Last Single Girl (Behind the Scenes)

2009 March 29
by jeunglala

Masih ingat cerita saya tentang Last Single Gal?

Itu lho, cerita nggak penting soal imajinasi urutan pernikahan antara enam memberGangGila, yang tercetus di sebuah sore-sore garing, sambil leyeh-leyeh di depan tempat fotokopian?

Ingat, kan, saat saya bilang kalau urutan yang semestinya:

Lala – Lin – Ly – Yun – Els – Tat

Kemudian akhirnya, entah karena apa (oh iya, tentunya karena faktor cowok-cowok khilaf yang rupanya masih belum cukup khilaf untuk ngawinin kami – iye, yang masih tersisa ini!) urutannya menjadi terbalik-lik-lik menjadi:

Tat – Els – Yun – Ly – Lin – Lala

Well, Folks. Ibaratnya sepak bola, ini masih urutan klasemen sementara, karena bisa jadi yang scudetto adalah saya, misalnya? Atau Yun memutuskan untuk menunda pernikahan karena dia lebih memilih  untuk berguru dengan Mama Hengky… eh Mama Loren saja? (Entah kenapa belakangan ini si Yun berubah menjadi Paranormal Gadungan — minus sesajen, menyan, dan asap dupa yang mengepul, pastinya! Idih, serem!)

Anything could happen, you know?

Bisa jadi yang malah kawin duluan adalah Ly, satu-satunya perempuan di GangGila yang mengaku cinta dengan seseorang tapi entah kenapa selalu memandang lembaga perkawinan dengan kedua matanya yang lebar, sok bego, dan sinis, “Kawin, ya?” Dan dia pun berdecak-decak kagum (oh yeah, read it with ironic tone, Guys). “Gue baru akan kawin setelah gue nemu alesan yang tepat buat kawin,” katanya. Alasan macam apa? Heaven knows. “Atau kalau tiba-tiba feeling gue mengatakan, ok Girl, now is the right moment to think about marriage more serious.”

Nah, kalau sampai Ly yang kawin duluan, saya dan Lin akan segera ke dukun untuk minta diruwat! Ya, ya, ya. Artinya: separah itu! :D

Memang, nggak ada yang tahu persis kapan seseorang mendapatkan that ring-a-ding-ding momentAnything could happen; jadi meskipun urutannya diprediksi terbalik seperti itu, saya masih percaya sekali kalau Tuhan tahu persis, siapa sebenernya yang paling ngebet kawin (baca=Lala), meskipun tentu saja saya selalu berharap agar Yun menseriusi hubungannya yang sekarang. Yang artinya, sekalipun sesuai dengan prediksi (yaitu urutannya terbalik), nggak butuh waktu lama untuk sampai ke giliran saya! Hehe… read more…

I’m leaving…

2009 March 4
by jeunglala

 

“Are you sure?”
“I am!”
“Think twice!”
“I spent my three months just to think about this.”
“It’s not necessary.”
“Well, it is for me. 

Start packing.

“How about us?”
“I’ll remember you.”
“Liar… Soon you’ll forget about me.”
“Don’t underestimate yourself. You gave me more than enough. I could never… NEVER thank you enough.”

Breathing heavily.

“It was a great year…”
“I know…”
“Then why you’re leaving?”
“Because I have to.”
“No, you don’t!”
“Hey… chill. I have to do this. It’s my dream, ya know?” 

Sigh.

“So?”
“Hm?”
“Do you need a compass or something?”
“For what?”
“To guide you?”
“I’m okay. I won’t be far.”
“Hah? Really?”

Nodding.

“Yes.”

Smiling.

“Where?”
“Just a click away…”

Holding each other hands.

“I’m not gonna be far, Silly…. I’m here. You can visit me, anytime… Anytime you wish…”

Smiling.

“Anytime…?”
“ANYTIME…”

Crying.

“I’m going to miss you…”

Looking away.
Trying not to cry. 
Keep myself busy on preparing everything.

“Hey! I said, I’m gonna miss you!”

Yelling.

“Hey…”

Softly spoken.

“Ya?”

Looking, deeply.

“It’s hard for me too, Babe… But I have to go…”
“…”
“You and I made a great deal last year.”
“…”
“I won’t forget you…”
“…”
“…”

Hugging.

“I love you…”
“…”
“…. and thanks…”

Whispering… and start walking away to jeunglala.com…. :D

**

a final goodbye
Surabaya, 4 Maret 2009, 4.00 PM 

 

there’s something about tattoos…

2009 March 3
by jeunglala

You have no idea how much I love tattoos.

For some people, tattoo adalah kreasi seni yang nggak banget karena musti merajah tubuh sendiri dengan jarum yang berisikan cat warna warni, merusak lapisan kulit, demi mendapatkan sebuah ‘luka’ cantik yang sifatnya permanen.

But for some other people, tattoo adalah sebuah kreasi seni yang so very artistic, karena tidak sembarang orang bisa membuat lukisan di tubuh orang lain tanpa membuat orang tersebut menyesal karena ‘lukisan’ di permukaan tubuh yang tidak akan pernah bisa hilang. Malah, banyak faktor psikologis yang membuat seseorang begitu teradiksinya dengan tattoo. read more…

it has nothing to do with it…

2009 March 2
by jeunglala

Suasana ruang IT ketika pagi tadi saya masuk ke sana untuk scanning beberapa gambar dan mentransfer data absensi untuk laporan harian cukup hening. Hanya ada saya dan seorang teman yang in charge untuk segala urusan komputer dan tetek bengek pemrograman di kantor. Ya, hanya ada saya dan Pak Set, lelaki yang sudah saya anggap sebagai seorang teman diskusi yang menyenangkan.

Topik diskusi kali ini adalah tentang Yoenoes dan bayi-bayi kembarnya yang kemarin lahir prematur. Bukannya kebetulan kalau Yoenoes juga dekat dengan Pak Set; apalagi yang membuat kami dekat kalau bukan karena Pak Set adalah teman diskusi yang menyenangkan sehingga kami bisa bebas bercerita dan meminta pendapat? read more…

And, that was it

2009 March 2
by jeunglala

Do you have the tickets?”

“He eh.”

He knows that you’re coming, right?”

“Seharusnya begitu.”

So, he knows that you’re going to say something really important?”

“Nggak tahu juga.”

“Lah, what’s the point, then, Darl?”

“Aku nggak tahu.”

So?”

What ‘so’? I have no idea and I don’t care.

Dia menghela nafas. Dia tahu, aku adalah perempuan yang keras kepala; seolah tahu apa yang kuinginkan tapi sebetulnya tak pernah tahu apa yang aku butuhkan. Dan seperti hari-hari sebelumnya, dalam ratusan… bahkan ribuan hari sebelum saat ini, dia hanya menghela nafasnya, sebuah tanda bahwa dia memang tak bisa meladeni argumentasiku yang tak mungkin patah (saking keras kepalanya aku).

Careful, alrite?!”

Every time, Babe…. Every time!”

** read more…

His Little Babies

2009 March 1
by jeunglala

Ketika siang tadi saya pergi ke mal City of Tomorrow bersama keluarga tercinta, one single message arrived in my cellphone, membuat ponsel saya bergetar dan tentu saja membikin saya rada-rada salting karena ponsel itu saya selipkan di saku celana jeans saya! Haha.

Buru-buru saya mengintip isinya. read more…

Left Over Cake

2009 February 28
by jeunglala

Just opened my refrigerator.
Dasar perut gembul, jam segini malah kelaparan! Seharusnya perut saya tahu persis kalau saya sedang dalam program diet; bukan karena kebaya ‘lontong’ yang akhirnya cukup populer karena sering saya sebut di blog maupun facebook, tapi karena baru saja saya membeli beberapa potong baju yang sengaja dibeli dalam ukuran lebih kecil, karena percaya sebentar lagi bakal muat.

Aduh! Sebentar lagi, dari Hongkong??? Yang ada gara-gara kopdaran di mana-mana, minggu kemarin (ups, udah seminggu yang lalu, ya? Buset, dah. Waktu jalan cepet banget sih!), saya kebanyakan makan, makan, dan makan. OK, sekarang saya resmi menggendut! 

Nah, seharusnya perut mau kompromi dong, jangan rewel kalau malam-malam begini? Tunggu sampai besok pagi, kek, waktunya sarapan? Atau siangan dikit, pas saya janjian kencan sama Lin di Tunjungan Plaza? Asal jangan malam ini, deh, pas saya sudah pake kaos gombrong di atas lutut dan siap-siap tidur. Jangan, jangan. Saya bakal semakin gendut kalau musti makan jam segini. HELP! read more…

Princess Lala, eh?

2009 February 27
by jeunglala

Seorang kawan bicara soal Pangeran Berkuda dan Puteri yang ternyata tidak menunggu di atas menara, tapi di bawahnya.
Dalam bayangan saya, mungkin puterinya sedang memoleskan bedak, membubuhi gincu, dan berkali-kali melihat ke cermin sambil bertanya: “Sudahkah aku nampak cantik buat dia?” Lalu bersisir, lalu melirik cermin lagi, lalu melihat jarum penunjuk jam yang merambat terus sampai kembali ke angka dua belas, dan terus menerus begitu. Setiap hari. Setiap saat.

