”

“Gila… pas di belokan tadi serem banget… tapi asyik….”

Dan pingin terus, terus, dan terus. Seolah punya keyakinan bahwa it’s only a game. It will stop somehow when it’s time. They’re only enjoying the ride, menikmati setiap hentakan, setiap liku-liku, setiap bantingan, setiap goncangan… It’s brutal.. It’s exciting

Nah…

Kamu termasuk yang mana?

Yang ingin berhenti dan menyerah?

Atau ingin terus bermain dan mencoba menikmatinya?

Because life…

is such a big… huge… giantic…. mammoth-like… massive… roller coaster.

Dare to ride?? :)

19 Responses leave one →
  1. 2008 June 11

    keren…

  2. 2008 June 11

    asli,, aku emang pernah denger tuhhh ^ life is such a roller coaster ^ tapi ga pernah pusing mikirin arti di balik kata-kata ituuuuhhhh..

    pas baca tulisan inihh,, aku ngerti dan jadi mikir.. ^yapppp.. it’s only a game. it will stop somehow when it’s time.. ha ha.. nice.. kalo gitu aku masih tetep mau naikkkkk.. and risk it!!!^

    thanks ya jeunggggg.. :mrgreen:

  3. 2008 June 11
    niaalive permalink

    indeed..

  4. 2008 June 11

    ngalir aja deh kayaknya … ikmalu .. ikmalu .. beramallah beramallah .. :)

    so nggak berhenti berusaha .. :)

  5. 2008 June 11

    Saya sudah dua kali naik halilintar, dan sekarang udah tobat.
    Sekarang saya tidak cukup punya keberanian untuk mengulanginya lagi.
    Adegan terberat waktu kereta meluncur ke bawah.
    Perut rasanya mual.
    Kalau begitu, apakah saya juga sudah bosan dengan hidup?
    Rasa2nya nggak.
    Soalnya saya sudah melewati adegan menurun ke bawah yang paling mendebarkan jantung. Mudah2an tak ada lagi tanjakan yang lebih curam dari itu.

  6. 2008 June 11

    Aku mau naik Merry Go Round aja deh …
    lebih Fun …
    banyak musik …
    banyak ketawa …
    ada sedikit naik turun …
    but still … ketawa …

  7. 2008 June 11

    agak pusing sikit …sih
    tapi … manage able …

  8. 2008 June 11

    Postingan yang bagus.
    Dan saya setuju bahwa hidup memang bisa diibaratkan seperti ketika kita naik roller coaster.
    Ke dufan yuukkk ^_^

  9. 2008 June 11

    Kalau ibuku mengandaikan hidup itu bagai Ferris Wheel atau Big wheel. Kalau kita duduk, kita mulai dari terendah naik perlahan, lalu kala sampai di atas, kita bisa melihat pemandangan indah. Kalau beruntung kita bisa lama berada di atas. Tapi tidak selamanya di atas, kita pasti akan turun lagi.
    Tapi ngerti banget perumpaan jenglala bhs hidup itu roller coaster. Cuman aku ngga suka tuh naik roller coaster….masih mending Ferris Wheel, apalagi berdua koibito :)

  10. 2008 June 11

    Tawakal neng…..

  11. 2008 June 11

    Memang mirip sih. Tapi pada roller coaster kita bisa ngulang lagi. Setelah itu kita sudah hapal liku2 rel-nya. Pada kehidupan nyata, biasanya kita ndak tau liku2 rel di depan kita. Meskipun sudah diulang berkali-kali.

  12. 2008 June 12

    tapi hidup mutarnya lambat, kalau lagi susah lamaa kayaknya.

  13. 2008 June 12

    kayanya ada di syair lagu juga deh..
    life is a rollercoaster, beibeh,,

    tp.. lagunya sapa yaa?!! *lupa*

  14. 2008 June 12

    aku wegah naik yg berbau “ketinggian”..
    nyerah..
    sumprit, pernah diketawain ama bocah disampingku ini…
    “yaa… Bapak Payah”..
    hehehe

  15. 2008 June 13

    ratutebu
    Life is full of risks… tapi rewardnya, MasyaAllah… indah banget… :D

    Nia
    yep… *ngangguk-ngangguk*

    tintin
    beramal, berusaha… setuju!

    BangHer, OmKu, & Emi-Chan
    Pada dasarnya, hidup ini adalah seperti wahana permainan…. *kalau God Bless bilang bahwa hidup adalah Panggung Sandiwara, saya punya versi sendiri.. hehe*
    Mainan apa saja.
    Roller coaster…
    Ferris wheel…
    Merry go Round…
    atau kayak yang di Dufan itu, yang naik ke atas pelan-pelan terus meluncur ke bawah dengan kecepatan ekstra itu.. *apa ya…*
    Kenapa saya mengandaikan seperti Roller Coaster???
    Karena itu adalah permainan yang super menyeramkan *dan hidup sangat berpotensi untuk menjadi ’sangat seram’* Di sana, kita boleh memilih, misuh-misuh, ngamuk, atau menangis terus… ATAU INI … mencoba menikmatinya.Karena kita nggak bisa minta alat itu berhenti di tengah jalan. Itu adalah perjalanan yang harus kita lalui dengan dua pilihan itu tadi.

    Ferris wheel….
    Yaa… My mom told me that one too, Emi-Chan. Ini untuk menggambarkan bahwa kita nggak boleh takabur… Nggak boleh sombong…

    Merry Go Round..
    Yes.. I wish life could be like that, Om….
    But hey…. for some people, hidup mereka jauh lebih ‘mendebarkan’… :mrgreen:

    Semua orang boleh dan berhak untuk memimpikan hidup seperti apa… but it’s not our choice kita akan naik ke wahana yang mana…
    Pilihan hanya ini:
    Enjoy it…. or not.

    *gila, komentarnya nyaingin posting.. wekekekeke*

    BanNyu
    Yukkkk… kapan????

    udabmarko
    iyaa… iyaaa….

    Johan Suryantoro & Aminhers
    intinya adalah enjoying every moments…
    bisa ga?

    meiph
    lagunya Ronan Keating… *tulisan ini terinspirasi gara-gara dengerin lagu itu di radio.. hehehe*

    OmJok
    Saya juga ogah kok Om..
    Tapi kalo lagi ‘edun’ dan ’siap muntah’, dinekat-nekatin ajaaaa…

  16. 2008 June 17
    Lidwina permalink

    Eh Mbak ngefans Ronak Keating jg ya? Sama dong kita…. Mau ga mau kita harus berani hadapin hidup yg kaya’ roller coaster jaman skrg ini. Smua org pasti punya mslh hidup. Tp percaya aja pasti ada hikmah di balik setiap tikungan, hantaman kiri kanan in our life.Wuuihhh sok wise ye :)
    Eh tau ga Mbak? Pas dulu kita2 study tour di Dufan aq seh ga ikut naek maklum takut mual…si adik brondongmu yg dikau puji2 setinggi langit, yg imut & handsome itu loh, dia ampe mabok, mukanya puceeet bgt gara2 naik tuh Roller coaster.Ga nyangka ae bdn gede tp tyt bisa mabok jg. Kacian yach. Mestinya ada Mbak La’ di situ…jd dia bisa cpt sembuh & naik wahana lainnya.

Trackbacks & Pingbacks

  1. If I just lost it.. « the blings of my life
  2. Hidup itu….? | Twilight Express
  3. Heartbeats « the blings of my life

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS