it’s not always….

Love…

Isn’t always about rainbows…

or butterflies…

or blooming flowers….

or tears of joy….

or brighty sunshine….

or lovely melodies…. Read the rest of this entry »

….tolong!

Saya takut disakiti, tapi tak mampu berlari.

Saya ingin berlari, tapi tak mampu untuk sendiri.

Saya takut sendiri, tapi tak mampu menahan luka ini.

Saya ingin menyepi… tapi saya ingin dia tak pergi.

Saya……

merapuh.

Tolong….

(Abet) Bidadari Kantin

Gua keluar dari lift dengan pandangan mata yang cukup takjub ketika melihat pemandangan di depan mata gua yang begitu ‘indah’. Gua bilang begitu, karena saat ini kantin karyawan lebih mirip tempat pelelangan ikan di daerah pesisir Jawa Tengah sana ketimbang tempat makan. Benar-benar jauh dari sentuhan rasa kemanusiaan sama sekali.

Bagaimana gua nggak bilang ini jauh dari rasa kemanusiaan, kalau para manusia-manusia di dalamnya saling sikut-menyikut, dorong-mendorong, teriak-teriak, jambak-jambakan (yang terakhir ini hanya untuk mendramatisir suasana aja, kok, jadi tolong berhenti membayangkan sampai bagian teriak-teriak aja ya). Cukup brutal dan membuat gua agak merinding untuk masuk ke dalam sana.

Read the rest of this entry »

Should I Blame Hormones… or myself?

Saya dikenal sebagai perempuan yang bawel, cerewet, aneh, suka ngebanyol, norak… tapi sensitif. Dengan rentetan sifat yang saya sebutkan tadi, sifat sensitif adalah hal yang mustinya tidak lazim ada dalam diri saya.

Herannya, meskipun sensitif, saya bukan tipe Melankolis lho. Saya malah cenderung Koleris alias tipe-tipe manusia kejam *halah, buka rahasia.. hehe*. So, ini menimbulkan dua teori. Read the rest of this entry »

LekNan: dalam ingatan seorang keponakan yang merindu

Sore itu, HP saya berdering pendek, artinya ada SMS yang masuk. Di tengah kesibukan saya (yang tumben-tumbennya itu karena sebenarnya saya makan gaji buta di kantor ^_^) sore itu, saya mengintip sebentar pesan pendek yang ternyata dari adik sepupu saya, Ayu.

Isinya singkat saja (lha, namanya juga SMS, kalau panjang mah blog namanya.. hehe), begini nih:
“Mbak,bsk jgn lupa tahlilan setahunnya Ibu di panti asuhan dpn rumah tante nanik.Ba’da magrib. thx.” Read the rest of this entry »

Jangan Sedih, Lia…

Lia, 27, perempuan cantik hasil perpaduan Jawa-China yang wajahnya mirip Wulan Guritno *seandainya dia mau agak centil sedikit dengan dandan yang rapih.. hehe* adalah teman masa kecil saya yang sampai kini masih sering berbagi rasa dan berdiskusi bersama.

Saya sangat dekat dengan Lia dan keluarganya karena kebetulan dulu sekali rumah saya berseberangan dengan rumahnya — sekarang saya pindah ke blok lain walaupun tetap dekat.

Karena saya dan dia seumuran, dan juga karena Alm. Mami-nya dan Alm. Mami saya adalah teman baik, saya dan Lia jadi teman yang baik. Setiap hari, kalau bukan saya, ya pasti dia yang main ke rumah. Seringkali, alm. Mami kita malah membelikan pakaian yang serupa tapi beda warna buat saya dan Lia.

Pendeknya, saya dan Lia sudah berteman baik dari saya masih berumur 4 tahun, sampai hari ini, 24 tahun kemudian. 24 tahun pertemanan bukanlah waktu yang sebentar sehingga saya sayang sekali pada dia dan keluarganya. Rumahnya adalah ‘tempat berlindung’ saya setiap ada masalah. Rumah saya, selalu terbuka untuk dia. Dan pagi ini, dia bercerita, kalau mulai bulan depan, saya tak lagi bisa ‘berlindung’ di rumahnya. Read the rest of this entry »

Promises…. *seandainya*

Once upon a time, saya pernah iseng nulis kata-kata nggak jelas yang setelah saya perhatikan lagi, lha kok jadi kayak Janji Pernikahan gini yaa? Padahal boro-boro nikah, tenang-tenang pacaran aja belum… hehehe…

Eniwei,

Until one day, sahabat saya, Linda ‘Begong’ mengintip tulisan saya ini dan kemudian dengan gayanya yang nyablak abis, dia minta tolong untuk di-print-kan. Katanya, “Tar kalo aku mati, La, tolong kasihin ini ke Orang Jelek itu ya….” Orang jelek = lelaki idaman yang dengan teganya bikin hatinya remuk, hancur, dan ga percaya cinta… (baru percaya kalau Del Piero yang bilang cinta sama dia! hehe) Read the rest of this entry »

It’s Her Time

Pagi ini, seorang teman slash rekan kerja, tiba-tiba mengejutkan saya dengan bilang bahwa dia akan resign per tanggal 1 Mei nanti, yang artinya tinggal satu setengah bulan lagi :(

Saya sedih, tapi jujur, tidak sesedih ketika teman baik saya, Meylinda resign dan pulang kampung ke Papua, atau ketika Mr Breathtaker memutuskan untuk keluar dari pekerjaan lalu mendalami kesenian barongsai. Saat itu saya menangis sampai mata sembab, tapi sekarang, saya memang sedih, tapi sedihnya tidak sama. Read the rest of this entry »

Konsisten? Atau Nggak Berani?

Suatu sore sepulang kantor, saya memutuskan untuk ber-narsis ria di Starbucks cafe, Sogo, Tunjungan Plaza 4 (baca artikel Senangnyaaa…). Sok-sokan jadi Carrie Bradshaw, salah satu tokoh favorit saya di serial yang paling saya kagumi  Sex and The City (sex education and relationship education-nya bener-bener seimbang! Mengedukasi sekali buat saya yang single tapi berjuang mencari cinta… halah :D ), alias sibuk di depan laptop sambil menikmati satu plastic cup ukuran grande Java Chip-something.

Ternyata, kakak saya tercinta, Bro, dan istrinya Sis Ira cukup gapkop (gagap kopi… wekekeke). Ini terbukti ketika dia terbengong-bengong dengan satu gelas plastik besar yang isinya kopi dan whipped cream di dalam genggaman tangan yang dengan asyiknya saya seruput-seruput nikmat sambil (masih) gaya-gayaan. Read the rest of this entry »

senangnyaaa…

 Dari dulu, sebelum nekat beli laptop (hasil utang sana sini, termasuk tetangga depan belakang kiri kanan.. hehe), saya pernah punya cita-cita yang boleh dibilang cukup sombong, yaitu: buka laptop di public places (baca: cafe, bukan pasar, warung kopi, atau warung bebek Mercon jl Kayun yang katanya pedesnya bikin lidah kebakar tapi nagih), sambil pura-pura sibuk di depan laptop (padahal yang diuprek-uprek juga cuman The Sims), dan ditambah dengan satu kenikmatan yang tiada tara, alias minum kupi blended extra whipped cream (sekarang jadi tahu kan dari mana asalnya lipatan-lipatan nggak jelas di perut saya itu? Nahh… bagi yang kepingin langsing, kebiasaan ini jangan ditiru! hehe). Read the rest of this entry »