Saya membaca tulisan itu sampai berkali-kali.
Terus dan terus; seolah teradiksi.

Tiba-tiba, hati saya bergetar tak biasa.
Lagi-lagi, ketika saya sampai di satu bagian saat dia bercerita soal rasa enggannya menyelamatkan sang Puteri karena mereka telah menunggunya di bawah, bukan terperangkap bersama Naga dan semburan api panasnya. As a man, dia ingin mencari puteri yang lain… yang memang butuh diselamatkan…

Hm.
I began to wonder:
Apakah saya termasuk seorang puteri yang tak pantas diselamatkan? Yang mengurangi minat seorang Pangeran untuk menyelamatkan saya? Karena saya tidak menumbuhkan nyali kelaki-lakiannya?

Dan satu hal lagi.
Apakah saya benar-benar ingin diselamatkan?
Apakah saya malah menikmati duduk di dalam sebuah ruang, di atas menara, lalu menengok ke bawah, melihat Pangeran Berkuda yang ternyata kurang bisa menggerakkan minat saya untuk berteriak minta tolong, sehingga saya diam saja?
Bersembunyi, malah?
Takut ia melihat, mungkin?

Sampai sore ini, sampai menit saya mem-publish cerita ini, saya adalah Puteri yang tolol dan tak tahu apa yang dia inginkan.
Meskipun saya tahu, di dalam hati saya, jauuuhhhh di dalam sana, ada satu sosok Pangeran Berkuda yang berkali-kali lewat di bawah kastil yang ditunggui Naga dengan semburan nafasnya yang sanggup meluluhlantakkan semua yang ada di sekelilingnya…..
…tapi dia tak pernah menengok ke atas.
…tapi saya tak berani berteriak.

Dan masih terus begitu…


…Sampai hari ini.

***

Five minutes before Bro asked me to come down

(Bandung-Jakarta’s Stories Part. 2) Girls Will Be Girls

2009 February 26

I was in the bathroom.
Mengeringkan rambut pendek saya dengan hairdryer.

I was in the bathroom.
Memutihkan kulit wajah saya dengan dempulan moisturizer, alas bedak, mineral powder, dan bedak padat sebelum mulai melukis wajah saya; dari alis, mata, pipi, sampai bibir. Maskara? Tentu saja! Memangnya seajaib itu tiba-tiba bulu mata saya menjadi tebal dan lentik?

I was in the bathroom.
Mematut-matutkan tubuh bongsor saya di depan cermin; memakai pakaian terusan batik di atas lutut dan mesam-mesem sendiri mengagumi wajah cantik saya. Uhui! Pasti kacanya bohong! :D Berputar-putar dengan grogi di depan cermin, mencari-cari apa yang salah karena tiba-tiba perasaan saya berkata, “Idih, kok bukan gue banget, ya?” Dan membayangkan saya bakal seharian beraktivitas, saya khawatir rok selutut itu bakal robek atau tersingkap! Haha… I’m not a ‘real’ girl, btw. Saya terlalu urakan untuk disebut perempuan sejati! read more…

437

2009 February 26
by jeunglala

Dari beberapa kali kopdar dengan teman-teman blogger, banyak di antara mereka langsung berkomentar:

“Ternyata Jeung Lala itu edan, ya?”

Haha. Baru tahu, ya, kalau saya ini edan? Sinting? Gila? Nyablak? Doyan becanda? Dan tingkahnya mirip kuda lumping kesurupan? (lama-lama lebay, deh.. udah jelas-jelas rambut lo pendek, Jeung, kuda lumping kan rambutnya model shaggy sebahu gitu! hehe!

Mereka semakin yakin kalau saya ini memang bandel, bawel, cerewet, dan suka bikin geger restoran atau tempat kongkow, setelah melihat polah tingkah yang jauh dari kesan Miss Universe lagi gala dinner (hidih, emang siapa yang tega nyamain elo sama Miss Universe?? Iya, iya, semua orang juga tahu kalau saya lebih cantik ketimbang Miss Universe! Nggak usah maksa gitu, deh! hehe) setelah mereka melihat langsung betapa ‘gila’nya saat kopdar. Ngakak, suka ngeledek, sampai pura-pura ngambek…. lengkap deh pokoknya!

Segera mereka bilang, “Gue udah mikir elo itu edan, La,” kata Mas Nug (yang ganteng banget itu! hihi), “tapi gue nggak nyangka kalau elo lebih edan lagi!” read more…