Lelaki bermata sipit yang sering kusebut “Taiwan” itu menyalamiku di suatu pagi. Dia mengucapkan ikut berbelasungkawa atas meninggalnya Papi, seminggu yang lalu. Senyumnya nampak tulus, juga sepasang matanya terlihat tulus sekali. Seolah dia ikut merasakan apa yang aku rasakan. Oh, setidaknya, mencoba untuk put himself in my shoes.
“Are you OK, now?” tanya Taiwan, usai menyalamiku.
“Hm, not that OK. It still feels so hard to let him go…” jawabku.
Lalu dia tersenyum. “Well, Lala. At least, you know where he’s going. At least, you know for sure that your father has gone to someplace.“
“What do you mean?”
“Remember how I’ve told you about my father, don’t you?”
Seketika itu juga, ingatanku melayang ke percakapan kami setahun yang lalu, sehingga aku bisa memaknai kalimat-kalimatnya tadi.
Setidaknya kamu tahu kemana Ayahmu pergi..
Setidaknya kamu tahu dengan pasti kalau Ayahmu telah pergi ke suatu tempat…
Ya.
Aku mungkin lebih beruntung daripada Taiwan yang tidak pernah tahu kemana Ayahnya pergi, bertahun-tahun yang lalu… (More …)
arman 1:30 am on February 10, 2010 Permalink |
eitsss ati2 lho jangan sembarangan nyium kodok. kayak film nya disney yang baru itu pas kodoknya dicium malah yang nyium ikutan jadi kodok! huahahaha
Duddy 6:53 am on February 10, 2010 Permalink |
Seru nih baca tulisan Lala.. Agak datar di awal, sangat dalam di tengah (karena ada perenungan yg luar biasa), dan ringan a.k.a. lucu di akhir
Makasih La atas renungannya pagi, sangat berarti kita2 msh suka alpa mengingat-NYA. Semoga ALLAH Azza Wajalla msh memberikan kita waktu u/ memperbaiki diri dan kembali ke fitrah kita sbg hamba-NYA yg hanya mengabdi kepada-NYA.. amin yaa Rabb..
Btw, saya paling sama tikus..bukan takut tapi jijik, jijik banget..hiiy..
Duddy 8:52 am on February 10, 2010 Permalink |
sangat berarti kita2 msh suka alpa mengingat-NYA.
*** maksudnya, sangat berarti buat kita2 yang masih suka alpa mengingat-NYA.
bundadontworry 8:54 am on February 10, 2010 Permalink |
Selamat Pagi,Jeung, selamat beraktivitas.
setuju Jeung, ayat Allah swt ada dimana2, hanya kita saja yg kadang gak tau atau pura2 gak tau utk menyadarinya.
Alhamdulillah, Jeung Lala telah diberikan hal yang istimewa utk segera bisa mendapatkan hikmah lewat seekor kodok. Bunda jadi iri, Apapun peristiwanya Jeung Lala selalu bijak dlm menghadapinya dan selalu mendapatkan sesuatu dr sana.
salam.
Hasian Cinduth 9:22 am on February 10, 2010 Permalink |
hahaha…
kalau mau bilang makasih sama kodoknya, ya makasih aja mbak..
gak usah pake tapi-tapi-an kale…
hahahha…..